Juara Waralaba WBC Jalur Pintas Fury Hindari Whyte demi Joshua
Minggu, 21 Juni 2020 - 08:37 WIB
loading...
Juara Waralaba WBC Jalur Pintas Fury Hindari Whyte demi Joshua/Boxing Scene/Sky Sports
A
A
A
LONDON - Tyson Fury akan dihubungi oleh WBC untuk membahas statusnya sebagai juara tinju Kelas Berat mereka, membiarkan pintu terbuka untuk menjadi pemegang gelar 'franchise'. Fury bersiap bertemu Deontay Wilder dalam pertarungan gelar WBC ketiga, tetapi diberi mandat untuk mempertahankan sabuk juaranya melawan Dillian Whyte sebelum Februari 2021. Gypsy King juga telah menyetujui persyaratan finansial untuk menghadapi juara WBA, IBF, WBO, IBO Anthony Joshua dalam duel unifikasi. Jika status Fury juara waralaba, peluang untuk langsung bertemu Joshua sangat besar.
Bos Top Rank Bob Arum, yang merupakan promotor Fury di Amerika Serikat, menyarankan petinjunya dapat ditingkatkan menjadi juara 'waralaba'. Tujuannya bisa menghindari kewajiban mandatory menghadapi Whyte dan langsung bertarung melawan Joshua. Presiden WBC Mauricio Sulaiman, ketika ditanya tentang Fury, mengatakan kepada Sky Sports: "Kami menangani setiap kategori berat badan secara terpisah. WBC sedang dalam proses menghubungi setiap juara untuk menilai status dan rencana mereka saat ini.’’
"WBC akan melihat ke dalam setiap kategori dan akan meninjau setiap kasus dan aturan dengan mempertimbangkan variabel yang harus dilakukan dengan setiap kasus." WBC juga meningkatkan status Vasiliy Lomachenko dan Saul 'Canelo' Alvarez menjadi juara 'waralaba' yang berarti mereka tidak berkewajiban untuk melawan penantang wajib. Dalam kasus Lomachenko, ia memegang gelar WBA, 'waralaba' WBC, dan gelar ringan WBO dan akan bertarung dengan juara IBF Teofimo Lopez berikutnya.
Baca Juga: Menggunakan Ponsel di KRL Bisa Meningkatkan Potensi Penularan Covid-19
Ketika ia diberi status 'waralaba', Devin Haney ditingkatkan dari juara sementara menjadi pemegang gelar penuh dan Luke Campbell diperintahkan untuk memperjuangkan sabuk sementara.
Arum sebelumnya mengatakan kepada Sky Sports bahwa Fury tidak boleh dipaksa untuk menghadapi Whyte pada Februari 2021: "Organisasi-organisasi ini akan menyadari bahwa mandatory harus didorong ke masa depan karena petinju, setidaknya selama tiga bulan, tidak memiliki kemampuan untuk bertarung. Kemudian setelah tiga bulan itu, pertarungan akan tanpa penonton.’’
"Kami akan berbicara dengan organisasi untuk menghilangkan mandatory, atau untuk menunda semuanya selama setidaknya satu tahun,'’lanjutnya.
Bos Top Rank Bob Arum, yang merupakan promotor Fury di Amerika Serikat, menyarankan petinjunya dapat ditingkatkan menjadi juara 'waralaba'. Tujuannya bisa menghindari kewajiban mandatory menghadapi Whyte dan langsung bertarung melawan Joshua. Presiden WBC Mauricio Sulaiman, ketika ditanya tentang Fury, mengatakan kepada Sky Sports: "Kami menangani setiap kategori berat badan secara terpisah. WBC sedang dalam proses menghubungi setiap juara untuk menilai status dan rencana mereka saat ini.’’
"WBC akan melihat ke dalam setiap kategori dan akan meninjau setiap kasus dan aturan dengan mempertimbangkan variabel yang harus dilakukan dengan setiap kasus." WBC juga meningkatkan status Vasiliy Lomachenko dan Saul 'Canelo' Alvarez menjadi juara 'waralaba' yang berarti mereka tidak berkewajiban untuk melawan penantang wajib. Dalam kasus Lomachenko, ia memegang gelar WBA, 'waralaba' WBC, dan gelar ringan WBO dan akan bertarung dengan juara IBF Teofimo Lopez berikutnya.
Baca Juga: Menggunakan Ponsel di KRL Bisa Meningkatkan Potensi Penularan Covid-19
Ketika ia diberi status 'waralaba', Devin Haney ditingkatkan dari juara sementara menjadi pemegang gelar penuh dan Luke Campbell diperintahkan untuk memperjuangkan sabuk sementara.
Arum sebelumnya mengatakan kepada Sky Sports bahwa Fury tidak boleh dipaksa untuk menghadapi Whyte pada Februari 2021: "Organisasi-organisasi ini akan menyadari bahwa mandatory harus didorong ke masa depan karena petinju, setidaknya selama tiga bulan, tidak memiliki kemampuan untuk bertarung. Kemudian setelah tiga bulan itu, pertarungan akan tanpa penonton.’’
"Kami akan berbicara dengan organisasi untuk menghilangkan mandatory, atau untuk menunda semuanya selama setidaknya satu tahun,'’lanjutnya.
Lihat Juga :