Rachel/Trias Tatap Sejarah di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior 2022
Minggu, 30 Oktober 2022 - 07:31 WIB
loading...
A
A
A
"Rasanya senang sekali. Bukan hanya karena kami menang dan ke final tapi tadi kami mampu lepas dari tekanan dan ketegangan," ujar Trias dikutip dari rilis PBSI, Minggu (30/10/2022).
"Kami tegang saat masuk lapangan tadi, banyak pikiran mengganggu. Kami juga merasa kurang yakin dengan kemampuan diri sendiri. Akibatnya di gim pertama mainnya tidak lepas, banyak out dan nyangkut net," sambung Rachel.
Namun, kekalahan di gim pertama justru melecut semangat dan motivasi Rachel/Trias untuk meraih kemenangan. Hasilnya, permainan ciamik dengan variasi serangan yang mematikan berhasil mereka suguhkan di gim kedua.
"Di gim kedua kami coba lebih fokus, lebih yakin dan ngotot. Kami juga bermain dengan banyak variasi dan pola yang kami mau. Dari situ sudah mulai menemukan ritmenya," kata Rachel.
"Sempat terkejar setelah unggul jauh tapi kami tetap fokus untuk dapat poin demi poin. Semangatnya juga terus dijaga," sambar Trias.
Sementara di gim penentu, Rachel/Trias menyadari bahwa utusan Negeri Sakura itu sudah kehabisan bensin. Mereka pun memanfaatkan kelemahan itu dengan baik untuk menjauh dan mendominasi permainan.
"Kami tegang saat masuk lapangan tadi, banyak pikiran mengganggu. Kami juga merasa kurang yakin dengan kemampuan diri sendiri. Akibatnya di gim pertama mainnya tidak lepas, banyak out dan nyangkut net," sambung Rachel.
Namun, kekalahan di gim pertama justru melecut semangat dan motivasi Rachel/Trias untuk meraih kemenangan. Hasilnya, permainan ciamik dengan variasi serangan yang mematikan berhasil mereka suguhkan di gim kedua.
"Di gim kedua kami coba lebih fokus, lebih yakin dan ngotot. Kami juga bermain dengan banyak variasi dan pola yang kami mau. Dari situ sudah mulai menemukan ritmenya," kata Rachel.
"Sempat terkejar setelah unggul jauh tapi kami tetap fokus untuk dapat poin demi poin. Semangatnya juga terus dijaga," sambar Trias.
Sementara di gim penentu, Rachel/Trias menyadari bahwa utusan Negeri Sakura itu sudah kehabisan bensin. Mereka pun memanfaatkan kelemahan itu dengan baik untuk menjauh dan mendominasi permainan.
Lihat Juga :