alexametrics

Homeless World Cup

Tahun depan Indonesia kirim Tim Puteri

loading...
Tahun depan Indonesia kirim Tim Puteri
Ilustrasi / Ist
A+ A-
Sindonews.com – Prestasi membanggakan yang diraih Tim Nasional Street Soccer Homeless World Cup di dua tahun keikutsertaannya, membuat Rumah Cemara berniat membentuk Tim puteri. Organisasi yang berperan sebagai national organizer timnas ini berharap, adanya partisipasi kaum hawa dapat melahirkan lebih banyak prestasi bagi Indonesia.

Proses pembentukan tim nasional rencananya dimulai pada Februari tahun depan. Seleksi pemain digelar melalui sebuah liga street soccer yang khusus diadakan untuk kaum homeless, mencakup pengidap HIV/AIDS, pecandu narkotika, kaum miskin kota, putus sekolah, tunawisma, dan lain sebagainya.

“Persiapan untuk mengikuti Homeless World Cup tahun depan akan kami mulai dengan mengadakan kejuaraan bertajuk League of Change. Rencananya ajang tersebut awal tahun depan, paling lambat Februari. Dan sebagai persiapan mengirim tim puteri ke Homeless World Cup, di liga tersebut kami juga menyediakan kategori perempuan untuk ikut diseleksi,” kata Ginan Koesmayadi, Wakil Direktur Rumah Cemara.



Dia menyebutkan, terdapat beberapa peningkatan di League of Change selanjutnya. Baik berupa kualitas para pemain, pertandingan, maupun jumlah peserta. Hal itu bertujuan semakin meningkatkan prestasi tim nasional Indonesia di ajang Homeless World Cup yang tahun depan akan diselenggarakan di Polandia.

“Untuk League of Change tahun 2013, sudah ada sepuluh provinsi yang memberi konfirmasi kepada kami akan ikut serta. Jumlah ini meningkat dari League of Change 2012 yang hanya diikuti delapan provinsi. Dan tentu aka nada kategori street soccer puteri sebagai persiapan mengirimkan tim nasional puteri ke Homeless World Cup 2013. Sampai saat ini Jawa Barat dan Jawa Timur sudah siap dengan tim puterinya,” kata Ginan.

Pemain terbaik pada Homeless World Cup 2011 di Paris ini juga berharap, keikut sertaan wanita dalam ajang internasional tahunan tersebut bisa memberi banyak pesan moral kepada masyarakat. Terlebih di Indonesia, masih terdapat kesan bahwa olahraga seperti sepakbola, futsal, atau street soccer diidentikkan dengan kaum pria.

“Selain membuktikan bahwa kaum terpinggirkan bisa memberi prestasi kepada bangsanya, kami kami pun berharap, dengan Indonesia mengirimkan tim putera-puteri ke ajang Homeless World Cup 2013, ini bisa menunjukkan kesetaraan gender. Kaum wanita bisa menunjukkan bahwa mereka pun mampu berkarya melalui olahraga,” ungkap Ginan.

Sementara Manager Tim Nasional Homeless World Cup 2012 Febby Arhemsyah, kejuaraan street soccer bagi kaum homeless di seluruh dunia tersebut hanya sebagai sarana pemberian motivasi. Terlebih para peserta di dalamnya merupakan orang-orang yang kerap dipandang sebelah mata oleh masyarakat.

“Bagi para pemain tim nasional Homeless World Cup, ajang ini memang sangat berharga. Tapi pertandingan sebenarnya adalah perubahan hidup di dunia nyata. Dan kejuaraan itu bukanlah masalah menang atau kalah. Ini membuktikan bahwa ODHA (orang dengan HIV/AIDS) dan kalangan homeless lainnya bisa berbuat sesuatu yang positif untuk bangsanya hingga menorehkan sejarah,” ujar Febby.
(wbs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak