Di Ambang Juara, Bayern Versi Flick Lebih Baik dari Heynckes dan Guardiola?
Selasa, 16 Juni 2020 - 12:01 WIB
loading...
A
A
A
Rasio poin per laga Bayern mencatat 2,71 melampaui 2,6 milik skuat Guardiola musim 2013/2014 dan di depan 2,70 yang fenomenal milik tim Heynckes 2012/2013 yang memenangi treble, yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Tapi, angka-angka itu saja tidak cukup menjelaskan mengapa Bayern yang semula memperkerjakan Flick sementara sampai akhir musim 2019/2020 menjadi permanen hingga 2023. Ada hal lain, yang membuat Bayern percaya pada Flick. "Hansi paham mentalitas klub," kata anggota dewan Bayern, Olivier Kahn.
Flick pun mengakui banyak hal telah berubah sejak dia menjadi pemain di klub itu pada akhir 1980-an. "Pada waktu saya sebagai pemain, hanya keberhasilan yang dihitung. Anda menang 1-0, tidak dipermasalahkan," jelas pelatih berusia 55 tahun itu.
"Hari ini, menang tidak cukup. Tentu saja, pada akhirnya harus memenangkan gelar. Tapi saya sepenuhnya memahami bahwa Bayern memiliki ambisi untuk melampaui memberi kemenangan 1-0 kepada penggemar mereka."
Sejauh ini, misi itu tercapai untuk Hansi Flick. Bayern gagal mencetak gol hanya sekali di bawah arahannya, saat bermain imbang tanpa gol melawan RB Leipzig pada Matchday 21. Mereka juga hanya mencatat dua kemenangan 1-0 selama masa jabatannya.
Kemenangan 2-0 Bayern di Union Berlin saat menandai kembalinya mereka ke kompetisi setelah jeda panjang akibat pandemi virus corona, mencatatkan 50 gol dalam 16 pertandingan liga pasukan Flick hingga saat itu.
Sedangkan kemenangan 5-0 atas Fortuna Duesseldorf membawa Bayern mencatat 86 gol liga, dan jumlah itu menjadi yang terbaik untuk tim di Bundesliga dari jumlah pertandingan dalam satu musim. Dan kini mereka memiliki 92 gol dengan tiga pertandingan sisa. Jumlah gol mereka bisa bertambah jika berhasil membobol gawang Werder Bremen.
Tapi, angka-angka itu saja tidak cukup menjelaskan mengapa Bayern yang semula memperkerjakan Flick sementara sampai akhir musim 2019/2020 menjadi permanen hingga 2023. Ada hal lain, yang membuat Bayern percaya pada Flick. "Hansi paham mentalitas klub," kata anggota dewan Bayern, Olivier Kahn.
Flick pun mengakui banyak hal telah berubah sejak dia menjadi pemain di klub itu pada akhir 1980-an. "Pada waktu saya sebagai pemain, hanya keberhasilan yang dihitung. Anda menang 1-0, tidak dipermasalahkan," jelas pelatih berusia 55 tahun itu.
"Hari ini, menang tidak cukup. Tentu saja, pada akhirnya harus memenangkan gelar. Tapi saya sepenuhnya memahami bahwa Bayern memiliki ambisi untuk melampaui memberi kemenangan 1-0 kepada penggemar mereka."
Sejauh ini, misi itu tercapai untuk Hansi Flick. Bayern gagal mencetak gol hanya sekali di bawah arahannya, saat bermain imbang tanpa gol melawan RB Leipzig pada Matchday 21. Mereka juga hanya mencatat dua kemenangan 1-0 selama masa jabatannya.
Kemenangan 2-0 Bayern di Union Berlin saat menandai kembalinya mereka ke kompetisi setelah jeda panjang akibat pandemi virus corona, mencatatkan 50 gol dalam 16 pertandingan liga pasukan Flick hingga saat itu.
Sedangkan kemenangan 5-0 atas Fortuna Duesseldorf membawa Bayern mencatat 86 gol liga, dan jumlah itu menjadi yang terbaik untuk tim di Bundesliga dari jumlah pertandingan dalam satu musim. Dan kini mereka memiliki 92 gol dengan tiga pertandingan sisa. Jumlah gol mereka bisa bertambah jika berhasil membobol gawang Werder Bremen.
Lihat Juga :