Khawatir Kondisi Pascapandemi, Mayoritas Warga Tokyo Tolak Olimpiade
Kamis, 02 Juli 2020 - 13:31 WIB
loading...
A
A
A
Terlebih Gubernur petahana Tokyo, Yuriko Koike, begitu ambisius menjalankan olimpiade di kotanya. Dia bahkan telah banyak terlibat dalam persiapan olimpiade, seperti bepergian ke Rio de Janeiro, Brasil, untuk upacara penyerahan setelah Olimpiade Musim Panas lalu.
Di sisi lain, tertundanya olimpiade hingga tahun depan memberikan pengaruh besar terhadap jadwal cabang olahraga dunia, salah satunya balapan sepeda bergengsi, Tour de France. Namun, meski belum bisa digelar di jalanan karena pandemi Covid-19, Tour de France akan tetap berjalan dengan format e-racing pada tiga akhir pekan Juli ini. (Baca juga: Terancam China, Australia Siap Beli rudal Pembunuh Kapal dari AS)
Tour de France kali ini memiliki keunikan dalam cakupannya di seluruh dunia, dan versi virtualnya juga akan menjadi momen penting bagi e-racing akan disiarkan ke-130 negara di seluruh dunia.
Setelah uji coba pertama dari e-racing televisi pada Maret lalu, format penyelenggaraannya sudah siap. Selain sebagai debut e-racing dari acara balapan bergengsi, Virtual Tour de France juga bersejarah dalam arti lain, karena pembalap sepeda wanita yang berjalan bersama para pembalap pria. Keduanya akan berjuang di jalur yang sama, menempuh jarak yang sama, dan menerima liputan televisi yang sama.
Tercatat ada 23 tim pria yang mendaftar dan 17 tim wanita masing-masing akan menerjunkan empat pembalap. Dia antara nama-nama besar di kategori wanita yang akan ikut adalah legenda Marianne Vos, Juara Dunia Time Trial Chloe Dygert, peraih medali emas olimpiade Anna van der Breggen, dan Kirsten Wild.
Sedangkan di kategori pria, bintang-bintang muda yang dikonfirmasi ikut serta di antaranya Trisula Tim Ee Bernal yang memenangkan tur, Chris Froome dan Geraint Thomas, serta peraih medali emas olimpiade Greg van Avermaet.
Seperti halnya versi kehidupan nyata dari perlombaan, Virtual Tour de France akan memberikan kaus kuning, hijau, polkadot, dan putih untuk kategori yang relevan, dengan kedudukan yang dihitung menggunakan sistem berbasis poin. Ada juga klasifikasi tim dihitung dengan poin gabungan di semua tahapan dan penghargaan Most Aggressive Rider setiap harinya. (Baca juga: Langgar Jam Malam, Wali Kota di Kolombia Serahkan Putranya ke Polisi)
Di sisi lain, tertundanya olimpiade hingga tahun depan memberikan pengaruh besar terhadap jadwal cabang olahraga dunia, salah satunya balapan sepeda bergengsi, Tour de France. Namun, meski belum bisa digelar di jalanan karena pandemi Covid-19, Tour de France akan tetap berjalan dengan format e-racing pada tiga akhir pekan Juli ini. (Baca juga: Terancam China, Australia Siap Beli rudal Pembunuh Kapal dari AS)
Tour de France kali ini memiliki keunikan dalam cakupannya di seluruh dunia, dan versi virtualnya juga akan menjadi momen penting bagi e-racing akan disiarkan ke-130 negara di seluruh dunia.
Setelah uji coba pertama dari e-racing televisi pada Maret lalu, format penyelenggaraannya sudah siap. Selain sebagai debut e-racing dari acara balapan bergengsi, Virtual Tour de France juga bersejarah dalam arti lain, karena pembalap sepeda wanita yang berjalan bersama para pembalap pria. Keduanya akan berjuang di jalur yang sama, menempuh jarak yang sama, dan menerima liputan televisi yang sama.
Tercatat ada 23 tim pria yang mendaftar dan 17 tim wanita masing-masing akan menerjunkan empat pembalap. Dia antara nama-nama besar di kategori wanita yang akan ikut adalah legenda Marianne Vos, Juara Dunia Time Trial Chloe Dygert, peraih medali emas olimpiade Anna van der Breggen, dan Kirsten Wild.
Sedangkan di kategori pria, bintang-bintang muda yang dikonfirmasi ikut serta di antaranya Trisula Tim Ee Bernal yang memenangkan tur, Chris Froome dan Geraint Thomas, serta peraih medali emas olimpiade Greg van Avermaet.
Seperti halnya versi kehidupan nyata dari perlombaan, Virtual Tour de France akan memberikan kaus kuning, hijau, polkadot, dan putih untuk kategori yang relevan, dengan kedudukan yang dihitung menggunakan sistem berbasis poin. Ada juga klasifikasi tim dihitung dengan poin gabungan di semua tahapan dan penghargaan Most Aggressive Rider setiap harinya. (Baca juga: Langgar Jam Malam, Wali Kota di Kolombia Serahkan Putranya ke Polisi)
Lihat Juga :