Rayakan HUT ke-18, Red Gank Ratapi Mangkraknya Stadion Mattoanging
Rabu, 09 Februari 2022 - 12:12 WIB
loading...
Anggota Red Gank saat berada di kawasan eks Stadion Andi Mattalata Mattoanging Makassar, kemarin. Foto: SINDOnews/Muchtamir Zaide
A
A
A
MAKASSAR - Salah satu kelompok suporter PSM Makassar , Red Gank melakukan perayaan berbeda di hari ulang tahunnya (HUT) ke-18 pada Selasa, 8 Februari 2022 kemarin. Ratusan anggotanya melakukan konvoi mengenang mangkraknya pembangunan Stadion Mattoanging.
Titik kumpul konvoi dimulai di Mesjid Syekh Yusuf Kabupaten Gowa menuju Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Di depan bangunan wakil rakyat itu, ratusan anggota Red Gank mulai menyuarakan aspirasinya.
Baca juga:Deretan Kapten Utama PSM Makassar dari Tahun ke Tahun
“Di DPRD Sulsel kami melakukan penancapan bendera setengah tiang dikawal dengan tradisi angngaru. Maknanya ialah kami ingin kepastian pembangunan Stadion Mattoanging,” kata Ketua Panitia Aksi, Mizwar.
Tak ada perwakilan anggota dewan yang menemui mereka. Diakui Mizwar, pihaknya memang tak menginginkan jawaban atas aksi duka peratapan Stadion Mattoanging ini.
“Tidak ada tuntutan. Kami cuma simbolis bahwa ini bentuk duka kami sebagai suporter tribun utara. Bahwa sampai saat ini, tidak ada kepastian pembangunan Stadion Mattoanging yang mangkrak,” ujarnya.
Selepas dari DPRD Sulsel, ratusan peseta konvoi menuju Kantor Gubernur Sulsel. Di sana, mereka kembali menancapkan bendera setengah tiang dan melakukan tradisi angngaru.
“Di depan kantor gubernur juga kami begitu, pakai baju adat, pakai badik. Kami siap mengawal terus pembangunan Stadion Mattoanging sampai jadi. Dengan seruannya ya, itu angngaru,” ujar Mizwar.
Baca juga:Pemain PSM Makassar Jalani Trial di Klub Sepak Bola Yunani
Di Kantor Gubernur Sulsel, mereka juga tidak diterima. Mizwar bilang, memang pihaknya tak berharap diterima oleh pihak pemerintah, melainkan cuma sebatas menyampaikan aspirasi.
“Kami tidak butuh jawaban. Memang targetnya seperti itu. Bahwa kami mengibarkan bendera setengah tiang, bahwa di mana mata hati para pemerintah yang tidak melanjutkan pembangunan Stadion Mattoanging ,” terang Ciwa sapaannya.
Dari Kantor Gubernur Sulsel, peserta konvoi menuju makam legenda PSM, Ramang di Panaikang. Mereka berziarah sekaligus mendoakan pesepakbola yang kemampuannya seperti dongeng ini.
“Itu sebagai penghormatan ke beliau sebagai legenda sepak bola di Sulawesi Selatan. Dan yang paling penting juga ialah mengingatkan ke teman-teman Red Gank bahwa kematian itu pasti ada,” tambah Sekjen Red Gank, Sadakati Sukma.
Lokasi Stadion Mattoanging menjadi titik kumpul terakhir konvoi peserta Red Gank. Di markas PSM inilah, mereka memperingati HUT kelompok suporter ini yang sudah berusia 18 tahun.
“Terakhir kami di Stadion Mattoanging, acara kecil-kecilan. Potong tumpeng tepat di pukul 18.00, sesuai usia red Gank yang ke-18. Kami juga menyanyi dan berdoa serta menancapkan bendera Red Gank tepat di tribun utara Stadion Mattoanging,” jelas Sadat sapaannya.
Baca juga:Hasil Liga 1 2021/2022: Gol Telat Sayuri Buyarkan Kemenangan Bali United atas PSM
Sadat menjelaskan, tema HUT Red Gank ke-18 ini ialah Kibar Prestasi untuk PSM. Ia berharap suporter Red Gank tetap mendukung Juku Eja agar tetap mengibarkan prestasi, meski bermain tidak di Makassar.
