alexa snippet

Sepak takraw Jateng dirugikan regulasi usia

Sepak takraw Jateng dirugikan regulasi usia
Logo PON 2012/ Ist
A+ A-
Sindonews.com - Keputusan Pengurus Besar (PB) PON yang memberlakukan regulasi pembatasan usia di cabang sepak takraw mendatangkan kerugian bagi tim Jawa Tengah. Hal ini lantaran pemain-pemain andalan Jawa Tengah saat ini sudah berusia di atas usia 25 tahun. Padahal di dunia olahraga, usia mereka sebenarnya masih tergolong usia emas hingga usia 27 tahun nanti.

Buktinya, nama-nama seperti Yudi Purnomo, Suko Hartono dan Wisnu Dwi Suhantoro masih menjadi langganan penghuni Pelatnas saat ini. Tak pelak, regulasi tersebut membuat mereka tidak bisa membela Jawa Tengah di Riau nanti.

”Regulasi (pembatasan usia) ini membuat peta kekuatan antardaerah langsung berubah. Terus terang, Jawa Tengah menjadi salah satu daerah yang paling merasakan dampak aturan baru tersebut.  Di Riau nanti, atlet yang bisa diturunkan maksimal berusia 25 tahun,” ucap Rasiwan, pelatih sepak takraw Jawa Tengah, Senin (3/9/2012).

Pihaknya sempat mengajukan protes terkait kebijakan ini. Mengingat untuk even-even yang lebih tinggi seperti Asian Games dan Kejuaraan Dunia tidak pernah ada pembatasan usia. Satu hal lagi yang membuat Jawa Tengah semakin geram, ternyata aturan pembatasan usia sudah disepakati untuk tidak akan digunakan lagi pada PON tahun 2016 di Jawa Barat.

Meski demikian, Rasiwan tidak ingin mencari kambing hitam. Saat ini dia terus menempa kemampuan atlet-atlet junior yang siap membela Jawa Tengah di Riau nanti. Dia mengungkapkan, kualitas atlet senior dan junior yang dimiliki Jawa Tengah tidak terpaut terlalu jauh.

Pada PON 2008 Kalimantan Timur yang lalu, Jawa Tengah berhasil menggenggam gelar juara umum dengan tiga medali emas dan dua medali perak. Namun untuk PON tahun ini, Jawa Tengah harus bekerja keras untuk mempertahankan dominasinya. Jawa Timur yang menjadi pesaing utama terus menunjukkan kemajuan.

”Kami hanya kuat di satu nomor yaitu hoop takraw. Sedangkan Jatim kuat di hoop takraw, nomor tim, interberegu dan double event. Ini menjadi tantangan bagi kami untuk terus mematangkan kualitas atlet,” lanjut Manajer Tim Jawa Tengah, Setyobudi.
halaman ke-1 dari 2
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top