Cerita Kakak-Beradik yang Selamat dari Tragedi Kanjuruhan

Minggu, 09 Oktober 2022 - 15:00 WIB
loading...
Cerita Kakak-Beradik...
Sepak bola sudah menjadi tontonan kegemaran bagi kakak-beradik bersinisial RADH (14) dan YN (25). Namun, itu berubah setelah tragedi Kanjuruhan. Foto: Aan Haryono/MPI
A A A
MALANG - Sepak bola sudah menjadi tontonan kegemaran bagi kakak-beradik bersinisial RADH (14) dan YN (25). Namun, itu berubah setelah tragedi Kanjuruhan yang menewaskan hingga 131 orang .

Baca Juga: Tindakan Polri di Tragedi Kanjuruhan Preventive Force yang Lawful Bukan Excessive Force

Ketika mata terasa perih dan sulit terbuka akibat gas air mata, mereka seperti sudah melupakan sepak bola dalam dalam kehidupannya. Maklum saja, mereka nyaris kehilangan nyawa di Stadion Kanjuruhan.

RADH ingat betul ketika duel Arema FC vs Persebaya Surabaya berakhir. Saat itu kondisi di tribun 10 yang ditempatinya menonton lanjutan laga Liga 1 2022/2023 itu berjalan seperti biasanya sesuai pertandingan. Tak ada tanda-tanda ada kerusuhan.

Tapi, dalam hitungan menit, entah dari mana asalnya ada tembakan gas air mata yang mengarah ke tribun penonton. “Semua berhamburan, saya waktu itu mau keluar di gate 12,” jelasnya.

RADH tak bisa memastikan satu per satu temannya maupun saudaranya. Matanya perih, dan lampu stadion yang tiba-tiba mati. Dia hanya terfokus untuk bisa secepatnya menuju pintu keluar di gate 12.

Upayanya masih menemukan banyak rintangan karena orang-orang yang berhamburan begitu penuh sesak. “Nggak bisa jalan, penuh sesak. Semuanya panik sejak gas air mata ditembakkan,” ungkapnya.

Dia tak mampu melihat arah dan hanya terdorong ke sana kemari dengan jumlah penonton yang terus terdesak ke bagian sisi arah keluar ke gate 12.

Dalam kondisi itu, RADH masih menahan rasa sakit di mata dan mulai mual. Di depannya dilihat banyak penonton yang pingsan dan terinjak-injak penonton lainnya.


Kondisinya langsung drop dan tak bisa mempertahankan diri. Mata perih mengurangi pandangannya. Dia akhirnya pingsan di tangga keluar gate 12. “Saat pingsan saya sampai terjatuh dua meter dari tangga, nggak ada yang menolong waktu itu,” kenangnya.

Setelah beberapa saat, RADH akhirnya siuman. Namun, kepala serta seluruh badannya terasa sakit. Dia nggak tahu berapa lama dirinya pingsan.

RADH mengaku baru bisa sadar ketika mau dibawa ke rumah sakit. “Tapi saat di rumah sakit nggak dapat pertolongan, jadi langsung ke rumah,” jelasnya.

Kisah serupa juga dialami kakaknya, YN. Sampai saat ini dia belum tahu alasan kenapa gas air mata ditembakkan ke arah tribun penonton. “Karena nggak ada kerusuhan apa-apa di tribun. Tiba-tiba langsung ditembak begitu saja ke arah tribun,” katanya.

YN termasuk suporter yang selamat ketika terjebak di pintu keluar gate 13. Dia mengalami kejadian horor di sepanjang upaya untuk keluar dan lautan manusia yang berdesakan tidak ada jalan untuk keluar.

DI mengaku sudah tak bisa merasakan anggota tubuhnya. Sebab, kaki sudah di atas dan kepala sudah berada di bawah. “Jadi kepala saya itu masuk ke besi di tangga. Posisi kepala ada di bawah,” kenang YN.

Baik RADH maupun YN sudah tak lagi memikirkan tentang sepak bola. Kakak beradik itu trauma melihat pertandingan langsung di stadion. Kejadian dan tragedi yang ada di Kanjuruhan menjadi momen kelam dalam kehidupan mereka.