“Kita ingin walaupun PSM sekarang tidak memiliki stadion, tapi itu bukan sesuatu yang membuat kita tidak semangat untuk meraih prestasi. Intinya apapun kejadiannya, dimanapun PSMnya, Red Gank akan tetap mengibarkan semangat agar PSM menggapai deretan prestasi ke depan,” tutupnya.
Titik kumpul konvoi dimulai di Mesjid Syekh Yusuf Kabupaten Gowa menuju Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Di depan bangunan wakil rakyat itu, ratusan anggota Red Gank mulai menyuarakan aspirasinya.
Baca juga:Deretan Kapten Utama PSM Makassar dari Tahun ke Tahun
“Di DPRD Sulsel kami melakukan penancapan bendera setengah tiang dikawal dengan tradisi angngaru. Maknanya ialah kami ingin kepastian pembangunan Stadion Mattoanging,” kata Ketua Panitia Aksi, Mizwar.
Tak ada perwakilan anggota dewan yang menemui mereka. Diakui Mizwar, pihaknya memang tak menginginkan jawaban atas aksi duka peratapan Stadion Mattoanging ini.
“Tidak ada tuntutan. Kami cuma simbolis bahwa ini bentuk duka kami sebagai suporter tribun utara. Bahwa sampai saat ini, tidak ada kepastian pembangunan Stadion Mattoanging yang mangkrak,” ujarnya.
Selepas dari DPRD Sulsel, ratusan peseta konvoi menuju Kantor Gubernur Sulsel. Di sana, mereka kembali menancapkan bendera setengah tiang dan melakukan tradisi angngaru.
“Di depan kantor gubernur juga kami begitu, pakai baju adat, pakai badik. Kami siap mengawal terus pembangunan Stadion Mattoanging sampai jadi. Dengan seruannya ya, itu angngaru,” ujar Mizwar.
Baca juga:Pemain PSM Makassar Jalani Trial di Klub Sepak Bola Yunani
Di Kantor Gubernur Sulsel, mereka juga tidak diterima. Mizwar bilang, memang pihaknya tak berharap diterima oleh pihak pemerintah, melainkan cuma sebatas menyampaikan aspirasi.
“Kami tidak butuh jawaban. Memang targetnya seperti itu. Bahwa kami mengibarkan bendera setengah tiang, bahwa di mana mata hati para pemerintah yang tidak melanjutkan pembangunan Stadion Mattoanging ,” terang Ciwa sapaannya.
Dari Kantor Gubernur Sulsel, peserta konvoi menuju makam legenda PSM, Ramang di Panaikang. Mereka berziarah sekaligus mendoakan pesepakbola yang kemampuannya seperti dongeng ini.
“Itu sebagai penghormatan ke beliau sebagai legenda sepak bola di Sulawesi Selatan. Dan yang paling penting juga ialah mengingatkan ke teman-teman Red Gank bahwa kematian itu pasti ada,” tambah Sekjen Red Gank, Sadakati Sukma.
Lokasi Stadion Mattoanging menjadi titik kumpul terakhir konvoi peserta Red Gank. Di markas PSM inilah, mereka memperingati HUT kelompok suporter ini yang sudah berusia 18 tahun.
“Terakhir kami di Stadion Mattoanging, acara kecil-kecilan. Potong tumpeng tepat di pukul 18.00, sesuai usia red Gank yang ke-18. Kami juga menyanyi dan berdoa serta menancapkan bendera Red Gank tepat di tribun utara Stadion Mattoanging,” jelas Sadat sapaannya.
Baca juga:Hasil Liga 1 2021/2022: Gol Telat Sayuri Buyarkan Kemenangan Bali United atas PSM
Sadat menjelaskan, tema HUT Red Gank ke-18 ini ialah Kibar Prestasi untuk PSM. Ia berharap suporter Red Gank tetap mendukung Juku Eja agar tetap mengibarkan prestasi, meski bermain tidak di Makassar.
“Kita ingin walaupun PSM sekarang tidak memiliki stadion, tapi itu bukan sesuatu yang membuat kita tidak semangat untuk meraih prestasi. Intinya apapun kejadiannya, dimanapun PSMnya, Red Gank akan tetap mengibarkan semangat agar PSM menggapai deretan prestasi ke depan,” tutupnya.
(luq)
Lihat Juga :