Tidak Timbulkan Klaster Covid-19 Baru, Harapan ITDC di Tes Pramusim MotoGP Mandalika
Kamis, 10 Februari 2022 - 06:30 WIB
loading...
Direktur Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Abdulbar M Mansoer berharap MotoGP bisa meniru kesuksesan World Superbike (WSBK) yang tidak menimbulkan klaster Covid-19 baru / Foto: ITDC
A
A
A
LOMBOK - Direktur Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Abdulbar M Mansoer berharap MotoGP bisa meniru kesuksesan World Superbike (WSBK) yang tidak menimbulkan klaster Covid-19 baru. Karena itu, sistem bubble yang diterapkan pada tes pramusim MotoGP Mandalika 2022 diharapkan bisa efektif menekan angka penyebaran Covid-19.
Pada WSBK 2021, November lalu. Penerapan sistem bubble yang dilakukan panitia penyelenggara sukses menekan angka penyebaran Covid-19.
Saat itu, para pembalap dan kru harus menjalani karantina selama tiga hari di Jakarta sebelum berangkat ke Lombok. Sementara, sistem bubble yang diterapkan pada tes pramusim MotoGP Mandalika 2022 berbeda.
BACA JUGA: Pembalap MotoGP Keluyuran di Lombok, ITDC Berikan Reaksi
Sistem ini diklaim lebih ketat karena para pembalap hanya bisa beraktivitas dalam tiga tempat, yakni hotel, tempat olahraga dan Sirkuit Mandalika. Meski memiliki sistem bubble yang berbeda, Abdulbar berharap tes pramusim MotoGP Mandalika 2022 bisa meniru kesuksesan WSBK 2021.
Tentu, hal itu dimaksudkan untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di Tanah Air. “Kami juga belajar dari WSBK yang berhasil tidak menjadi klaster baru. Semoga MotoGP nanti bisa menerapkan standar yang sama sehingga tidak ada kasus yang baru lagi,” kata Abdulbar kepada awak media di Jakarta, Rabu (9/2/2022).
Meski demikian, beberapa permasalahan sempat muncul ke permukaan menjelang gelaran tes pramusim MotoGP Mandalika 2022, dimana para pembalap terlihat tidak patuh dengan sistem bubble. Atas dasar itu, Abdulbar mengatakan kegiatan yang dilakukan para pembalap itu sudah dalam pengawasan ketat dan berdasar pada hasil tes usap negatif.
Pada WSBK 2021, November lalu. Penerapan sistem bubble yang dilakukan panitia penyelenggara sukses menekan angka penyebaran Covid-19.
Saat itu, para pembalap dan kru harus menjalani karantina selama tiga hari di Jakarta sebelum berangkat ke Lombok. Sementara, sistem bubble yang diterapkan pada tes pramusim MotoGP Mandalika 2022 berbeda.
BACA JUGA: Pembalap MotoGP Keluyuran di Lombok, ITDC Berikan Reaksi
Sistem ini diklaim lebih ketat karena para pembalap hanya bisa beraktivitas dalam tiga tempat, yakni hotel, tempat olahraga dan Sirkuit Mandalika. Meski memiliki sistem bubble yang berbeda, Abdulbar berharap tes pramusim MotoGP Mandalika 2022 bisa meniru kesuksesan WSBK 2021.
Tentu, hal itu dimaksudkan untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di Tanah Air. “Kami juga belajar dari WSBK yang berhasil tidak menjadi klaster baru. Semoga MotoGP nanti bisa menerapkan standar yang sama sehingga tidak ada kasus yang baru lagi,” kata Abdulbar kepada awak media di Jakarta, Rabu (9/2/2022).
Meski demikian, beberapa permasalahan sempat muncul ke permukaan menjelang gelaran tes pramusim MotoGP Mandalika 2022, dimana para pembalap terlihat tidak patuh dengan sistem bubble. Atas dasar itu, Abdulbar mengatakan kegiatan yang dilakukan para pembalap itu sudah dalam pengawasan ketat dan berdasar pada hasil tes usap negatif.
Lihat Juga :