Sampai hari ini, mereka berdua masih belum pulih. Mata RADH masih merah dan sesak. Demikian juga denga YN yang masih terus batuk-batuk dan sejak nafas akibat gas air mata yang menyerang mereka.

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan, Mahfud MD: Bisa Saja Muncul Tersangka Baru

Sebelumnya, Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) mengunjungi sejumlah korban tragedi Kanjuruhan baik berat, sedang, dan ringan. Beberapa korban sakit akibat gas air mata.

Pertama ada FCCN (14) yang mengalami pendarahan dalam mata, sesak napas, dan batuk-batuk. Retina matanya sampai detik ini tidak ada warna putihnya.

Mereka juga menemui dua bersaudara RADH dan YN. Sang adik mengalami pendarahan dalam mata dan kakaknya sampai detik ini masih batuk dan sesak napas.

Begitu juga MI yang juga mengalami pendarahan dalam mata serta luka luka di kaki dan pinggang akibat terinjak-injak. Sementara AAA asal Jember masih dirawat dengan mata merah, kaki dan tangan patah.

(mirz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Persebaya Rilis Fourth...
Persebaya Rilis Fourth Jersey Edisi Imlek
Asisten Pelatih Arema...
Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro Meninggal Dunia
Peringatan 3 Tahun Tragedi...
Peringatan 3 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Keluarga Korban Masih Tuntut Keadilan
Duel Klasik Arema FC...
Duel Klasik Arema FC vs Persib 1-2: Gol Telat Barba Bungkam Auman Singo Edan
Hasil Super League 2025/2026:...
Hasil Super League 2025/2026: Malut United Pesta Gol, Persebaya Raih Kemenangan Tipis
Balas Sindiran Pelatih...
Balas Sindiran Pelatih Timnas Indonesia U-23, Marcos Santos: Kesempatan Itu Diperjuangkan di Latihan!
Sepekan Berlalu Pelempar...
Sepekan Berlalu Pelempar Batu ke Bus Persik Belum Terungkap, Apa Kendalanya?
Rekaman CCTV dan Video...
Rekaman CCTV dan Video Jadi Kunci Penangkapan Pelaku Pelemparan Batu ke Bus Persik
Bea Cukai Buka Suara...
Bea Cukai Buka Suara usai Manajer Arema FC Jadi Tersangka Kasus Rokok Ilegal
Special Bola
Kisah Luar Biasa Frans...
Bola Dunia
Kisah Luar Biasa Frans Putros, Bintang Persib Bandung yang Tampil di Piala Dunia 2026!
Edwin van der Sar Doakan...
Bola Dunia
Edwin van der Sar Doakan Timnas Indonesia Segera Lolos Piala Dunia
Persib Bandung Pinjamkan...
Liga Indonesia
Persib Bandung Pinjamkan Zulkifli Lukmansyah demi Jam Terbang
Rekomendasi
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Diiringi Tanjidor, Pramono...
Diiringi Tanjidor, Pramono Anung dan Rano Karno Hadiri Malam Perayaan HUT ke-499 Jakarta
Rahasia di Balik Kesuksesan...
Rahasia di Balik Kesuksesan Pembukaan Hotel, Ternyata Bukan Saat Gunting Pita
Berita Terkini
Iran Tak Punya Keberuntungan,...
Iran Tak Punya Keberuntungan, Apa yang Terjadi dengan Sepak Bola Teheran?
AS Sesumbar Siap Fasilitasi...
AS Sesumbar Siap Fasilitasi Iran jika Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
Kapten Mehdi Taremi:...
Kapten Mehdi Taremi: FIFA Tak Adil, Iran Sendirian dan Tidak Ada yang Membantu Kami
WOSPAC Siapkan Fondasi...
WOSPAC Siapkan Fondasi Talenta Muda, Jaga Asa Indonesia Menuju Piala Dunia
AEF/MANTENA Cup Jadi...
AEF/MANTENA Cup Jadi Ajang Persiapan Atlet Berkuda Indonesia Menuju Asian Games 2026
HGI Jakarta Domino Tournament...
HGI Jakarta Domino Tournament 2026, Ribuan Peserta Ramaikan Olahraga Pikiran
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved