Pemilik Chelsea Beber Alasan Tendang Thomas Tuchel dari Kursi Pelatih

Rabu, 14 September 2022 - 12:01 WIB
loading...
Pemilik Chelsea Beber Alasan Tendang Thomas Tuchel dari Kursi Pelatih
Pemilik Chelsea Beber Alasan Tendang Thomas Tuchel dari Kursi Pelatih. Foto: IST
A A A
LONDON - Pemilik Chelsea, Todd Boehly menjelaskan alasan mendepak Thomas Tuchel dari kursi kepelatihan. Boehly mengatakan, Tuchel dari jajaran manajemen sudah tidak memiliki tujuan yang sama di Chelsea .

Seperti diketahui, Chelsea secara mengejutkan memecat Thomas Tuchel dari kursi kepelatihannya, Rabu (7/9/2022). Pemecatan pelatih asal Jerman itu disinyalir karena tren negatif The Blues dalam beberapa pertandingan terakhir.

Baca Juga: Plintat-plintut PSSI Soal Status Kelayakan Stadion JIS

Terbaru, Chelsea harus takluk dari Dinamo Zagreb 0-1 di pertandingan perdana Liga Champions 2022-2023. Namun demikian, ada beberapa kabar yang mengatakan bahwa Tuchel dipecat karena berselisih dengan pemilik anyar Chelsea, Todd Boehly.
Pemilik Chelsea Beber Alasan Tendang Thomas Tuchel dari Kursi Pelatih

Ternyata, kabar perselisihan itu benar adanya. Namun, bukan selisih dalam sisi negatif, tetapi Tuchel dan Boehly sudah memiliki visi yang berbeda. Boehly pun mengakui hal tersebut menjadi penyebab dirinya mendepak Tuchel.

"(Thomas) Tuchel sangat berbakat dan sukses besar. Namun, visi kami di Chelsea adalah menemukan pelatih yang memiliki kemitraan dengan kami,” kata Boehly dilansir dari Tin The Thao, Rabu (14/9/2022).

“Tapi kami tidak yakin Thomas melihat visi kami, sama seperti kami melihatnya. Kami tidak memiliki visi yang sama,” sambungnya menegaskan.

Kini, Chelsea sudah resmi memiliki pelatih baru di bawah arahan Graham Potter. Pelatih asal Inggris tersebut langsung ditunjuk oleh manajemen Chelsea sehari setelah pemecatah Thomas Tuchel.

Potter mengawali debutnya bersama The Blues -julukan Chelsea- di Liga Champions 2022-2023 saat berhadapan dengan Red Bull Salzburg di Stamford Bridge, Inggris pada Rabu (14/9/2022).
(sto)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1574 seconds (11.97#12.26)