Leani Ratri Oktila si Pencetak Sejarah di Paralimpiade Tokyo 2020
Minggu, 05 September 2021 - 16:12 WIB
loading...
Leani Ratri Oktila menjadi buah bibir masyarakat Indonesia setelah menyumbangkan dua medali emas dari dua nomor berbeda di Paralimpiade Tokyo 2020 / Foto: Kolase
A
A
A
JAKARTA - Leani Ratri Oktila menjadi buah bibir masyarakat Indonesia setelah menyumbangkan dua medali emas dari dua nomor berbeda di Paralimpiade Tokyo 2020. Tak hanya mengalungkan medali saja, atlet kelahiran Riau, 6 Mei 1991 itu juga mampu menjadi mesin pencetak sejarah buat Kontingen tim Merah Putih.
Medali emas pertama Leani direbut saat tampil pada sektor ganda putri para bulu tangkis SL3-SU5 bersama Khalimatus Sayidah. Pasangan ini menyabet medali emas usai menumbangkan pasangan China, Cheng Hefang/Ma Huihui dengan dua game langsung 21-18, 21-12.
Leani /Khalimatus tak hanya membuka keran medali emas pertama buat Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020 . Pasangan ini juga berhasil mengakhiri puasa medali emas selama 41 tahun untuk tim Merah Putih.
Terakhir kali Indonesia berhasil meraih medali emas Paralimpiade di Arnhem, Belanda, pada 1980 silam. Pada Minggu (5/9/2021), Leani tampaknya masih penasaran untuk membawa pulang medali di Paralimpiade Tokyo 2020.
Tampil di final tunggal putri, Leani harus puas hanya mampu mengalungkan medali perak usai dikalahkan Cheng Hefang dari China melalui pertarungan yang menguras tenaga 19-21, 21-17, dan 16-21. "Saya cukup puas dengan hasil yang saya dapatkan sejauh ini. Untuk saat ini, saya harus mengakui bahwa lawan saya lebih baik dari saya," kata Leani pasca pertandingan.
BACA JUGA: Duet Hary/Leani Rebut Emas Para Bulu Tangkis Paralimpiade Tokyo 2020
Hasil minor ini tak menyurutkan semangat Leani untuk mencetak sejarah di event empat tahunan ini. Itu dibuktikannya saat Leani tampil di sektor ganda campuran SL3-SU5 dengan berpasangan dengan Hery Susanto.
Medali emas pertama Leani direbut saat tampil pada sektor ganda putri para bulu tangkis SL3-SU5 bersama Khalimatus Sayidah. Pasangan ini menyabet medali emas usai menumbangkan pasangan China, Cheng Hefang/Ma Huihui dengan dua game langsung 21-18, 21-12.
Leani /Khalimatus tak hanya membuka keran medali emas pertama buat Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020 . Pasangan ini juga berhasil mengakhiri puasa medali emas selama 41 tahun untuk tim Merah Putih.
Terakhir kali Indonesia berhasil meraih medali emas Paralimpiade di Arnhem, Belanda, pada 1980 silam. Pada Minggu (5/9/2021), Leani tampaknya masih penasaran untuk membawa pulang medali di Paralimpiade Tokyo 2020.
Tampil di final tunggal putri, Leani harus puas hanya mampu mengalungkan medali perak usai dikalahkan Cheng Hefang dari China melalui pertarungan yang menguras tenaga 19-21, 21-17, dan 16-21. "Saya cukup puas dengan hasil yang saya dapatkan sejauh ini. Untuk saat ini, saya harus mengakui bahwa lawan saya lebih baik dari saya," kata Leani pasca pertandingan.
BACA JUGA: Duet Hary/Leani Rebut Emas Para Bulu Tangkis Paralimpiade Tokyo 2020
Hasil minor ini tak menyurutkan semangat Leani untuk mencetak sejarah di event empat tahunan ini. Itu dibuktikannya saat Leani tampil di sektor ganda campuran SL3-SU5 dengan berpasangan dengan Hery Susanto.
Lihat Juga :