Profil Pierluigi Collina, Wasit Plontos di Balik Lamanya Durasi Injury Time di Piala Dunia 2022
Jum'at, 25 November 2022 - 10:05 WIB
loading...
A
A
A
"Bayangkan jika ada tiga gol dalam pertandingan. Sebuah perayaan biasanya memakan waktu satu setengah menit. Jadi, dengan tiga gol yang dicetak, waktu yang hilang adalah lima atau enam menit," beber Collina.
Bagi penggemar sepak bola sejak era 1990-an, sosok wasit berkepala plontos ini bukanlah sosok asing. Banyak yang menilai, pria asal Italia itu adalah wasit paling ikonik dalam sepak bola. Kepala plontos dengan tatapan mata tajam membuat Collina sangat mudah dikenali, dan mungkin ditakuti pemain di lapangan. Selama aktif menjadi wasit dari 1988 hingga 2006, Collina memang identik dengan ketegasan. Ia tak segan berkonfrontasi dengan pemain yang menurutnya melanggar aturan.
Pada sebuah laga di turnamen Euro 2000, Collina pernah menghardik dan mendorong Tomas Repka ketika bek Ceko itu melakukan protes keras usai berselisih dengan gelandang Belanda, Edgar Davids. Ketegasan Pierluigi Collina membuat ia sering dipercaya memimpin laga-laga penting, di antaranya final Liga Champions 1999 antara Bayern Muenchen vs Manchester United dan partai puncak Piala Dunia 2002 antara Brasil vs Jerman.
Ketegasan dan wibawa Collina saat menjadi pengadil lapangan hijau membuat dia dinobatkan sebagai Wasit Terbaik FIFA enam kali beruntun. Sosok kelahiran Bologna itu pun dinilai sebagai wasit sepak bola terbaik sepanjang masa. Nama besar Collina juga mendapat pengakuan dari Konami yang mengembangkan gim sepak bola populer, Pro Evolution Soccer (PES). Pierluigi Collina menjadi wasit pertama dan satu-satunya hingga kini yang mendapat kehormatan tampil di sampul gim PES.(MG/ Bijak Diaz Afianto)
Bagi penggemar sepak bola sejak era 1990-an, sosok wasit berkepala plontos ini bukanlah sosok asing. Banyak yang menilai, pria asal Italia itu adalah wasit paling ikonik dalam sepak bola. Kepala plontos dengan tatapan mata tajam membuat Collina sangat mudah dikenali, dan mungkin ditakuti pemain di lapangan. Selama aktif menjadi wasit dari 1988 hingga 2006, Collina memang identik dengan ketegasan. Ia tak segan berkonfrontasi dengan pemain yang menurutnya melanggar aturan.
Pada sebuah laga di turnamen Euro 2000, Collina pernah menghardik dan mendorong Tomas Repka ketika bek Ceko itu melakukan protes keras usai berselisih dengan gelandang Belanda, Edgar Davids. Ketegasan Pierluigi Collina membuat ia sering dipercaya memimpin laga-laga penting, di antaranya final Liga Champions 1999 antara Bayern Muenchen vs Manchester United dan partai puncak Piala Dunia 2002 antara Brasil vs Jerman.
Ketegasan dan wibawa Collina saat menjadi pengadil lapangan hijau membuat dia dinobatkan sebagai Wasit Terbaik FIFA enam kali beruntun. Sosok kelahiran Bologna itu pun dinilai sebagai wasit sepak bola terbaik sepanjang masa. Nama besar Collina juga mendapat pengakuan dari Konami yang mengembangkan gim sepak bola populer, Pro Evolution Soccer (PES). Pierluigi Collina menjadi wasit pertama dan satu-satunya hingga kini yang mendapat kehormatan tampil di sampul gim PES.(MG/ Bijak Diaz Afianto)
(sha)
Lihat Juga :