Kronologi Mengerikan Tragedi Kanjuruhan versi Salah Satu Suporter
Senin, 03 Oktober 2022 - 12:00 WIB
loading...
A
A
A
“Kemudian ada lagi beberapa oknum yang ikut masuk untuk meluapkan kekecewaannya kepada pemain Arema FC. Terlihat Johan Al-Farizie mencoba memberi pengertian kepada oknum-oknum tersebut,” sambungnya.
Namun, semakin banyak fans yang turun ke lapangan, semakin ricuh kondisi stadion. Sebab, fans dari berbagai sisi stadion juga ikut masuk untuk meluapkan kekecewaannya ke pemain. Setelah pemain masuk, suporter makin tidak terkendali dan semakin banyak yang masuk ke lapangan,” tambahnya lagi.
Hanya saja, pihak kepolisian meresponsnya dengan cara keras. Ini membuat para suporter bertambah marah. Aksi lempar-lemparan benda terjadi, dan gas air mata pun ditembakkan.
“Setelah pemain masuk, supporter makin tidak terkendali dan semakin banyak yang masuk ke lapangan. Pihak aparat juga melakukan berbagai upaya untuk memukul mundur para suporter,” ujarnya.
“Menurut saya perlakuannya (pihak kepolisian) sangat kejam dan sadis, di pentung dengan tongkat panjang, 1 suporter di keroyok aparat, dihantam tameng dan banyak tindakan lainnya,” ungkapnya lagi.
“Aparat menembakkan beberapa kali gas air mata ke arah supoter yang ada di lapangan. Silih berganti suporter menyerang aparat dari sisi selatan dan utara,” katanya.
Rezqi menyatakan suasana mencekam semakin menjadi kala aparat semakin membabi buta. Puluhan gas air mata ditembakkan, bahkan ada yang ditembakkan langsung ke tribun.
“Terhitung puluhan gas air mata sudah ditembakkan ke arah suporter, di setiap sudut lapangan telah dikelilingi gas air mata, ada juga yang langsung dk tembakkan ke arah tribun penonton, yaitu di tribun 10,” urai Rezki.
Namun, semakin banyak fans yang turun ke lapangan, semakin ricuh kondisi stadion. Sebab, fans dari berbagai sisi stadion juga ikut masuk untuk meluapkan kekecewaannya ke pemain. Setelah pemain masuk, suporter makin tidak terkendali dan semakin banyak yang masuk ke lapangan,” tambahnya lagi.
Hanya saja, pihak kepolisian meresponsnya dengan cara keras. Ini membuat para suporter bertambah marah. Aksi lempar-lemparan benda terjadi, dan gas air mata pun ditembakkan.
“Setelah pemain masuk, supporter makin tidak terkendali dan semakin banyak yang masuk ke lapangan. Pihak aparat juga melakukan berbagai upaya untuk memukul mundur para suporter,” ujarnya.
“Menurut saya perlakuannya (pihak kepolisian) sangat kejam dan sadis, di pentung dengan tongkat panjang, 1 suporter di keroyok aparat, dihantam tameng dan banyak tindakan lainnya,” ungkapnya lagi.
“Aparat menembakkan beberapa kali gas air mata ke arah supoter yang ada di lapangan. Silih berganti suporter menyerang aparat dari sisi selatan dan utara,” katanya.
Rezqi menyatakan suasana mencekam semakin menjadi kala aparat semakin membabi buta. Puluhan gas air mata ditembakkan, bahkan ada yang ditembakkan langsung ke tribun.
“Terhitung puluhan gas air mata sudah ditembakkan ke arah suporter, di setiap sudut lapangan telah dikelilingi gas air mata, ada juga yang langsung dk tembakkan ke arah tribun penonton, yaitu di tribun 10,” urai Rezki.
Lihat Juga :