Duel Iran vs AS: Tepis Isu Politik, Menang Atau Tersingkir!
Minggu, 27 November 2022 - 05:00 WIB
loading...
Gregg Berhalter menegaskan bahwa isu politik tidak akan masuk dalam pertandingan Piala Dunia 2022 saat Amerika Serikat berhadapan melawan Iran pada laga pemungkas Grup B di Stadion Al Thumama, Selasa (29/11/2022) / Foto: Yahoo! Sports
A
A
A
DOHA - Pelatih Amerika Serikat Gregg Berhalter menegaskan bahwa isu politik tidak akan masuk dalam pertandingan Piala Dunia 2022 saat White and Blue berhadapan melawan Iran pada laga pemungkas Grup B di Stadion Al Thumama, Selasa (29/11/2022). Ini menjadi pertandingan yang sangat krusial untuk melihat tim mana yang lolos ke 16 besar.
Pertemuan Amerika Serikat versus Iran ibarat pengulangan dari pertandingan Piala Dunia 1998. Saat itu, banyak yang mengklaim bahwa itu merupakan pertandinban sepak bola yang bermuatan politik.
Pada Piala Dunia 1998, Iran pun keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1. Mereka pun mendapat julukan Mother of All Football Matches.
BACA JUGA: Profil Ulul Albab El Ibrahim, Bocah Indonesia yang Digandeng Ronaldo
Tahun ini, Amerika Serikat kembali dipertemukan dengan Iran. Namun Berhalter mengatakan, meskipun hubungan politik kedua negara masih memanas. Namun isu politik tidak akan masuk dalam pertandingan.
"Saya telah bermain di tiga negara yang berbeda, dan saya melatih di Swedia, dan hal tentang sepak bola adalah Anda bertemu begitu banyak orang yang berbeda dari seluruh dunia, dan Anda dipersatukan oleh kecintaan yang sama terhadap olahraga ini," kata Berhalter dikutip dari The42, Sabtu (26/11/2022).
"Saya membayangkan pertandingan ini diperebutkan dengan panas karena fakta bahwa kedua tim ingin melaju ke babak berikutnya, bukan karena politik atau karena hubungan antar negara kita. Kami pemain sepak bola dan kami akan bersaing dan mereka akan bersaing dan hanya itu."
Pertemuan Amerika Serikat versus Iran ibarat pengulangan dari pertandingan Piala Dunia 1998. Saat itu, banyak yang mengklaim bahwa itu merupakan pertandinban sepak bola yang bermuatan politik.
Pada Piala Dunia 1998, Iran pun keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1. Mereka pun mendapat julukan Mother of All Football Matches.
BACA JUGA: Profil Ulul Albab El Ibrahim, Bocah Indonesia yang Digandeng Ronaldo
Tahun ini, Amerika Serikat kembali dipertemukan dengan Iran. Namun Berhalter mengatakan, meskipun hubungan politik kedua negara masih memanas. Namun isu politik tidak akan masuk dalam pertandingan.
"Saya telah bermain di tiga negara yang berbeda, dan saya melatih di Swedia, dan hal tentang sepak bola adalah Anda bertemu begitu banyak orang yang berbeda dari seluruh dunia, dan Anda dipersatukan oleh kecintaan yang sama terhadap olahraga ini," kata Berhalter dikutip dari The42, Sabtu (26/11/2022).
"Saya membayangkan pertandingan ini diperebutkan dengan panas karena fakta bahwa kedua tim ingin melaju ke babak berikutnya, bukan karena politik atau karena hubungan antar negara kita. Kami pemain sepak bola dan kami akan bersaing dan mereka akan bersaing dan hanya itu."
Lihat Juga :