Agen Blak-blakan Ungkap Alasan Pratama Arhan Pilih Tokyo Verdy ketimbang Klub Elite Eropa
Jum'at, 04 Maret 2022 - 19:32 WIB
loading...
Pratama Arhan memilih Tokyo Verdy ketimbang klub elite Eropa/Foto/Instagram
A
A
A
JAKARTA - Agen Pratama Arhan buka-bukaan soal alasannya memilih Tokyo Verdy ketimbang menerima pinangan klub elite Eropa. Bek kiri tim nasional Indonesia itu ternyata sudah dipantau sejak lama oleh klub Divisi II Liga Jepang tersebut.
Agen Arhan, Dusan Bogdanovic, membeberkan mantan pemain PSIS Semarang itu mendapatkan banyak tawaran dari tim-tim asal Eropa setelah tampil apik di Piala AFF 2020 . Arhan juga terpilih sebagai pemain muda terbaik di ajang tersebut.
Baca juga: Pelatih Shakhtar Donetsk Terbunuh dalam Perang Rusia vs Ukraina, Palkin: Stop Kegilaan Ini!
Bogdanovic menjelaskan bahwa pemain berusia 20 tahun itu diincar banyak klub. Tawaran datang tak hanya dari Asia, juga dari tim-tim asal Benua Biru. Akan tetapi, Arhan memutuskan untuk berlabuh ke Tokyo Verdy.
Menurut Bogdanovic, klub yang berkompetisi di kasta kedua Liga Jepang itu sudah memantaunya sejak satu tahun lalu dan hampir mendatangkannya pada Agustus 2021 lalu tetapi karena ketatnya peraturan Pemerintah Jepang soal kedatangan orang asing akibat pandemi Covid-19 yang belum mereda membuat transfernya gagal.
Agen Arhan, Dusan Bogdanovic, membeberkan mantan pemain PSIS Semarang itu mendapatkan banyak tawaran dari tim-tim asal Eropa setelah tampil apik di Piala AFF 2020 . Arhan juga terpilih sebagai pemain muda terbaik di ajang tersebut.
Baca juga: Pelatih Shakhtar Donetsk Terbunuh dalam Perang Rusia vs Ukraina, Palkin: Stop Kegilaan Ini!
Bogdanovic menjelaskan bahwa pemain berusia 20 tahun itu diincar banyak klub. Tawaran datang tak hanya dari Asia, juga dari tim-tim asal Benua Biru. Akan tetapi, Arhan memutuskan untuk berlabuh ke Tokyo Verdy.
Menurut Bogdanovic, klub yang berkompetisi di kasta kedua Liga Jepang itu sudah memantaunya sejak satu tahun lalu dan hampir mendatangkannya pada Agustus 2021 lalu tetapi karena ketatnya peraturan Pemerintah Jepang soal kedatangan orang asing akibat pandemi Covid-19 yang belum mereda membuat transfernya gagal.
Lihat Juga :