Profil Israel Adesanya, Petarung Nigeria yang Kehilangan Gelar Kelas Menengah UFC
Jum'at, 18 November 2022 - 00:32 WIB
loading...
A
A
A
Ketika masa-masa Sekolah Menengah Atas (SMA), Adesanya tak pernah tertarik dengan dunia olahraga. Ia justru sangat tertarik dengan dunia Jepang, seperti anime dan manga. Anime yang ia gemari ialah Death Note, sedangkan manga yang ia sukai ialah Naruto. Setelah lulus SMA, ia mendaftar ke Universal College of Learning di Whanganui dan mengambil Bachelor of Science Computer Design.
Memasuki usia 18 tahun, Adesanya mulai mempelajari kickboxing, karena terinspirasi dari film Muay Thai Ong Bak. Hingga dua tahun kemudian, ia memutuskan untuk mengejar karir di dunia bela diri dan menghentikan studinya.
Sebelum menjadi petarung profesional, Adesanya lebih dulu bertarung di Tiongkok dengan mengumpulkan rekor amatir 32-0. Ketika berusia 21 tahun, Adesanya pindah ke Auckland, Selandia Baru. Di sana, ia mulai berlatih seni bela diri campuran di bawah bimbingan eugene Bareman. Adesanya juga berlatih gulat di bawah pelatih Andrei Paulet.
Adesanya melakukan debut profesionalnya pada tahun 2012, dengan kemenangan TKO melawan James Griffiths. Ia juga bergabung ke MMA pada Agustus 2015, ketika memenangkan pertarungan melawan Song Kenan dengan TKO.
Pada tahun 2017, Adesanya menandatangani kontrak dengan UFC. Debut pertandingannya dilakukan dengan melawan Rob Wilkinson pada 11 Februari 2018, di UFC 221. Saat itu ia memenangkan pertarungan melalui KO teknis di ronde kedua. Kemenangan ini membuatnya mendapat bonus Performance of the Night. Pertarungan berikutnya juga ia menangkan pada 14 April 2018 melawan Marvin Vettori di UFC Fox 29.
Adesanya kemudian kembali memenangkan pertarungan dengan keputusan bulat, yaitu pada 6 Juli 2018 di The Ultimate Fighter 27 Finale melawan Brad Tavares. Kemenangan ini membuatnya mendapat gelar penghargaan Performance of the Night keduanya.
Memasuki usia 18 tahun, Adesanya mulai mempelajari kickboxing, karena terinspirasi dari film Muay Thai Ong Bak. Hingga dua tahun kemudian, ia memutuskan untuk mengejar karir di dunia bela diri dan menghentikan studinya.
Sebelum menjadi petarung profesional, Adesanya lebih dulu bertarung di Tiongkok dengan mengumpulkan rekor amatir 32-0. Ketika berusia 21 tahun, Adesanya pindah ke Auckland, Selandia Baru. Di sana, ia mulai berlatih seni bela diri campuran di bawah bimbingan eugene Bareman. Adesanya juga berlatih gulat di bawah pelatih Andrei Paulet.
Adesanya melakukan debut profesionalnya pada tahun 2012, dengan kemenangan TKO melawan James Griffiths. Ia juga bergabung ke MMA pada Agustus 2015, ketika memenangkan pertarungan melawan Song Kenan dengan TKO.
Pada tahun 2017, Adesanya menandatangani kontrak dengan UFC. Debut pertandingannya dilakukan dengan melawan Rob Wilkinson pada 11 Februari 2018, di UFC 221. Saat itu ia memenangkan pertarungan melalui KO teknis di ronde kedua. Kemenangan ini membuatnya mendapat bonus Performance of the Night. Pertarungan berikutnya juga ia menangkan pada 14 April 2018 melawan Marvin Vettori di UFC Fox 29.
Adesanya kemudian kembali memenangkan pertarungan dengan keputusan bulat, yaitu pada 6 Juli 2018 di The Ultimate Fighter 27 Finale melawan Brad Tavares. Kemenangan ini membuatnya mendapat gelar penghargaan Performance of the Night keduanya.
Lihat Juga :