Pandemi COVID-19, Ini Kata Indra Sjafri Tentang Liga 1 2020

Minggu, 07 Juni 2020 - 09:47 WIB
loading...
Pandemi COVID-19, Ini Kata Indra Sjafri Tentang Liga 1 2020
Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri. Foto/Dok. pssi.org
A A A
JAKARTA - PSSI memberikan opsi kepada klub-klub Liga 1 dan Liga 2, untuk menggelar lanjutan kompetisi tahun 2020, pada bulan September, atau Oktober mendatang.

(Baca juga: Serangan COVID-19 Tewaskan Pengawas Sekolah di Mojokerto )

Dilansir dari laman resmi PSSI, langkah PSSI untuk tetap melanjutkan jalannya kompetisi Liga 1 dan Liga 2 tahun 2020, menurut Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri ini merupakan salah satu bagian dari upaya adaptasi dan belajar dengan situasi normal baru.

"Lewat kompetisi sepak bola, adalah kampanye yang baik buat dunia luar melihat kita. Kami rasa perlu kampanye lewat sepak bola, bahwa Indonesia sudah mulai beradaptasi dan belajar dengan situasi new normal dengan menjalankan protokol kesehatan," kata Indra Sjafri, dilansir dari pssi.org.

Dia menambahkan, Indonesia punya pengalaman di sanksi FIFA sehingga tidak ada kompetisi saat itu, dan akibatnya kurang baik terhadap prestasi sepak bola nasional. "Kompetisi yang dilakukan sekarang adalah buat kepentingan timnas ke depan. Supaya pemain selalu berkompetisi dan dengan sendirinya pemain tetap terasah kualitasnya," jelas mantan pelatih Timnas U-19 dan U-23 ini.

(Baca juga: Normal Baru, Ini Harapan Oakwood Hotel & Residence Surabaya )

Pada tahun 2021 mendatang, Timnas Indonesia akan berlaga di ajang bergengsi Piala Dunia U-20 yang juga menjadi tuan rumah. Tentu butuh persiapan yang matang dan maksimal demi sukses meraih prestasi di ajang tersebut.

"Buat kepentingan Timnas U-20 adalah saat pemain tidak ikut pemusatan latihan, mereka bisa berkompetisi di Liga 1 dan 2. Karena rata-rata pemain sudah memiliki klub. Kalaupun pemusatan latihan berlangsung yang biasanya pemain dipanggil hanya sekitar 23-30 orang. Sementara pemain yang tidak terpanggil pemusatan latihan, mereka tetap terasah lewat kompetisi," ungkapnya.

PSSI juga mengajak klub, Asosiasi Pelatih Sepak bola Seluruh Indonesia (APSSI), dan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) untuk berdiskusi menentukan format kompetisi dan regulasi kompetisi saat pandemi COVID-19.

(Baca juga: Ribuan Ikan di Waduk Mati Mendadak, Ini Langkah PT SIER )

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan juga mendengar masukan pemerintah, AFC, FIFA dan masukan lainnya sebelum memutuskannya bersama di rapat Komite Eksekutif PSSI.

"Dengan adanya kompetisi, pelatih Timnas Indonesia juga bisa mendapatkan pemain diluar list yang sudah ada. Karena kompetisi bisa melahirkan pemain yang berkualitas. Selain itu, kompetisi akan menggerakkan roda ekonomi seperti pemasukan untuk hotel, katering, transportasi dan lain-lain. Apalagi pemerintah menyarankan kita tetap berdampingan dengan Covid-19 dan produktif," kata Indra Sjafri, dikutip dari pssi.org.

Departemen Teknik PSSI dalam hal ini dibantu dokter Syarif Alwi juga sudah menyiapkan protokol kesehatan yang sesuai arahan WHO, FIFA, AFC dan Kementerian Kesehatan. Hal ini tidak hanya untuk kompetisi saja, tetapi untuk pemusatan latihan Timnas, kursus kepelatihan, dan academi atau SSB di masa pandemi COVID-19 ini.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1500 seconds (10.101#12.26)