TGIPF Tragedi Kanjuruhan Ungkap Total Korban Capai 705 Orang
Minggu, 09 Oktober 2022 - 11:00 WIB
loading...
Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) saat investigasi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Foto: ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
A
A
A
MALANG - Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan Malang terus bekerja. Tim bentukan Presiden Joko Widodo ini sudah menemui sejumlah korban luka pada insiden yang menewaskan 131 orang itu.
Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan, Mahfud MD: Bisa Saja Muncul Tersangka Baru
Menurut keterangan salah satu anggota TGIPF, sejak Sabtu (8/10/2022) telah mengunjungi beberapa korban luka berat, sedang, dan ringan, akibat petaka berdarah itu. Disebutkan, tercatat total korban 705 orang. Itu terdiri dari korban meninggal dunia 130 orang dan korban luka 575 orang.
Disebutkan juga, korban luka terbagi ke dalam tiga kategori, luka sedang 45 orang, dan luka berat sebanyak 23 orang. Sementara korban yang masih menjalani rawat inap 36 orang.
TGIPF juga bertemu dengan CCN yang masih berusia 14 tahun. Dia mengalami pendarahan dalam mata, sesak napas, dan batuk-batuk. Retina matanya bahkan sampai saat ini tidak ada warna putihnya.
Para korban itu merupakan buntut kerusuhan setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya pada lanjutan Liga 1 2022/2023. Duel bertajuk Derby Jatim itu dimenangkan tim tamu 2-3.
Tidak terima dengan kekalahan, para suporter Arema FC turun ke lapangan dan menyerbu pemain. Pihak Kepolisian lalu berusaha menghadang dan menembakan gas air mata ke tribun. Ini membuat panik ribuan suporter dan terjadilah desak-desakan.
Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan, Mahfud MD: Bisa Saja Muncul Tersangka Baru
Menurut keterangan salah satu anggota TGIPF, sejak Sabtu (8/10/2022) telah mengunjungi beberapa korban luka berat, sedang, dan ringan, akibat petaka berdarah itu. Disebutkan, tercatat total korban 705 orang. Itu terdiri dari korban meninggal dunia 130 orang dan korban luka 575 orang.
Disebutkan juga, korban luka terbagi ke dalam tiga kategori, luka sedang 45 orang, dan luka berat sebanyak 23 orang. Sementara korban yang masih menjalani rawat inap 36 orang.
TGIPF juga bertemu dengan CCN yang masih berusia 14 tahun. Dia mengalami pendarahan dalam mata, sesak napas, dan batuk-batuk. Retina matanya bahkan sampai saat ini tidak ada warna putihnya.
Para korban itu merupakan buntut kerusuhan setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya pada lanjutan Liga 1 2022/2023. Duel bertajuk Derby Jatim itu dimenangkan tim tamu 2-3.
Tidak terima dengan kekalahan, para suporter Arema FC turun ke lapangan dan menyerbu pemain. Pihak Kepolisian lalu berusaha menghadang dan menembakan gas air mata ke tribun. Ini membuat panik ribuan suporter dan terjadilah desak-desakan.
Lihat Juga :