Teka-teki Rencana Kepergian Lionel Messi dari Barcelona
Rabu, 08 Juli 2020 - 10:29 WIB
loading...
A
A
A
Demi Barca, Messi rela meninggalkan kesenangan masa muda yang sempat diperkenalkan Ronaldinho ketika berada di Barcelona. Ronaldinho sempat membawa pemain kelahiran Rosario itu ke kehidupan gemerlap dunia malam. (Baca juga: Bersinar di Usia Muda, Karier Hancur karena Dugem dan Miras)
“Kamu memiliki dua pilihan. Pertama kamu tetap ke pesta, dan kamu akan pergi dari sini dalam waktu cepat. Atau makan teratur, meninggalkan alkohol, pergi tidur dengan cepat, dan datang latihan tepat waktu. Itu yang akan membuat kami menjadi yang terbaik di dunia,” kata Guardiola yang saat itu menjadi pelatih di akademi Barca.
Jawabannya semua tahu, Messi tetap berada di Barca sampai sekarang dan menjadi satu dari dua pemain terbaik dunia dalam satu dekade terakhir bersama Cristiano Ronaldo. Seperti penutup di pengantar buku MESSI karya Guillem Balague; “Messi adalah simbol Barca, standar sebuah kualitas, pemain luar biasa yang bermain di tim luar biasa. Mungkin juga menjadi pemain terbaik sepanjang masa.”
Sementara alasan kedua adalah rasionalitas. Dengan usia 33 tahun, tidak ada yang menjamin Messi akan bisa bermain sebaik di Barca dan mendapatkan tempat terhormat seperti yang didapatkan di Camp Nou. Dia bisa pergi ke PSG, Man City, Juventus, Inter Milan, atau manapun, tapi dia akan selalu dibandingkan dengan apa yang diberikan di Barca.
Ini justru bisa membuat reputasinya menjadi turun. Tidak ada yang menjamin dia bisa terus bermain stabil sampai dua tahun mendatang. Dia juga tak bisa selalu menuntut manajemen tim barunya memberikan pemain dan pelatih yang diinginkan seperti di Barca dan juga pemain yang mau mati untuk dirinya.
Alasan ini membuat sulit rasanya untuk Messi bisa semudah itu mengepak koper meninggalkan Camp Nou. Jadi, besar kemungkinan Messi sedang memainkan perannya sebagai raja dalam bidak catur di Barca. Catur adalah olahraga yang sebenarnya lebih disukai Setien. Pelatih veteran yang bahkan pernah menghadapi mantan juara dunia Anatoli Karpov dan Garry Kasparov. (Baca juga: Nomor 1 di ASEAN, Militer Indonesia Harus Kuat dan Modern)
“Kamu memiliki dua pilihan. Pertama kamu tetap ke pesta, dan kamu akan pergi dari sini dalam waktu cepat. Atau makan teratur, meninggalkan alkohol, pergi tidur dengan cepat, dan datang latihan tepat waktu. Itu yang akan membuat kami menjadi yang terbaik di dunia,” kata Guardiola yang saat itu menjadi pelatih di akademi Barca.
Jawabannya semua tahu, Messi tetap berada di Barca sampai sekarang dan menjadi satu dari dua pemain terbaik dunia dalam satu dekade terakhir bersama Cristiano Ronaldo. Seperti penutup di pengantar buku MESSI karya Guillem Balague; “Messi adalah simbol Barca, standar sebuah kualitas, pemain luar biasa yang bermain di tim luar biasa. Mungkin juga menjadi pemain terbaik sepanjang masa.”
Sementara alasan kedua adalah rasionalitas. Dengan usia 33 tahun, tidak ada yang menjamin Messi akan bisa bermain sebaik di Barca dan mendapatkan tempat terhormat seperti yang didapatkan di Camp Nou. Dia bisa pergi ke PSG, Man City, Juventus, Inter Milan, atau manapun, tapi dia akan selalu dibandingkan dengan apa yang diberikan di Barca.
Ini justru bisa membuat reputasinya menjadi turun. Tidak ada yang menjamin dia bisa terus bermain stabil sampai dua tahun mendatang. Dia juga tak bisa selalu menuntut manajemen tim barunya memberikan pemain dan pelatih yang diinginkan seperti di Barca dan juga pemain yang mau mati untuk dirinya.
Alasan ini membuat sulit rasanya untuk Messi bisa semudah itu mengepak koper meninggalkan Camp Nou. Jadi, besar kemungkinan Messi sedang memainkan perannya sebagai raja dalam bidak catur di Barca. Catur adalah olahraga yang sebenarnya lebih disukai Setien. Pelatih veteran yang bahkan pernah menghadapi mantan juara dunia Anatoli Karpov dan Garry Kasparov. (Baca juga: Nomor 1 di ASEAN, Militer Indonesia Harus Kuat dan Modern)
Lihat Juga :