Kemenpora Didesak Berangkatkan Atlet di 14 Cabang ke SEA Games 2021

Kamis, 05 Mei 2022 - 13:34 WIB
loading...
Kemenpora Didesak Berangkatkan...
Kemenpora Didesak Berangkatkan Atlet di 14 Cabang ke SEA Games 2021. Foto: Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintah resmi hanya mengirimkan 476 atlet dari 32 cabang olahraga (cabor) untuk bersaing di ajang SEA Games 2021 di Vietnam. Sedangkan atlet dari 14 cabang olahraga lainnya batal berangkat karena hasil penilaian dari tim review bentukan Kemenpora.

Pengiriman atlet dengan jumlah lebih sedikit dari SEA Games 2019 lalu itu menimbulkan banyak kekecewaan, apalagi saat atlet dari beberapa cabang tetap tidak diperbolehkan ikut sekalipun dengan menggunakan biaya mandiri.

Baca Juga: Mulai Besok! SEA Games 2021 Siap Digelar, Saksikan LIVE di iNews, MNCTV, dan RCTI

Masalah tidak berangkatnya atlet dari 14 cabang ini disorot oleh anggota Komisi X DPR RI Fraksi NasDem, Mohammad Haerul Amri. Dia mendesak Kemenpora tetap memberangkatkan para atlet untuk bisa bertanding di perhelatan SEA Games 2021, 12 Mei 2022.

Pria yang saat ini juga menjabat Sekjen DPP Garda Pemuda NasDem ini mencatat para atlet maupun federasi olahraga yang kecewa. Apalagi, para atlet itu nyatanya telah menorehkan medali emas di PON XX Papua.

Para atltet itu, antara lain: Fajar Abdul Rohman, atlet cabang olahraga senam asal Sumsel peraih medali emas di PON XX Papua, Sutjiati Kelanaritma Narendra peraih dua emas dan 1 perak di PON XX. Termasuk pemangkasan kuota atlet Esports yang juga dibatalkan ikut SEA Games.

Dalam pandangannya, apa yang menimpa Sutjiati seharusnya tidak terjadi. Saat usia belia dia lebih memilih pulang dari Amerika Serikat ke Indonesia. Nyatanya, ekspektasi berkontribusi untuk Indonesia sebagaimana panggilan Presiden Jokowi dijawab dengan pembatalan ikut even olahraga internasional seperti SEA Games di Hanoi.

"Berangkat dengan biaya mandiri pun tidak boleh. Padahal Sutjiati di PON menggondol 3 medali, sebelum ke Indonesia dia atlet pilihan Amerika Serikat dengan proses seleksi yang ketat. Aset bangsa seperti ini harusnya dapat ruang yang luas untuk mengharumkan bangsanya di level internasional," demikian Pria yang karib disapa Bang Aam ini menyayangkan, Rabu (4/5/2022).

Peluang prestasi, dikatakan pria yang akrab disapa Bang Aam ini, bisa jadi juga diraih oleh atlet dari berbagai cabang atlet lain yang dibatalkan berangkat.

Ia pun mengaku heran dengan argumentasi Kemenpora dan tim yang ditunjuk untuk menentukan siapa saja atlet yang akhirnya diberangkatkan.

Menurutnya, selama ini banyak atlet yang cukup mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia internasional. Oleh sebab itu, amat disayangkan bila mereka tak bisa bermain dalam pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara itu hanya karena konflik internal di federasinya.

"Alasan-alasan yang dimiliki Kemenpora harusnya tidak sepihak, harusnya bisa mengupayakan para atlet bertanding di ajang SEA Games 2021. Saya yakin mereka bisa membawa harum nama Indonesia di SEA Games 2021," kata Haerul Amri kepada wartawan.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem bidang Pemuda dan Olahraga ini menyebutkan masalah organisasi yang terjadi di federasi seperti dalam Pengurus Pusat (PP) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) tak boleh mengorbankan para atlet. Imbasnya, atlet terkesan dikorbankan sehingga tidak punya kesempatan untuk memberi kontribusi positif terhadap pembangunan olahraga.

Ia berpendapat, seharusnya adanya masalah dan alasan-alasan yang disampaikan oleh Tim review perlu dibahas bersama banyak pihak, salah satunya Komisi X DPR RI.

Pria yang juga Wakil Ketua Umum PP GP Ansor ini mengatakan bahwa Indonesia dibangun atas dasar semangat gotong royong. Apalagi, dalam sejarahnya dalam keadaan terbatas, negeri ini bisa merebut kemerdekaaannya pada 17 agustus 1945 silam.

Artinya, kata Bang Aam, seluruh pihak harus menyadari bahwa alasan biaya atau anggaran tidak relevan jadi alasan pembatalan keberangkatan atlet.

Pria asal Karawang, Jawa Barat itupun memberikan gambaran skema terkait dengan masalah pembatalan keberangkatan atlet. Pihak Kemenpora duduk bersama dengan Komisi X DPR, federasi olahraga masing-masing dan berbagai pihak termasuk swasta yang sudah teruji dalam menopang keberlangsungan atlet nasional.

