Tengilnya Hanifan Bikin Pipiet Jatuh Cinta
Minggu, 26 April 2020 - 21:02 WIB
loading...
Menpora Zainudin Amali melakukan bincang santai sekaligus ngabuburit di bulan Ramadhan bersama pasangan pesilat Indonesia, Hanifan Yudani Kusumah dan Pipiet Kamelia / Foto: Instagram Hanifan
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali melakukan bincang santai sekaligus ngabuburit di bulan Ramadhan bersama pasangan pesilat Indonesia, Hanifan Yudani Kusumah dan Pipiet Kamelia. Dalam bincang santai yang disiarkan langsung pada akun Instagram Kemenpora R1, Sabtu (25/4/2020) itu, ada banyak yang dibahas salah satunya mengenai kisah percintaan mereka hingga akhirnya berada di pelaminan.
Pertama, Menpora ngobrol santai dengan Hanifan. Bak host, politikus Golkar itu melontarkan berbagai pertanyaan. Suasana tampak begitu penuh keakraban. Menurut Menpora, Hanifan merupakan salah satu pesilat andalan Indonesia dan menjadi harapan tim merah putih.
"Hanifan salah satu andalan kita. Nah, bagaimana Hanifan bisa masuk dan tertarik di olahraga pencak silat?. Cabang olahraga bela diri kan banyak," tanya Menpora.
Mendengar itu, Hanifan menjelaskan bahwa dirinya tertarik untuk menekuni pencak silat karena orang tua dan ingin mengikuti jejaknya. Karena itulah, dia berlatih dan memutuskan untuk berkarier di olahraga pencak silat.
"Awalnya mengikuti jejak orang tua. Berlatih, bersemangat, dan harus memiliki tekad. Kemudian ikut kejuaraan dan dipantau untuk mengikuti PON. Kemudian ikut latihan dan harus juga seleksi. Proses seleksi sangat ketat, bersaing dengan senior, dan teman sendiri,” sahut Hanifan.
Kemudian, Menpora kembali menanyakan kepada Hanifan mengenai perkembangan pencak silat di Indonesia. Apalagi, UNESCO menetapkan tradisi pencak silat sebagai warisan budaya tak benda. Hanifan berpendapat, pencak silat saat ini perkembangannya sangat baik.
Hanifan menginginkan pencak silat terus dibesarkan. "Pencak silat sangat baik perkembangannya. Kita ingin pencak silat ini kita besarkan. Hanifan selalu memberi arahan dan motivasi untuk adik-adik, jangan gengsi untuk belajar pencak silat. Kita jangan mau kalah dengan negara-negara lain," bebernya.
Pertama, Menpora ngobrol santai dengan Hanifan. Bak host, politikus Golkar itu melontarkan berbagai pertanyaan. Suasana tampak begitu penuh keakraban. Menurut Menpora, Hanifan merupakan salah satu pesilat andalan Indonesia dan menjadi harapan tim merah putih.
"Hanifan salah satu andalan kita. Nah, bagaimana Hanifan bisa masuk dan tertarik di olahraga pencak silat?. Cabang olahraga bela diri kan banyak," tanya Menpora.
Mendengar itu, Hanifan menjelaskan bahwa dirinya tertarik untuk menekuni pencak silat karena orang tua dan ingin mengikuti jejaknya. Karena itulah, dia berlatih dan memutuskan untuk berkarier di olahraga pencak silat.
"Awalnya mengikuti jejak orang tua. Berlatih, bersemangat, dan harus memiliki tekad. Kemudian ikut kejuaraan dan dipantau untuk mengikuti PON. Kemudian ikut latihan dan harus juga seleksi. Proses seleksi sangat ketat, bersaing dengan senior, dan teman sendiri,” sahut Hanifan.
Kemudian, Menpora kembali menanyakan kepada Hanifan mengenai perkembangan pencak silat di Indonesia. Apalagi, UNESCO menetapkan tradisi pencak silat sebagai warisan budaya tak benda. Hanifan berpendapat, pencak silat saat ini perkembangannya sangat baik.
Hanifan menginginkan pencak silat terus dibesarkan. "Pencak silat sangat baik perkembangannya. Kita ingin pencak silat ini kita besarkan. Hanifan selalu memberi arahan dan motivasi untuk adik-adik, jangan gengsi untuk belajar pencak silat. Kita jangan mau kalah dengan negara-negara lain," bebernya.
Lihat Juga :