Nekat Seks Bebas di Piala Dunia 2022 Qatar Terancam 7 Tahun Penjara!

Kamis, 23 Juni 2022 - 13:40 WIB
loading...
Nekat Seks Bebas di Piala Dunia 2022 Qatar Terancam 7 Tahun Penjara!
Nekat Seks Bebas di Piala Dunia 2022 Qatar Terancam 7 Tahun Penjara!
A A A
DOHA - Piala Dunia Qatar 2022 yang digelar di Asia rupanya akan menjadi culture shock bagi para suporter timnas dari negara Barat. Pasalnya, Qatar berencana melarang seks bebas , alkohol, promosi LGBT.

Dikutip media Inggris, Daily Star, Kamis (23/6/2022) Qatar adalah negara yang menganut norma ketimuran dan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, Qatar melarang seks bebas dan alkohol di tempat publik selama Piala Dunia, 21 November - 18 Desember 2022.

Baca Juga: Satu Grup dengan Indonesia di Piala AFF U-19 2022, Brunei Tebar Ancaman

Pertama, soal minuman beralkohol. Fans-fans sepak bola dari Eropa mungkin terbiasa berjalan ke stadion sambil membawa minuman beralkohol. Di Qatar, hal itu tidak akan terjadi. Minuman beralkohol dilarang di tempat umum.

Selain itu, Qatar juga akan melarang seks bebas. Pasangan yang tidak berstatus suami istri akan ditolak pihak hotel. Dalam laporan yang sama, disebutkan bahwa sudah ada beberapa hotel yang menerapkan aturan tersebut.

Qatar juga menyiapkan hukuman buat para pelaku seks bebas. Bahkan hingga ancaman hukuman penjara selama tujuh tahun.



“Kecuali Anda datang ke sini sebagai suami-istri, itu tidak masalah. Tapi kalau mau seks bebas, jangan di sini karena Anda bisa mendekam di penjara,” kata salah seorang polisi di Qatar.

Kepala Eksekutif Piala Dunia 2022 Qatar, Nasser al-Khater, menegaskan, Qatar terbuka kepada semua fans dari berbagai belahan dunia. Hanya saja ada norma-norma yang berlaku dan harus dihormati para tamu.
Nekat Seks Bebas di Piala Dunia 2022 Qatar Terancam 7 Tahun Penjara!

Laporan lain menyebut Qatar juga melarang promosi gerakan LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) selama pesta sepak bola terakbar berlangsung. Bahkan, beredar papan-papan kampanye melawan LGBT di tempat-tempat umum di Qatar.
(sto)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2983 seconds (10.177#12.26)