"Padahal pasti banyak yang keberatan jika atlet batal berangkat dengan alasan peluang prestasi, anggaran dan konflik federasi. Aapalagi, banyak pihak swasta, BUMN yang sudah terbiasa menopang penuh kemajuan prestasi olahraga nasional," demikian argumentasi Aam.

Ia berharap, berbagai alasan dan masalah pembatalan keberangkatan atlet bisa diselesaikan sebelum ajang SEA Games 2021 dimulai.

"Saya harap Kemenpora segera melakukan upaya agar para atlet tenis meja bisa bertanding di SEA Games 2021," katanya.

Ketua tim review Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional (PPON) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Moch Asmawi, menjelaskan dua hal terkait cabang olahraga (cabor) yang diberangkatkan dan tidak ke SEA Games 2021 .

Seperti diketahui, ada 14 cabor yang tidak diberangkatkan ke SEA Games 2021. Hal itu diputuskan berdasarkan penilaiaan (review) dari tim bentukan Kemenpora.

Ke-14 cabor tersebut yakni Bola Tangan Indoor, Bola Tangan Pantai, Dansa, Petanque, Kurash, Futsal, Biliar, Tenis Meja, Muaythai, Xiangqi, Loncat Indah, Senam Ritmik, Senam Aerobik, Binaraga dan Sepak Bola Putri.

"Kita tidak berangkatkan karena tidak mempunyai jejak prestasi dan tidak berpeluang meraih medali pada SEA Games 2021 yang akan datang. Itu adalah pesan dari pemerintah yang tidak bisa ditawar, kenapa karena hulunya adalah olimpiade," kata Asmawi menjelaskan.
(sto)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taklimat Presiden, Semangat...
Taklimat Presiden, Semangat Sumpah Pemuda Energi Baru Prestasi Olahraga Indonesia di Tengah Konflik Global
Menpora Apresiasi Youth...
Menpora Apresiasi Youth Football Tournament Bali 7s 2026 Jadi Ajang Pembinaan Bakat dan Pengembangan Sport Tourism
Menpora Erick Thohir...
Menpora Erick Thohir Dorong Peran Perempuan dan Pemimpin Muda di Kemenpora
Menpora Lantik Gustri...
Menpora Lantik Gustri Oktaviandi Jadi Dirut LPUK, Tekankan Pengelolaan Aset Secara Profesional
Menpora Erick Lantik...
Menpora Erick Lantik Pejabat Tinggi Kemenpora, Rotasi Jabatan Bentuk Komitmen Transformasi
Bonus ASEAN Para Games...
Bonus ASEAN Para Games 2025 Cair, Atlet Para Angkat Berat Mabruk Arib Dzaky Ucapkan Terima Kasih ke Pemerintah
Beasiswa Keolahragaan...
Beasiswa Keolahragaan LPDP-Kemenpora 2026 Kembali Dibuka, Kuliah S2-S3 Gratis
Ratusan Kepsek di Sulsel...
Ratusan Kepsek di Sulsel Mundur Buntut Temuan BPK Terkait Dana BOS, DPR Dorong Evaluasi
AMI: Kebudayaan sebagai...
AMI: Kebudayaan sebagai Solusi Krisis Kepribadian Bangsa
Special Bola
Link Live Streaming...
Bola Dunia
Link Live Streaming Timnas Kolombia vs Portugal di Piala Dunia 2026: Cristiano Ronaldo Cetak Hattrick?
Link Live Streaming...
Bola Dunia
Link Live Streaming Timnas Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Hidup Mati Menuju 32 Besar
Link Live Streaming...
Bola Dunia
Link Live Streaming Timnas Panama vs Inggris di Piala Dunia 2026: Harry Kane Cs Incar Juara Grup L
Rekomendasi
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Kunjungi Maliosewu,...
Kunjungi Maliosewu, Jokowi Jajan Es Teh Manis
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Berita Terkini
Inggris Juara Grup L,...
Inggris Juara Grup L, Kroasia Susah Payah Kalahkan Ghana
Scaloni Berani Cadangkan...
Scaloni Berani Cadangkan Messi, Ada Apa?
Lineker Semprot FIFA:...
Lineker Semprot FIFA: Hukuman Madibo Tak Masuk Akal
Mohamed Salah Cedera,...
Mohamed Salah Cedera, Mesir Deg-degan Jelang Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Iran Tak Punya Keberuntungan,...
Iran Tak Punya Keberuntungan, Apa yang Terjadi dengan Sepak Bola Teheran?
AS Sesumbar Siap Fasilitasi...
AS Sesumbar Siap Fasilitasi Iran jika Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
Infografis
Klasemen Medali SEA...
Klasemen Medali SEA Games 2025 (Rabu 17 Desember Pukul 07.00 WIB)
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved