Ons Jabeur, Wanita Afrika Pertama di Final AS Terbuka 2022: Saya Bukan Orang yang Mudah Menyerah!
Minggu, 11 September 2022 - 08:28 WIB
loading...
A
A
A
“Menang atau kalah adalah bagian dari tenis. Saya berjuang untuk memenangkan gelar WTA pertama saya. Butuh waktu. Saya percaya ini (memenangkan gelar utama) akan membutuhkan waktu."
"Yang paling penting adalah menerimanya, belajar dari final bahwa saya kalah. Yang pasti saya bukan orang yang mudah menyerah. Saya yakin bisa masuk final lagi. Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk memenangkannya."
Jabeur memang memiliki ambisi dan tekad baja untuk maju. Dia tak kenal menyerah meski kalah di partai final Wimbledon 2022. Ons Jabeur sempat kewalahan menghadapi servis, Elena Rybakina dari Kazakhstan di Centre Court All England Club, 7 Juli 2022 lalu.
Saat itu dia menjadi wanita Afrika pertama yang mencapai final tunggal Grand Slam di zaman modern. Sebelumnya, ada petenis Afrika Selatan Irene Bowder Peacock, yang lolos final Prancis Terbuka 1927 dan Renee Schuurman pada Australia Terbuka 1959, sebelum era Terbuka.
Jabeur yang saat ini d peringkat 5, akan menduduki peringkat No. 2 dunia Asosiasi Tenis Wanita pada Senin (12/9/2022). Dia menjadi petenis Tunisia nomor 1 di negaranya dan menjadi luar biasa lantaran pemain tenis besar umumnya lahir di luar negara Timur Tengah ataupun Afrika.
“Saya ingin menjadi lebih besar, menginspirasi lebih banyak generasi. Tunisia terhubung dengan dunia Arab, terhubung dengan benua Afrika. Daerah itu, kami ingin melihat lebih banyak pemain,” kata Jabeur, dilansir dari Reuters, Jumat (8/7/2022).
"Yang paling penting adalah menerimanya, belajar dari final bahwa saya kalah. Yang pasti saya bukan orang yang mudah menyerah. Saya yakin bisa masuk final lagi. Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk memenangkannya."
Jabeur memang memiliki ambisi dan tekad baja untuk maju. Dia tak kenal menyerah meski kalah di partai final Wimbledon 2022. Ons Jabeur sempat kewalahan menghadapi servis, Elena Rybakina dari Kazakhstan di Centre Court All England Club, 7 Juli 2022 lalu.
Saat itu dia menjadi wanita Afrika pertama yang mencapai final tunggal Grand Slam di zaman modern. Sebelumnya, ada petenis Afrika Selatan Irene Bowder Peacock, yang lolos final Prancis Terbuka 1927 dan Renee Schuurman pada Australia Terbuka 1959, sebelum era Terbuka.
Jabeur yang saat ini d peringkat 5, akan menduduki peringkat No. 2 dunia Asosiasi Tenis Wanita pada Senin (12/9/2022). Dia menjadi petenis Tunisia nomor 1 di negaranya dan menjadi luar biasa lantaran pemain tenis besar umumnya lahir di luar negara Timur Tengah ataupun Afrika.
“Saya ingin menjadi lebih besar, menginspirasi lebih banyak generasi. Tunisia terhubung dengan dunia Arab, terhubung dengan benua Afrika. Daerah itu, kami ingin melihat lebih banyak pemain,” kata Jabeur, dilansir dari Reuters, Jumat (8/7/2022).
Lihat Juga :