Shin Tae-yong Prihatin Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan: Doa untuk Sepak Bola Indonesia
Minggu, 02 Oktober 2022 - 15:00 WIB
loading...
Tragedi Kanjuruhan usai duel Arema FC vs Persebaya Surabaya menjadi sorotan banyak pihak. Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong turut prihatin. Foto: Aremafc.com
A
A
A
JAKARTA - Tragedi Kanjuruhan usai duel Arema FC vs Persebaya Surabaya menjadi sorotan banyak pihak. Tak terkecuali pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia, Shin Tae-yong yang turut prihatin.
Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan Tewaskan 153 Suporter, Netizen: PSSI, Bekukan Liga 1 Selama 5 Tahun!
Insiden tragis ini terjadi setelah Arema FC dikalakan Persebaya Surabaya 2-3, Sabtu (1/10/2022) malam. Para suporter tuan rumah lalu bersikap anarkis.
Tak terima dengan kekalahan ini, Aremania turun ke lapangan untuk meluapkan kekecewaan. Mereka kemudian terlibat bentrok dengan pihak kepolisian yang mencoba melerai.
Namun, situasi menjadi tidak terkendali ketika pihak kepolisian mulai menembakkan gas air mata ke salah satu sisi tribun. Dikabarkan dari situ, banyak suporter yang terinjak-injak hingga kehabisan napas.
Naasnya peristiwa ini menyebabkan ratusan korban jiwa. Setidaknya ada 153 orang meninggal dunia, baik itu ketika di stadion atau saat mendapat perawatan di rumah sakit.
Ini mendapat perhatian dari Shin. Pelatih asal Korea Selatan itu bersimpati atas banyaknya korban jiwa yang berjatuhan.
Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan Tewaskan 153 Suporter, Netizen: PSSI, Bekukan Liga 1 Selama 5 Tahun!
Insiden tragis ini terjadi setelah Arema FC dikalakan Persebaya Surabaya 2-3, Sabtu (1/10/2022) malam. Para suporter tuan rumah lalu bersikap anarkis.
Tak terima dengan kekalahan ini, Aremania turun ke lapangan untuk meluapkan kekecewaan. Mereka kemudian terlibat bentrok dengan pihak kepolisian yang mencoba melerai.
Namun, situasi menjadi tidak terkendali ketika pihak kepolisian mulai menembakkan gas air mata ke salah satu sisi tribun. Dikabarkan dari situ, banyak suporter yang terinjak-injak hingga kehabisan napas.
Naasnya peristiwa ini menyebabkan ratusan korban jiwa. Setidaknya ada 153 orang meninggal dunia, baik itu ketika di stadion atau saat mendapat perawatan di rumah sakit.
Ini mendapat perhatian dari Shin. Pelatih asal Korea Selatan itu bersimpati atas banyaknya korban jiwa yang berjatuhan.
Lihat Juga :