The Special One Kehilangan Sentuhan Emas di Tottenham
Senin, 06 Juli 2020 - 11:31 WIB
loading...
A
A
A
Setelah bermain sebagai penyerang kedua yang reaktif, krisis cedera membuat Alli didorong lebih jauh ke depan untuk menjadi penyerang utama. Usut punya usut, Alli tidak terlalu nyaman dengan peran itu. Tottenham butuh gol, dan Alli adalah sumber gol hebat. Setidaknya dia bisa jika Mou memainkannya dalam peran yang akan memberinya kesempatan melakukan yang terbaik.
Jika Alli dan Lucas Moura dicoba mengisi kekosongan yang sempat ditinggalkan Harry Kane dan Son Heung-min ketika cedera, apa yang belum dilakukan Mou adalah memainkan penyerang akademi muda Spurs, Troy Parrott, dengan maksimal. (Baca juga: Sambut Everton, Mourinho Siap Langgar Aturan)
Di sektor belakang, Mou juga kebingungan menentukan penjaga gawang utama sebelum Hugo Lloris pulih dari cedera. Dia terbilang terlalu berani menggunakan Michel Vorm saat menghadapi Norwich City di babak kelima Piala FA, Maret lalu. Vorm melakukan kesalahan besar memberi Norwich gol penyeimbang yang akhirnya melihat Spurs tersingkir dari FA setelah kalah 2-3 melalui babak adu penalti.
Di Tottenham, Mou seolah kehilangan tajinya sebagai pelatih dengan karakter pertahanan tangguh. Berbeda dengan klub-klub sebelumnya, Tottenham telah kebobolan 46 gol sejauh ini, sebuah fakta yang menyedihkan.
Kekalahan 1-3 dari Sheffield United, Jumat (3/7) membuat The Lilywhites semakin terpuruk. Tercatat, mereka hanya meraih satu kemenangan dalam sembilan pertandingan terakhir semua kompetisi. Bila ingin menjaga kans ke kompetisi Eropa musim depan, Tottenham harus segera bangkit. Saat ini Lloris dkk berada di posisi kesembilan dengan 45 poin., tertinggal 12 poin dari Chelsea di peringkat keempat.
Namun, Mou mengaku tidak merasa terbebani dengan target lolos ke zona Eropa. Pelatih Portugal tersebut menilai kalaupun Tottenham tidak berhasil, bukan sebuah masalah. Mou menegaskan bahwa The Lilywhites fokus menyelesaikan musim ini dengan baik dan bangkit musim depan.
Jika Alli dan Lucas Moura dicoba mengisi kekosongan yang sempat ditinggalkan Harry Kane dan Son Heung-min ketika cedera, apa yang belum dilakukan Mou adalah memainkan penyerang akademi muda Spurs, Troy Parrott, dengan maksimal. (Baca juga: Sambut Everton, Mourinho Siap Langgar Aturan)
Di sektor belakang, Mou juga kebingungan menentukan penjaga gawang utama sebelum Hugo Lloris pulih dari cedera. Dia terbilang terlalu berani menggunakan Michel Vorm saat menghadapi Norwich City di babak kelima Piala FA, Maret lalu. Vorm melakukan kesalahan besar memberi Norwich gol penyeimbang yang akhirnya melihat Spurs tersingkir dari FA setelah kalah 2-3 melalui babak adu penalti.
Di Tottenham, Mou seolah kehilangan tajinya sebagai pelatih dengan karakter pertahanan tangguh. Berbeda dengan klub-klub sebelumnya, Tottenham telah kebobolan 46 gol sejauh ini, sebuah fakta yang menyedihkan.
Kekalahan 1-3 dari Sheffield United, Jumat (3/7) membuat The Lilywhites semakin terpuruk. Tercatat, mereka hanya meraih satu kemenangan dalam sembilan pertandingan terakhir semua kompetisi. Bila ingin menjaga kans ke kompetisi Eropa musim depan, Tottenham harus segera bangkit. Saat ini Lloris dkk berada di posisi kesembilan dengan 45 poin., tertinggal 12 poin dari Chelsea di peringkat keempat.
Namun, Mou mengaku tidak merasa terbebani dengan target lolos ke zona Eropa. Pelatih Portugal tersebut menilai kalaupun Tottenham tidak berhasil, bukan sebuah masalah. Mou menegaskan bahwa The Lilywhites fokus menyelesaikan musim ini dengan baik dan bangkit musim depan.
Lihat Juga :