Arema FC vs Persija Jakarta: Duel Mewah, Adu Strategi Pragmatis Kontra Gegenpressing
Minggu, 28 Agustus 2022 - 08:30 WIB
loading...
A
A
A
Kredit khusus disematkan pada Syahrian Abimanyu, kehadiran pesepakbola muda berusia 23 tahun ini menjadi penyeimbang di lini tengah tim ibukota. Perannya begitu sentral, tak heran mencatatkan dua assist dari enam pertandingan dengan 485 menit bermain.
Satu nama yang perlu diwaspadai Arema FC tentulah sosok Abdullah Yusuf Helal, pemain asing asal Bahrain begitu menjanjikan. Beroperasi dari second line membantu Michael Krmencik, pesepakbola 29 tahun ini sudah mencatatkan tiga gol dari 365 bermainnya. Kecepatan, olah bola, determinasi, dan skill-nya menjadi ancaman bagi Arema FC.
Namun Singo Edan, bukanlah tim yang mudah dikalahkan. Apalagi saat bermain di kandang sendiri, melawan Persija tentu menjadi motivasi tersendiri terlebih bila meraih kemenangan. Hasil kemenangan melawan sesama tim besar bisa menjadi modal Arema FC untuk meraih target juara liga musim ini.
Peran sentral Jayus Hariono dan Renshi Yamaguchi amat penting demi menahan laju serangan Persija. Sementara Gian Zola yang biasanya bermain sebagai gelandang serang bisa menjadi muara serangan. Zola yang mencatatkan 313 menit bermain, dari enam pertandingan, pesepakbola 24 tahun ini telah mencatatkan satu kali assist.
Tetapi bila Eduardo Almeida ingin tampil berbeda, sosok Evan Dimas bisa menjadi alternatif. Sosok Evan bisa dijadikan playmaker yang bertugas membagi bola. Memang pesepak bola 27 tahun ini baru mencatatkan 273 menit bermain, tapi ketika Evan dimainkan pola permainan berubah. Lini tengah lebih sabar dan menahan bola, strategi ini bisa jadi alternatif ketika bermain melawan tim Persija yang terkenal solid dalam bertahan juga.
Arema FC cukup beruntung karena kondisi meragukan pasca absen di laga melawan Persita. Pesepakbola 32 tahun asal Jerman ini menderita cedera otot, jika kemungkinan absen tentu itu kabar baik bagi Arema FC. Sebab peran Behrens cukup besar, absennya Behrens mengurangi kerepotan pertahanan Arema FC.
Arema FC perlu mewaspadai menit - menit akhir babak pertama Persija. Pasalnya Macan Kemayoran kerap mencetak gol di menit-menit 30 - 45 babak pertama, sedangkan sisanya gol dicetak di menit-menit awal babak pertama dan menit 75 - 90 di babak kedua.
Sementara bagi Persija Jakarta, perlu mewaspadai menit-menit Arema FC 'edan' di akhir babak kedua. Sebab nyaris setengah gol dari 8 gol yang diciptakan Arema FC dicetak di menit 75 - 90. Sedangkan sisanya di menit 15 - 30 dan di awal-awal babak pertama.
Soal taktik kedua pelatih ini juga menarik, Eduardo Almeida terkesan lebih mengutamakan hasil. Hal ini patut dilihat bagaimana Arema FC bermain dengan tim kuat di kandang sendiri. Berkaca pada laga tandang melawan Bali United, Arema FC memang mengandalkan serangan balik sehingga meraih kemenangan.
Di sisi lain pelatih Persija Jakarta Thomas Doll memiliki filosofi ala pelatih Jerman. Kinerjanya terlihat saat Persija melawan RANS Nusantara FC dan Persita Tangerang yang bermain atraktif dan menyerang. Seperti halnya pelatih asal Jerman lainnya, taktik pressing ketat dan bermain penuh determinasi menjadi andalannya.
Hal ini ditopang dengan pesepak bola muda yang bertenaga yang dimiliki Persija. Tetapi Thomas Doll perlu mewaspadai serangan balik. Berkaca pada laga tandang melawan Bali United, Macan Kemayoran justru kecolongan saat tengah asyik menguasai pertandingan.
Bagi Arema FC, laga melawan Persija bukanlah sekedar laga biasa. Aroma gengsi melawan tim crazy rich, menjadi acuannya. Terlebih kedua tim juga terlihat jor-joran di bursa transfer. Satu hal pertarungan kedua tim yang seimbang ini bisa jadi akan menghasilkan pemenang bila ada satu kesalahan yang dilakukan.
Bagi Arema FC tentu melawan Persija tak melulu harus mengandalkan keberuntungan. Eduardo Almeida wajib menyiapkan pola permainan khusus dan bermain determinasi tinggi demi meredap racikan mantan pelatih Borussia Dortmund.
