alexametrics

FIA: Mercedes dan Pirelli tabrak aturan

loading...
FIA: Mercedes dan Pirelli tabrak aturan
Dok.Okezone
A+ A-
Sindonews.com - Federasi Otomotif Internasional (FIA) akan mengevaluasi pengujian diam-diam yang dilakukan Mercedes sebelum balapan di Grand Prix Monaco, Minggu (26/5). Evaluasi itu diambil setelah dua kompetitor mereka, Red Bull dan Ferrari, akan memerkarakan masalah tersebut ke pengadilan.

"Protes telah diajukan oleh Red Bull dan Ferrari mengenai pelanggaran yang tercantum pada pasal 22.4 h. Mercedes telah melakukan pengujian itu selama tiga hari (15, 16, dan 17 Mei lalu di Barcelona)," jelas pernyataan resmi FIA seperti dilansir Planetf1, Senin (27/5/2013).

"Pengadilan dapat memutuskan untuk menimbulkan hukuman. Prosedur tersebut akan diikuti dalam upaya mencapai Aturan Disiplin Yudisial dan FIA," lanjutnya.



Sebenarnya masalah itu tidak akan menjadi besar jika Pirelli maupun Mercedes mengonfirmasi akan melakukan pengujian ban. Pasalnya, sejuah ini FIA telah memberikan kewenangan kepada pemasok ban F1 asal Italia tersebut untuk melakukan uji coba itu. Namun baik Pirelli maupun Mercedes tidak memberikan laporan kepada FIA.

Berikut adalah pernyataan resmi FIA:


Pada awal Mei lalu, FIA melakukan komunikasi dengan Pirelli terkait pengujian pengembangan ban dengan sejumlah tim. Karena dalam kontrak Pirelli dengan FIA, mereka merupakan pemasok ban tunggal di balapan jet darat ini. Akan tetapi, setelah komunikasi tersebut berlangsung FIA justru tidak pernah menerima informasi lebih lanjut tentang tes ''rahasia'' yang dilakukan Pirelli dengan Mercedes. Bahkan mereka tidak pernah menerima konfirmasi bahwa semua tim telah diberikan kesempatan untuk ambil bagian dalam tes pengujian tersebut.

Dengan demikian, jika dilihat dari peraturan yang diberikan FIA tersebut. Kemungkinan besar Mercedes maupun Pirelli akan terkena sanksi berat terkait pengujian atau tes ujicoba ban secara rahasia yang dilakukan seusai balapan di GP Spanyol lalu.
(aww)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak