Kebangkitan Italia, Tenaga Medis Dapat Penghormatan di Laga Perdana
Jum'at, 12 Juni 2020 - 10:39 WIB
loading...
A
A
A
Pertandingan kontra Milan rupanya begitu dinantikan pelatih Juve, Maurizio Sarri. Meski berhasil mencetak gol tandang saat bermain 1-1 pada leg pertama semifinal Coppa Italia yang berlangsung di San Siro, 13 Februari lalu, Sarri tetap waspada. Dia menilai, Milan adalah tim kuat sehingga harus dilawan dengan kekuatan optimal juga.
Kewaspadaan Sarri didasari empat pertemuan terakhir di semua kompetisi di mana tiga kemenangan La Vecchia Signora diraih dengan skor tipis 1-0 (17/1/19), 2-1 (6/4/19), dan 1-0 (11/11/19).
“Semua pertandingan kami melawan Milan sulit musim ini. Mereka adalah tim yang mempersulit kami dan hasil leg pertama tidak menjamin kami apa pun. Skorsing membuat saya berpikir bahwa mereka akan bermain dengan XI yang sama dan kompetitif seperti di leg pertama. Peluang kedua tim sama besarnya,” kata Sarri.
Karenanya, Sarri akan mencoba menurunkan komposisi terbaik. Cristiano Ronaldo (CR7), Gonzalo Higuain, dan Douglas Costa, kemungkinan diandalkan di lini serang. Mereka akan didukung Miralem Pjanic serta Aaron Ramsey. Di lini belakang, Leonardo Bonucci menjadi palang pintu terakhir. Sementara kondisi, Paulo Dybala masih terus dipantau. (Baca juga: Agustus, Menkes Italia izinkan Penggemar Tonton Pertandingan Serie A)
Sarri berharap skema yang diturunkannya mampu menggaransi Juve ke final Coppa Italia, 17 Juni mendatang. Mantan pelatih SSC Napoli dan Chelsea tersebut akan berusaha sebaik mungkin lantaran menganggap melakoni tiga kompetisi dengan interval berbeda menjadi keuntungan tersendiri.
Setelah Coppa Italia, Juve melakoni pertandingan Seri A pertama mereka pada akhir pekan depan. Sementara leg kedua 16 besar Liga Champions pada Agustus. “Saya pikir kami beruntung bermain untuk tiga tujuan secara terpisah dari satu sama lain. Kami dapat memfokuskan motivasi kami pada satu tujuan dan satu waktu. Ini bisa menjadi keuntungan bagi kami,” tegas Sarri.
Kewaspadaan Sarri didasari empat pertemuan terakhir di semua kompetisi di mana tiga kemenangan La Vecchia Signora diraih dengan skor tipis 1-0 (17/1/19), 2-1 (6/4/19), dan 1-0 (11/11/19).
“Semua pertandingan kami melawan Milan sulit musim ini. Mereka adalah tim yang mempersulit kami dan hasil leg pertama tidak menjamin kami apa pun. Skorsing membuat saya berpikir bahwa mereka akan bermain dengan XI yang sama dan kompetitif seperti di leg pertama. Peluang kedua tim sama besarnya,” kata Sarri.
Karenanya, Sarri akan mencoba menurunkan komposisi terbaik. Cristiano Ronaldo (CR7), Gonzalo Higuain, dan Douglas Costa, kemungkinan diandalkan di lini serang. Mereka akan didukung Miralem Pjanic serta Aaron Ramsey. Di lini belakang, Leonardo Bonucci menjadi palang pintu terakhir. Sementara kondisi, Paulo Dybala masih terus dipantau. (Baca juga: Agustus, Menkes Italia izinkan Penggemar Tonton Pertandingan Serie A)
Sarri berharap skema yang diturunkannya mampu menggaransi Juve ke final Coppa Italia, 17 Juni mendatang. Mantan pelatih SSC Napoli dan Chelsea tersebut akan berusaha sebaik mungkin lantaran menganggap melakoni tiga kompetisi dengan interval berbeda menjadi keuntungan tersendiri.
Setelah Coppa Italia, Juve melakoni pertandingan Seri A pertama mereka pada akhir pekan depan. Sementara leg kedua 16 besar Liga Champions pada Agustus. “Saya pikir kami beruntung bermain untuk tiga tujuan secara terpisah dari satu sama lain. Kami dapat memfokuskan motivasi kami pada satu tujuan dan satu waktu. Ini bisa menjadi keuntungan bagi kami,” tegas Sarri.
Lihat Juga :