UEFA Godok Aturan Baru Financial Fair Play, Kabar Buruk untuk Klub Tajir?
Kamis, 07 April 2022 - 23:46 WIB
loading...
A
A
A
“Peraturan keuangan pertama UEFA, diperkenalkan pada 2010, memenuhi tujuan utamanya,” kata Ceferin dalam rapat Komite Eksekutif UEFA dilansir Daily Mail, Kamis (7/4/2022).
“Namun, evolusi industri sepak bola, di samping dampak keuangan yang tak terhindarkan dari pandemi, telah menunjukkan perlunya reformasi menyeluruh dan peraturan keberlanjutan keuangan baru,” paparnya.
Saat ini, UEFA masih memberlakukan aturan lama, di mana klub bisa membelanjakan lima juta euro atau sekitar Rp78 miliar lebih banyak daripada pendapatan selama periode tiga tahun. Tetapi, ada juga keringanan bagi klub untuk mengeluarkan 30 juta euro (Rp469 miliar) lebih banyak melalui suntikan dana pemilik klub.
Namun begitu, regulasi lama itu akan segera berubah menjelang bursa transfer pada Juni 2022. Tidak tanggung-tanggung, klub yang melanggar aturan FFP akan terdegradasi dari kompetisi di bawah naungan UEFA.
“Namun, evolusi industri sepak bola, di samping dampak keuangan yang tak terhindarkan dari pandemi, telah menunjukkan perlunya reformasi menyeluruh dan peraturan keberlanjutan keuangan baru,” paparnya.
Saat ini, UEFA masih memberlakukan aturan lama, di mana klub bisa membelanjakan lima juta euro atau sekitar Rp78 miliar lebih banyak daripada pendapatan selama periode tiga tahun. Tetapi, ada juga keringanan bagi klub untuk mengeluarkan 30 juta euro (Rp469 miliar) lebih banyak melalui suntikan dana pemilik klub.
Namun begitu, regulasi lama itu akan segera berubah menjelang bursa transfer pada Juni 2022. Tidak tanggung-tanggung, klub yang melanggar aturan FFP akan terdegradasi dari kompetisi di bawah naungan UEFA.
(sto)
Lihat Juga :