Liga Spanyol Laporkan PSG ke UEFA, Kecam Kontrak Mbappe Langgar Financial Fair Play
Minggu, 22 Mei 2022 - 13:00 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Hasil Liga Italia 2021/2022: Juventus Dipermalukan Fiorentina di Laga Penutup
Sebab, klub ibu kota Prancis itu menderita kerugian masif dalam beberapa musim terakhir. Selain itu, Le Parisiens -julukan PSG- juga memiliki beban gaji yang amat tinggi karena skuadnya disesaki pemain bintang.
Kini, Liga Spanyol mengeluarkan pernyataan resmi. Pihak Liga Spanyol menuding PSG telah melanggar aturan financial fair play karena gaji Mbappe tidak sebanding dengan pengeluaran yang dibelanjakan klub.
“Sangat memalukan bahwa PSG yang mengeluarkan 220 juta Euro (biaya transfer Neymar) serta kerugian sebesar 700 juta Euro, dengan beban gaji staf 600 juta Euro dapat menjalin kesepakatan tanpa melihat tagihan upah, dan dibiarkan begitu saja,” bunyi peryataan resmi Liga Spanyol, Minggu (22/5/2022).
“PSG dengan jumlah gaji yang tidak dapat diterima, dengan kerugian ekonomi terbesar, mengasumsikan investasi mustahil, menyiratkan ketidakpatuhan terhadap peraturan kontrol ekonomi, tidak hanya UEFA, tetapi juga sepak bola Prancis,” sambungnya.
Sebab, klub ibu kota Prancis itu menderita kerugian masif dalam beberapa musim terakhir. Selain itu, Le Parisiens -julukan PSG- juga memiliki beban gaji yang amat tinggi karena skuadnya disesaki pemain bintang.
Kini, Liga Spanyol mengeluarkan pernyataan resmi. Pihak Liga Spanyol menuding PSG telah melanggar aturan financial fair play karena gaji Mbappe tidak sebanding dengan pengeluaran yang dibelanjakan klub.
“Sangat memalukan bahwa PSG yang mengeluarkan 220 juta Euro (biaya transfer Neymar) serta kerugian sebesar 700 juta Euro, dengan beban gaji staf 600 juta Euro dapat menjalin kesepakatan tanpa melihat tagihan upah, dan dibiarkan begitu saja,” bunyi peryataan resmi Liga Spanyol, Minggu (22/5/2022).
“PSG dengan jumlah gaji yang tidak dapat diterima, dengan kerugian ekonomi terbesar, mengasumsikan investasi mustahil, menyiratkan ketidakpatuhan terhadap peraturan kontrol ekonomi, tidak hanya UEFA, tetapi juga sepak bola Prancis,” sambungnya.
Lihat Juga :