Terdepak dari Ducati, Petrucci Siap Buktikan Diri
Sabtu, 30 Mei 2020 - 13:29 WIB
loading...
A
A
A
Rider berusia 29 tahun ini pun secara tegas enggan begitu saja menyerah. Dia bertekad memanfaatkan musim 2020 yang rencananya dimulai Juli sebagai masa pembuktian diri bahwa dirinya memang masih layak mendapatkan tempat, baik di Ducati maupun di MotoGP. Dia akan berusaha mendapatkan hasil yang terbaik dibandingkan para rider Ducati lainnya. (Baca juga: Kantor Cerdas Dukung Semua Skenario Jarak Jauh New Normal)
Jika tak lagi mendapatkan kepercayaan dari Ducati, Petrux dikabarkan melirik satu tempat di tim Aprilia Racing, mengingat Andrea Iannone tengah dijatuhi larangan balap selama 18 bulan terhitung sejak Desember 2019 akibat tersandung kasus doping.
Selain itu, Petrucci mengaku sangat menyayangkan situasi ini yang membuatnya harus ‘bersaing' dengan Dovizioso yang merupakan sahabatnya sendiri. Namun, dia juga harus waspada jika ingin tetap dipercaya Ducati. Karena, rekan setimnya itu memiliki catatan yang sangat bagus dibandingkan dirinya.
Tahun lalu, Petrucci berada di posisi keenam klasemen pembalap dengan mengumpulkan 176 poin, termasuk meraih satu kemenangan di GP Italia. Pencapaian itu masih sangat jauh dengan Dovizioso yang menjadi runne- up dengan menghasilkan 269 poin dan mendapatkan dua kemenangan di Qatar dan Austria. Meski begitu, dia menegaskan akan berusaha semaksimal mungkin membuktikan diri pada tahun ini.
“Dovizioso adalah rider yang sangat kuat, runner-up dalam tiga tahun terakhir, dan saya sangat menghormatinya. Kami berteman baik. Ini juga berlaku untuk Miller. Saya dan Miller menghabiskan banyak waktu bersama di luar trek, bahkan latihan motokros bersama. Namun, di dalam trek, semua rider adalah lawan. Sayangnya, setiap orang memang harus memikirkan apa yang terbaik untuk diri masing-masing,” tandasnya. (Raikhul Amar)
Jika tak lagi mendapatkan kepercayaan dari Ducati, Petrux dikabarkan melirik satu tempat di tim Aprilia Racing, mengingat Andrea Iannone tengah dijatuhi larangan balap selama 18 bulan terhitung sejak Desember 2019 akibat tersandung kasus doping.
Selain itu, Petrucci mengaku sangat menyayangkan situasi ini yang membuatnya harus ‘bersaing' dengan Dovizioso yang merupakan sahabatnya sendiri. Namun, dia juga harus waspada jika ingin tetap dipercaya Ducati. Karena, rekan setimnya itu memiliki catatan yang sangat bagus dibandingkan dirinya.
Tahun lalu, Petrucci berada di posisi keenam klasemen pembalap dengan mengumpulkan 176 poin, termasuk meraih satu kemenangan di GP Italia. Pencapaian itu masih sangat jauh dengan Dovizioso yang menjadi runne- up dengan menghasilkan 269 poin dan mendapatkan dua kemenangan di Qatar dan Austria. Meski begitu, dia menegaskan akan berusaha semaksimal mungkin membuktikan diri pada tahun ini.
“Dovizioso adalah rider yang sangat kuat, runner-up dalam tiga tahun terakhir, dan saya sangat menghormatinya. Kami berteman baik. Ini juga berlaku untuk Miller. Saya dan Miller menghabiskan banyak waktu bersama di luar trek, bahkan latihan motokros bersama. Namun, di dalam trek, semua rider adalah lawan. Sayangnya, setiap orang memang harus memikirkan apa yang terbaik untuk diri masing-masing,” tandasnya. (Raikhul Amar)
(ysw)
Lihat Juga :