Kisah Inspiratif Manusia Basket dari Kediri
Rabu, 03 Juni 2020 - 15:57 WIB
loading...
A
A
A
"Saya juga tergerak dari penggemar dan hampir sebagian besar datang dari anak-anak kabupaten yang ikut kompetisi untuk membawa nama Kediri di tingkat provinsi. Dan, 90% anak kabupaten. Karena semenjak tahun 2010 lebih, Halim sudah tidak aktif di kompetisi basket Tanah Air. Meskipun masih aktif dalam proses pembinaan, namun itu berbeda ketika Halim mengikuti sebuah kejuaraan. Sehingga pembibitan atlet di Kota Kediri mengalami penurunan drastis. Akibatnya, kami mengambil atlet dari kabupaten yang notabene anak yang hidupnya menengah ke bawah. Disitulah saya memiliki impian siapa tahu mereka mendapatkan sekolah dan universitas gratis."
Djiang sadar dari awal bahwa lapangan basket yang dibangunnya tersebut tidak bisa diharapkan sebagai lahan bisnis. Tapi Djiang mengaku tidak menyesal dengan apa yang diperbuatnya saat ini.
"Kalau kecewa iya. Tapi menyesal tidak, karena prinsip saya itu hidup harus menjadi berkah. Tujuan kita awalnya membantu anak-anak yang kurang mampu dan itu yang memotivasi saya," tutur Djiang.
Disinggung mengenai berapa biaya yang dihabiskan membangun Indo Court, Andy hanya tertawa saja. Namun di balik tawanya tersebut ada pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat.
"Sebenarnya jangan dilihat seberapa besar uang yang dikeluarkan. Tapi seberapa besar faidahnya pembangunan GOR tersebut.
Sementara itu, Choirul Imam Nurhadi menyampaikan satu mimpi yang hingga saat ini belum kesampaian. Impian tersebut yakni mendorong anak didiknya bermain di liga profesional.
Djiang sadar dari awal bahwa lapangan basket yang dibangunnya tersebut tidak bisa diharapkan sebagai lahan bisnis. Tapi Djiang mengaku tidak menyesal dengan apa yang diperbuatnya saat ini.
"Kalau kecewa iya. Tapi menyesal tidak, karena prinsip saya itu hidup harus menjadi berkah. Tujuan kita awalnya membantu anak-anak yang kurang mampu dan itu yang memotivasi saya," tutur Djiang.
Disinggung mengenai berapa biaya yang dihabiskan membangun Indo Court, Andy hanya tertawa saja. Namun di balik tawanya tersebut ada pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat.
"Sebenarnya jangan dilihat seberapa besar uang yang dikeluarkan. Tapi seberapa besar faidahnya pembangunan GOR tersebut.
Sementara itu, Choirul Imam Nurhadi menyampaikan satu mimpi yang hingga saat ini belum kesampaian. Impian tersebut yakni mendorong anak didiknya bermain di liga profesional.
Lihat Juga :