7 Pesepak Bola Dunia Berdarah Maluku, No 6 Siap Bela Timnas Indonesia
Jum'at, 03 Desember 2021 - 14:48 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, Gullit juga meraih Liga Champions dua kali bersama AC Milan, tepatnya pada 1988/1989 dan 1989/1990. Puncaknya adalah ketika ia meraih trofi Ballon d'Or 1997. Ruud Gullit terakhir kali menginjakkan kaki di Indonesia, tepatnya Ambon, Maluku, pada 2015. Kedatangannya ke Tanah Ambon Manise atas undangan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy.
4. Giovanni van Bronckhorst (Belanda)
Satu lagi pesepak bola keturunan Indonesia yang pernah berjaya bersama Timnas Belanda adalah Giovanni van Bronckhorts. Dalam sebuah wawancara Arsenal Tours pada 2013, Gio panggilan akrab Giovanni van Bronckhorst, mengaku berdarah Indonesia. Ibu dan neneknya merupakan orang asli Indonesia. Meski tidak bisa menyebutkan secara spesifik dari mana daerah nenek moyangnya, ia tahu soal Maluku.
Van Bronckhorst memiliki darah Maluku dari ibunya yang bernama Fransien Sapulette. Sementara ayahnya, Victor van Bronckhorst, berasal dari Belanda. Van Bronckhorst mengukir prestasi tertinggi dalam karier sepak bolanya ketika berseragam Barcelona dari 2003 hingga 2007.
Empat musim membela Barcelona, Giovanni van Bronckhorst merasakan berbagai gelar bergengsi termasuk dua kali juara Liga Spanyol dan sekali juara Liga Champions. Rekam jejak Gio begitu mentereng sebagai pesepak bola. Dia pernah membela sejumlah raksasa Eropa seperti Barcelona, Arsenal, dan Feyenoord.
Pada Piala Dunia 2010, Gio bahkan didapuk sebagai kapten tim. Bersama tim berjuluk De Oranje itu, ia mencatatkan 106 caps dan enam gol. Gio telah pensiun sejak 2010. Sewaktu masih aktif bermain, ia dianggap sebagai satu di antara bek sayap kiri terbaik yang pernah dilahirkan Belanda.
5. Nigel de Jong (Belanda)
Eks gelandang bertahan dengan ciri permainan keras itu pernah memperkuat tiga klub top Eropa yakni Ajax Amsterdam, Manchester City, dan AC Milan. Ketika berseragam Man City dari 2008 hingga 2013, De Jong turut membawa The Cityzens menjuarai Premier League dan Piala FA musim 2011-2012.
De Jong yang memiliki garis keturunan Maluku dari ibunya tampil bersama timnas Belanda di Piala Dunia 2010 dan 2014. Pada final Piala Dunia 2010 di mana Belanda kalah dari Spanyol, Nigel de Jong menjadi sorotan gara-gara "tendangan kungfu" ke arah dada Xabi Alonso.
Darah Indonesia disebut-sebut mengalir dalam tubuh Nigel de Jong. Dia dikabarkan memiliki garus keturunan dari ibunya yang berasal dari Ambon. Sementara ayah De Jong, berasal dari Suriname. Meski begitu, gelandang berusia 35 tahun itu mengaku tidak mengetahui bahasa daerah ibunya.
4. Giovanni van Bronckhorst (Belanda)
Satu lagi pesepak bola keturunan Indonesia yang pernah berjaya bersama Timnas Belanda adalah Giovanni van Bronckhorts. Dalam sebuah wawancara Arsenal Tours pada 2013, Gio panggilan akrab Giovanni van Bronckhorst, mengaku berdarah Indonesia. Ibu dan neneknya merupakan orang asli Indonesia. Meski tidak bisa menyebutkan secara spesifik dari mana daerah nenek moyangnya, ia tahu soal Maluku.
Van Bronckhorst memiliki darah Maluku dari ibunya yang bernama Fransien Sapulette. Sementara ayahnya, Victor van Bronckhorst, berasal dari Belanda. Van Bronckhorst mengukir prestasi tertinggi dalam karier sepak bolanya ketika berseragam Barcelona dari 2003 hingga 2007.
Empat musim membela Barcelona, Giovanni van Bronckhorst merasakan berbagai gelar bergengsi termasuk dua kali juara Liga Spanyol dan sekali juara Liga Champions. Rekam jejak Gio begitu mentereng sebagai pesepak bola. Dia pernah membela sejumlah raksasa Eropa seperti Barcelona, Arsenal, dan Feyenoord.
Pada Piala Dunia 2010, Gio bahkan didapuk sebagai kapten tim. Bersama tim berjuluk De Oranje itu, ia mencatatkan 106 caps dan enam gol. Gio telah pensiun sejak 2010. Sewaktu masih aktif bermain, ia dianggap sebagai satu di antara bek sayap kiri terbaik yang pernah dilahirkan Belanda.
5. Nigel de Jong (Belanda)
Eks gelandang bertahan dengan ciri permainan keras itu pernah memperkuat tiga klub top Eropa yakni Ajax Amsterdam, Manchester City, dan AC Milan. Ketika berseragam Man City dari 2008 hingga 2013, De Jong turut membawa The Cityzens menjuarai Premier League dan Piala FA musim 2011-2012.
De Jong yang memiliki garis keturunan Maluku dari ibunya tampil bersama timnas Belanda di Piala Dunia 2010 dan 2014. Pada final Piala Dunia 2010 di mana Belanda kalah dari Spanyol, Nigel de Jong menjadi sorotan gara-gara "tendangan kungfu" ke arah dada Xabi Alonso.
Darah Indonesia disebut-sebut mengalir dalam tubuh Nigel de Jong. Dia dikabarkan memiliki garus keturunan dari ibunya yang berasal dari Ambon. Sementara ayah De Jong, berasal dari Suriname. Meski begitu, gelandang berusia 35 tahun itu mengaku tidak mengetahui bahasa daerah ibunya.
Lihat Juga :