Tak Pengaruh Pandemi, Bianca Andreescu Pasang Target Tinggi
Senin, 27 April 2020 - 11:11 WIB
loading...
Bianca Andreescu. Foto/wtatennis
A
A
A
ONTARIO - Pandemi virus corona membuat turnamen tenis musim 2020 ditangguhkan hingga Juli mendatang. Namun, situasi ini tidak memengaruhi target Bianca Andreescu tahun ini. Petenis asal Kanada itu berambisi menjuarai Prancis Terbuka untuk menjadi petenis nomor satu dunia.
Andreescu berharap keinginannya ini bisa tercapai jika Prancis Terbuka bisa berlangsung pada September mendatang. Dia menyatakan akan berusaha keras untuk bisa memenangkan grand slam tanah liat tersebut. Apalagi petenis berusia 19 tahun ini sedang berada dalam kondisi siap tempur meski sedang menjalani karantina mandiri di kediamannya akibat virus corona yang menjangkiti lebih dari 200 negara.
Andreescu merupakan salah satu petenis kejutan pada musim 2019. Petenis kelahiran tahun 2000 itu memenangkan gelar di Newport 125K, Indian Wells, Rogers Cup, dan Amerika Serikat Terbuka. Meski mundur dari Miami Terbuka dan Prancis Terbuka, dia tetap tidak terkalahkan pada periode Februari–September 2019 ketika dirinya bugar untuk melangkah ke lapangan.
Pada turnamen akhir musim, WTA Finals, Andreescu kalah dari Simona Halep dan Karolina Pliskova karena mengalami cedera lutut. Masalah kebugaran ini pula membuatnya tidak turun di satu turnamen pun pada awal musim 2020. Dia sebenarnya patut khawatir dengan lututnya karena tidak menjalani latihan di lapangan sebelum meluasnya wabah virus korona. Namun, kondisi itu ternyata tidak memengaruhi ambisinya menjadi juara di Prancis Terbuka dan menjadi petenis nomor satu dunia tahun ini.
“Menjadi nomor satu dunia selalu menjadi impian saya. Saya berharap Perancis Terbuka digelar pada September, siapa tahu. Sejak awal tahun saya berbicara dengan pelatih dan tujuannya adalah memenangkan Prancis Terbuka. Karena Prancis Terbuka itu masih target saya dan jika melakukan itu, saya tidak tahu bagaimana sistem peringkatnya, tetapi saya pikir akan memiliki peluang bagus untuk menjadi nomor satu dunia,” kata Andreescu dilansir tenis365.
Andreescu berharap keinginannya ini bisa tercapai jika Prancis Terbuka bisa berlangsung pada September mendatang. Dia menyatakan akan berusaha keras untuk bisa memenangkan grand slam tanah liat tersebut. Apalagi petenis berusia 19 tahun ini sedang berada dalam kondisi siap tempur meski sedang menjalani karantina mandiri di kediamannya akibat virus corona yang menjangkiti lebih dari 200 negara.
Andreescu merupakan salah satu petenis kejutan pada musim 2019. Petenis kelahiran tahun 2000 itu memenangkan gelar di Newport 125K, Indian Wells, Rogers Cup, dan Amerika Serikat Terbuka. Meski mundur dari Miami Terbuka dan Prancis Terbuka, dia tetap tidak terkalahkan pada periode Februari–September 2019 ketika dirinya bugar untuk melangkah ke lapangan.
Pada turnamen akhir musim, WTA Finals, Andreescu kalah dari Simona Halep dan Karolina Pliskova karena mengalami cedera lutut. Masalah kebugaran ini pula membuatnya tidak turun di satu turnamen pun pada awal musim 2020. Dia sebenarnya patut khawatir dengan lututnya karena tidak menjalani latihan di lapangan sebelum meluasnya wabah virus korona. Namun, kondisi itu ternyata tidak memengaruhi ambisinya menjadi juara di Prancis Terbuka dan menjadi petenis nomor satu dunia tahun ini.
“Menjadi nomor satu dunia selalu menjadi impian saya. Saya berharap Perancis Terbuka digelar pada September, siapa tahu. Sejak awal tahun saya berbicara dengan pelatih dan tujuannya adalah memenangkan Prancis Terbuka. Karena Prancis Terbuka itu masih target saya dan jika melakukan itu, saya tidak tahu bagaimana sistem peringkatnya, tetapi saya pikir akan memiliki peluang bagus untuk menjadi nomor satu dunia,” kata Andreescu dilansir tenis365.
Lihat Juga :