Kemenangan melawan RANS Nusantara FC memperlihatkan Arema FC masih rapuh dan mudah kecolongan. Selain itu beberapa pola serangan juga masih terlihat mudah dibaca. Kedalaman skuad yang dimiliki wajib dimanfaatkan dengan bagus oleh Eduardo. Jangan sampai justru menjadi blunder, terlebih ini bermain di hadapan ribuan Aremania di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.
Satu nama yang perlu diwaspadai Arema FC tentulah sosok Abdullah Yusuf Helal, pemain asing asal Bahrain begitu menjanjikan. Beroperasi dari second line membantu Michael Krmencik, pesepakbola 29 tahun ini sudah mencatatkan tiga gol dari 365 bermainnya. Kecepatan, olah bola, determinasi, dan skill-nya menjadi ancaman bagi Arema FC.
Namun Singo Edan, bukanlah tim yang mudah dikalahkan. Apalagi saat bermain di kandang sendiri, melawan Persija tentu menjadi motivasi tersendiri terlebih bila meraih kemenangan. Hasil kemenangan melawan sesama tim besar bisa menjadi modal Arema FC untuk meraih target juara liga musim ini.
Peran sentral Jayus Hariono dan Renshi Yamaguchi amat penting demi menahan laju serangan Persija. Sementara Gian Zola yang biasanya bermain sebagai gelandang serang bisa menjadi muara serangan. Zola yang mencatatkan 313 menit bermain, dari enam pertandingan, pesepakbola 24 tahun ini telah mencatatkan satu kali assist.
Tetapi bila Eduardo Almeida ingin tampil berbeda, sosok Evan Dimas bisa menjadi alternatif. Sosok Evan bisa dijadikan playmaker yang bertugas membagi bola. Memang pesepak bola 27 tahun ini baru mencatatkan 273 menit bermain, tapi ketika Evan dimainkan pola permainan berubah. Lini tengah lebih sabar dan menahan bola, strategi ini bisa jadi alternatif ketika bermain melawan tim Persija yang terkenal solid dalam bertahan juga.
Arema FC cukup beruntung karena kondisi meragukan pasca absen di laga melawan Persita. Pesepakbola 32 tahun asal Jerman ini menderita cedera otot, jika kemungkinan absen tentu itu kabar baik bagi Arema FC. Sebab peran Behrens cukup besar, absennya Behrens mengurangi kerepotan pertahanan Arema FC.
Arema FC perlu mewaspadai menit - menit akhir babak pertama Persija. Pasalnya Macan Kemayoran kerap mencetak gol di menit-menit 30 - 45 babak pertama, sedangkan sisanya gol dicetak di menit-menit awal babak pertama dan menit 75 - 90 di babak kedua.
Sementara bagi Persija Jakarta, perlu mewaspadai menit-menit Arema FC 'edan' di akhir babak kedua. Sebab nyaris setengah gol dari 8 gol yang diciptakan Arema FC dicetak di menit 75 - 90. Sedangkan sisanya di menit 15 - 30 dan di awal-awal babak pertama.
Soal taktik kedua pelatih ini juga menarik, Eduardo Almeida terkesan lebih mengutamakan hasil. Hal ini patut dilihat bagaimana Arema FC bermain dengan tim kuat di kandang sendiri. Berkaca pada laga tandang melawan Bali United, Arema FC memang mengandalkan serangan balik sehingga meraih kemenangan.
Di sisi lain pelatih Persija Jakarta Thomas Doll memiliki filosofi ala pelatih Jerman. Kinerjanya terlihat saat Persija melawan RANS Nusantara FC dan Persita Tangerang yang bermain atraktif dan menyerang. Seperti halnya pelatih asal Jerman lainnya, taktik pressing ketat dan bermain penuh determinasi menjadi andalannya.
Hal ini ditopang dengan pesepak bola muda yang bertenaga yang dimiliki Persija. Tetapi Thomas Doll perlu mewaspadai serangan balik. Berkaca pada laga tandang melawan Bali United, Macan Kemayoran justru kecolongan saat tengah asyik menguasai pertandingan.
Bagi Arema FC, laga melawan Persija bukanlah sekedar laga biasa. Aroma gengsi melawan tim crazy rich, menjadi acuannya. Terlebih kedua tim juga terlihat jor-joran di bursa transfer. Satu hal pertarungan kedua tim yang seimbang ini bisa jadi akan menghasilkan pemenang bila ada satu kesalahan yang dilakukan.
Bagi Arema FC tentu melawan Persija tak melulu harus mengandalkan keberuntungan. Eduardo Almeida wajib menyiapkan pola permainan khusus dan bermain determinasi tinggi demi meredap racikan mantan pelatih Borussia Dortmund.
Kemenangan melawan RANS Nusantara FC memperlihatkan Arema FC masih rapuh dan mudah kecolongan. Selain itu beberapa pola serangan juga masih terlihat mudah dibaca. Kedalaman skuad yang dimiliki wajib dimanfaatkan dengan bagus oleh Eduardo. Jangan sampai justru menjadi blunder, terlebih ini bermain di hadapan ribuan Aremania di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.
Lihat Juga :