alexametrics

NPC Indonesia Gelar Pelatnas Jarak Jauh untuk Atlet

loading...
NPC Indonesia Gelar Pelatnas Jarak Jauh untuk Atlet
Ketua NPC Indonesia Senny Marbun bersama Wakil sekjend Rima Ferdianto saat memberikan keterangan pers terkait Pelatnas jarak jauh untuk para atlet, selasa (9/6/2020). Foto: SINDOnews/Ary Wahyu Wibowo
A+ A-
SOLO - National Paralympic Committee (NPC) Indonesia menggelar pelatihan nasional (Pelatnas) jarak jauh akibat wabah pandemi Corona Virus (COVID-19). Performa atlet diharapkan tetap terjaga meski mereka kini tinggal di rumah masing masing.

Wakil sekjend NPC Indonesia Rima Ferdianto mengemukakan, akhir Maret 2020 lalu para atlet telah dipulangkan sembari menunggu kepastian event internasional. “Akhirnya kita ketahui bahwa Paralympic diundur 24 Agustus-4 September 2021. Kemudian ASEAN Paragames di Philipina resmi dibatalkan. Nanti langsung ASEAN Paragames di Hanoi Vietnam desember 2021,” terang Rima Ferdianto saat memberikan keterangan pers di Solo, Selasa (9/6/2020).

Sehingga rencana NPC Indonesia yang akan memanggil atlet untuk pelatnas terpusat di Kota Solo Agustus 2020 mendatang dibatalkan. Pertimbangannya karena event event internasional diundur dan wabah COVID-19 belum selesai, maka diputuskan Pelatnas jarak jauh sebagaimana yang direkomendasikan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Melalui Pelatnas jarak jauh, salah satu tujuannya untuk menjaga performa atlet. Sehingga atlet tidak mengalami pengecilan otot. “Kalau mereka dibiarkan latihan sendiri tanpa arahan atau tidak latihan, dikhawatirkan akan merugikan di masa depan ketika dipanggil kembali ke Pelatnas terpusat,” urainya.(Baca juga : Hasil Lengkap dan Klasemen Sementara Bundesliga, Minggu (7/6/2020))



Saat mereka tidak terpantau performanya, ketika dipanggil untuk Pelatnas terpusat maka akan kesulitan untuk mengembalikan ke performa terbaik. Ketika pandemi COVID-19 diperkirakan telah berakhir, atlet khususnya yang Paralypic, rencananya sudah ada beberapa cabang olahraga (cabor) yang mulai perburuan point.

Diantaranya renang, dan menembak yang akan mulai melakukan perburuan poin di bulan November-Desember 2020. Perburuan poin Paralypic berlanjut Januari hingga akhir Maret 2021. Mengingat di Indonesia masih ada pandemi, kondisi atlet tetap dipersiapkan. Sehingga kondisi atlet tinggal dipoles ketika kejuaraan akan dimulai.



Melalui Pelatnas jarak jauh, lanjutnya, diharapkan para atlet tidak ke mana mana dan tetap tinggal di rumah atau stay at home. “Mereka tetap konsentrasi latihan, dan tidak ada pekerjaan yang lain. Jangan sampai ada yang jualan bakso, atau kelayapan di luar,” tegasnya. Pelatnas jarak jauh yang telah dimulai 2 Juni 2020 ternyata disambut antusias para atlet.

Dalam Pelatnas jarak jauh, pelatih memberikan motivasi dan menu program yang disesuaikan. Secara teknis, Pelatnas jarak jauh menggunakan aplikasi daring sesuai kondisi di lapangan, seperti zoom. Sehingga atlet dapat latihan secara bersamaan di jam yang sama. Selain itu, ada juga atlet yang tidak bisa mendapatkan sinyal telepon seluler sama sekali.

Untuk mendapatkan sinyal maka harus pergi ke kota dulu. Sehingga atlet tersebut kemudian setiap dua atau tiga hari sekali mengirimkan menu latihan yang telah didokumentasikan kepada pelatih. ‘Tapi hampir 90% atlet bisa mengikuti karena ada sinyal di rumahnya.
(nun)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak