Siapa Bisa Jegal AS di Piala Dunia Basket Wanita FIBA 2022?
Rabu, 21 September 2022 - 22:15 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan Alyssa Thomas sudah berada bersama timnya sejak Rabu (21/09/2022). “Saya rasa, siapapun pemain yang ada sekarang, kami akan berlaga dengan menggunakan apa yang kami miliki,” ujar Stewart, pada konferensi pers jelang pertandingan. “Yang terpenting strategi kami benar,” tegasnya.
Bagi Stewart dkk, The Cats – julukan Belgia- merupakan tim paling berbahaya di Piala Dunia ini, setelah mereka. Menantang AS, Belgia bakal dikomandoi oleh forward Chicago Sky Emma Meesseman serta rekan satu timnya, Julie Allemand.
Walaupun Belgia dianggap bisa merepotkan, AS diprediksi dapat menggungguli The Cats paga game ini. Sebelum berlaga di Sydney, performa Belgia sedikit mengecewakan, termasuk saat tampil di Olimpiade Tokyo dan EuroBasket Wanita.
Sementara tuan rumah Australia akan mengawali turnemen ini dengan menjawab tantangan Prancis. Opals – julukan Australia- ingin mewujudkan mimpi menjadi juara di hadapan publik sendiri.
Terakhir Australia merasakan manisnya status juara dunia yakni pada edisi 2006 di Brasil. Sejak saat itu Opals hanya melaju ke perempat final (2010), merebut tempat ketiga (2014) dan tampil sebagai runner-up, empat tahun lalu di Spanyol.
Di Piala Dunia tahun ini, Pelatih Australia Sandy Brondello memutuskan untuk memanggil pemain veteran Opals, Lauren Jackson. Hadirnya pemain berusia 41 tahun ini melonjakkan percaya diri seluruh tim.
Bagi Stewart dkk, The Cats – julukan Belgia- merupakan tim paling berbahaya di Piala Dunia ini, setelah mereka. Menantang AS, Belgia bakal dikomandoi oleh forward Chicago Sky Emma Meesseman serta rekan satu timnya, Julie Allemand.
Walaupun Belgia dianggap bisa merepotkan, AS diprediksi dapat menggungguli The Cats paga game ini. Sebelum berlaga di Sydney, performa Belgia sedikit mengecewakan, termasuk saat tampil di Olimpiade Tokyo dan EuroBasket Wanita.
Sementara tuan rumah Australia akan mengawali turnemen ini dengan menjawab tantangan Prancis. Opals – julukan Australia- ingin mewujudkan mimpi menjadi juara di hadapan publik sendiri.
Terakhir Australia merasakan manisnya status juara dunia yakni pada edisi 2006 di Brasil. Sejak saat itu Opals hanya melaju ke perempat final (2010), merebut tempat ketiga (2014) dan tampil sebagai runner-up, empat tahun lalu di Spanyol.
Di Piala Dunia tahun ini, Pelatih Australia Sandy Brondello memutuskan untuk memanggil pemain veteran Opals, Lauren Jackson. Hadirnya pemain berusia 41 tahun ini melonjakkan percaya diri seluruh tim.
Lihat Juga :