Gelar Scudetto Juventus hanya Butuh 15 dari 21 Poin Sisa
Sabtu, 11 Juli 2020 - 11:30 WIB
loading...
A
A
A
Sementara Roma memiliki kepentingan menjaga asa bermain di Eropa dan menjauhkan diri dari tekanan Napoli. Berjarak 14 poin dari Inter Milan di urutan kelima klasemen sementara, Roma tentu tak ingin melepaskan laga melawan Juventus.
Dengan demikian, kewaspadaan tinggi harus tetap diberlakukan Juve. Terpeleset sedikit saja dan di saat bersamaan rival meraih hasil bagus, gelar scudetto bisa melayang. Karena itu, pantang bagi Juve tidak meremehkan setiap lawan dan berusaha menyapu bersih semua pertandingan tersisa, termasuk saat menjamu Atalanta di Allianz Stadium, dini hari nanti. (Baca juga: Perkuat Pengaruh di Libya, Turki Dituduh Mengepung Mesir)
Setelah dipermalukan Milan 2-4, Rabu (8/7), Juve bertekad kembali ke jalur kemenangan. Pelatih Maurizio Sarri tidak ingin pasukannya kehilangan fokus dan kedodoran sehingga kebobolan empat gol. Dia juga tidak menampik kelelahan akibat jadwal padat sedikit membuat ritme permainan tim terganggu.
Juru taktik berusia 61 tahun tersebut menilai Juve tidak panik dan siap bangkit dengan permainan yang lebih baik. “Setelah Milan, kami memiliki pertandingan lain dalam beberapa hari. Ini telah terjadi pada tim lain. Ini adalah waktu yang sulit bagi semua orang, baik secara fisik maupun mental,” kata Sarri, dilansir juventus.com.
Kepercayaan diri Sarri didukung kembalinya Paulo Dybala dan Matthijs de Ligt. Sempat absen karena suspensi melawan Milan, keduanya diharapkan membuat Juve lebih kuat. De Ligt akan berduet dengan Bonucci di jantung pertahanan. Sementara Dybala mendukung Cristiano Ronaldo (CR7) dan Federico Bernardeschi di lini depan.
Sebelum absen melawan Milan, Dybala sedang tajam-tajamnya dengan gelontoran empat gol di empat pertandingan Seri A. Bomber Argentina hanya tertinggal satu gol dari CR7 yang mencetak lima gol dalam lima pertandingan terakhir Seri A. (Baca juga: Buffon Dianggap Layak Jadi Pelatih Masa Depan Juventus)
Dengan demikian, kewaspadaan tinggi harus tetap diberlakukan Juve. Terpeleset sedikit saja dan di saat bersamaan rival meraih hasil bagus, gelar scudetto bisa melayang. Karena itu, pantang bagi Juve tidak meremehkan setiap lawan dan berusaha menyapu bersih semua pertandingan tersisa, termasuk saat menjamu Atalanta di Allianz Stadium, dini hari nanti. (Baca juga: Perkuat Pengaruh di Libya, Turki Dituduh Mengepung Mesir)
Setelah dipermalukan Milan 2-4, Rabu (8/7), Juve bertekad kembali ke jalur kemenangan. Pelatih Maurizio Sarri tidak ingin pasukannya kehilangan fokus dan kedodoran sehingga kebobolan empat gol. Dia juga tidak menampik kelelahan akibat jadwal padat sedikit membuat ritme permainan tim terganggu.
Juru taktik berusia 61 tahun tersebut menilai Juve tidak panik dan siap bangkit dengan permainan yang lebih baik. “Setelah Milan, kami memiliki pertandingan lain dalam beberapa hari. Ini telah terjadi pada tim lain. Ini adalah waktu yang sulit bagi semua orang, baik secara fisik maupun mental,” kata Sarri, dilansir juventus.com.
Kepercayaan diri Sarri didukung kembalinya Paulo Dybala dan Matthijs de Ligt. Sempat absen karena suspensi melawan Milan, keduanya diharapkan membuat Juve lebih kuat. De Ligt akan berduet dengan Bonucci di jantung pertahanan. Sementara Dybala mendukung Cristiano Ronaldo (CR7) dan Federico Bernardeschi di lini depan.
Sebelum absen melawan Milan, Dybala sedang tajam-tajamnya dengan gelontoran empat gol di empat pertandingan Seri A. Bomber Argentina hanya tertinggal satu gol dari CR7 yang mencetak lima gol dalam lima pertandingan terakhir Seri A. (Baca juga: Buffon Dianggap Layak Jadi Pelatih Masa Depan Juventus)
Lihat Juga :