Mimpi Buruk Espanyol, Menyerah Setelah 27 Tahun
Jum'at, 10 Juli 2020 - 12:29 WIB
loading...
A
A
A
Selain Tamudo, Espanyol pernah pula diperkuat pemain-pemain top macam Carlos Kameni, Ivan De la Pena, Albert Riera, Pablo Zabaleta, Dani Osvaldo serta Luis Garcia. Dalam kurun 27 tahun, Periquitos telah ditangani 25 pelatih, termasuk nama-nama berpengalaman, yakni Jose Antonio Camacho (1993/96, 1997/98), Paco Flores (1997, 2000-02), Marcelo Bielsa (1998), Juande Ramos (2002), Luis Fernandez (2003/04), Ernesto Valverde (2006-08), Mauricio Pochettino (2009-12), Javier Aguirre (2012-14), Quique Sanchez Flores (2016-18), Abelardo (2019/20) hingga kini Francisco Rufete (sejak 2020).
Bukan hanya prestasi, Espanyol juga pernah merasakan kesulitan hingga harus pindah stadion tiga kali Estadi de Sarria (1923-1997), Estadi Olimpic Lluis Companys (1997- 2009), dan kemudian pindah ke Stadion RCDE sejak 2009.
Salah satu masa paling emosional yang pernah mereka alami ketika pemain Dani Jarque meninggal karena serangan jantung pada usia 26 tahun saat tur pramusim ke Italia, Agustus 2009. Dalam kurun 27 tahun mereka dipimpin empat presiden, yakni Daniel Sanchez Llibre (1997-11), Ramon Condal (2011-12), Juan Collet (2012-16), dan Chen Yansheng (sejak 2016). Yangsheng bahkan sempat berjanji ingin membawa Espanyol lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya.
Sayang, mimpi indah tersebut harus disimpan sementara waktu karena Espanyol terdegradasi. Terlemparnya Espanyol ke Segunda Division, musim depan membuat Rufete merasa perlu memohon maaf kepada fans karena gagal mempertahankan tim di Primera Liga. (Baca juga: Deplu AS Setujui Jual 105 Pesawat Tempur F-35 ke Jepang)
Meski demikian, dia menilai Espanyol menunjukkan kinerja bagus melawan Barca dan itu menjadi modal penting agar secepatnya kembali ke Primera Liga. Rufete pun merasa bangga dengan tim dan siap bertahan bila diperlukan.
Dia mengakui sedih karena terdegradasi dari Primera Liga karena itu akan melakukan segala yang mungkin untuk kembali. “Klub kami memiliki banyak penggemar yang pantas mendapatkan hasil lebih baik. Kami mencoba yang terbaik tetapi kami tidak berhasil. Pada masa depan kami harus bermain seperti saat melawan Barca. Ini akan sulit tetapi permainan ini harus menjadi dasar kesuksesan masa depan kita," kata Rufete, dilansir Marca.
Bukan hanya prestasi, Espanyol juga pernah merasakan kesulitan hingga harus pindah stadion tiga kali Estadi de Sarria (1923-1997), Estadi Olimpic Lluis Companys (1997- 2009), dan kemudian pindah ke Stadion RCDE sejak 2009.
Salah satu masa paling emosional yang pernah mereka alami ketika pemain Dani Jarque meninggal karena serangan jantung pada usia 26 tahun saat tur pramusim ke Italia, Agustus 2009. Dalam kurun 27 tahun mereka dipimpin empat presiden, yakni Daniel Sanchez Llibre (1997-11), Ramon Condal (2011-12), Juan Collet (2012-16), dan Chen Yansheng (sejak 2016). Yangsheng bahkan sempat berjanji ingin membawa Espanyol lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya.
Sayang, mimpi indah tersebut harus disimpan sementara waktu karena Espanyol terdegradasi. Terlemparnya Espanyol ke Segunda Division, musim depan membuat Rufete merasa perlu memohon maaf kepada fans karena gagal mempertahankan tim di Primera Liga. (Baca juga: Deplu AS Setujui Jual 105 Pesawat Tempur F-35 ke Jepang)
Meski demikian, dia menilai Espanyol menunjukkan kinerja bagus melawan Barca dan itu menjadi modal penting agar secepatnya kembali ke Primera Liga. Rufete pun merasa bangga dengan tim dan siap bertahan bila diperlukan.
Dia mengakui sedih karena terdegradasi dari Primera Liga karena itu akan melakukan segala yang mungkin untuk kembali. “Klub kami memiliki banyak penggemar yang pantas mendapatkan hasil lebih baik. Kami mencoba yang terbaik tetapi kami tidak berhasil. Pada masa depan kami harus bermain seperti saat melawan Barca. Ini akan sulit tetapi permainan ini harus menjadi dasar kesuksesan masa depan kita," kata Rufete, dilansir Marca.
Lihat Juga :