alexametrics

Tiga Wajah Barcelona: Dari Kagum Berbalik Jadi Kekecewaan dalam Hitungan Hari

loading...
Tiga Wajah Barcelona: Dari Kagum Berbalik Jadi Kekecewaan dalam Hitungan Hari
Konsistensi menjadi isu utama ketika berbicara tentang Barcelona. Pasalnya, dalam beberapa terakhir ini Blaugrana tidak berhasil membangun kemenangan saat mereka berjuang untuk memertahankan gelar juara Liga Spanyol musim ini / Foto: Barcelona
A+ A-
BARCELONA - Konsistensi menjadi isu utama ketika berbicara tentang Barcelona. Pasalnya, dalam beberapa terakhir ini Blaugrana tidak berhasil membangun kemenangan saat mereka berjuang untuk memertahankan gelar juara Liga Spanyol musim ini.

Dari delapan pertandingan yang telah dijalani Barcelona sejak bergulirnya kompetisi domestik, pasukan Quique Setien setidaknya berhasil memertahankan rekor tak terkalahkannya. (Baca juga: Madrid Cium Aroma Trofi, Usai Tekuk Alaves)

Hanya saja, jika dibandingkan dengan Real Madrid, Barcelona justru meraup tiga poin saat berhadapan melawan Sevilla, Celta Vigo, dan Atletico Madrid. Akibatnya, posisi puncak klasemen sementara Liga Spanyol dikudeta Los Blancos setelah merebut delapan kemenangan beruntun. (Baca juga: Preview Real Valladolid vs Barcelona: Menjaga Panasnya Persaingan)

Keroposnya lini pertahanan Barcelona dan keresahan Lionel Messi di Camp Nou telah meninggalkan cerita yang kurang mengenakkan dalam perburuan gelar musim ini. (Baca juga: Gelar Scudetto Juventus hanya Butuh 15 dari 21 Poin Sisa)



Kekaguman penggemar ketika melihat Barcelona memulai pertandingan pun kini berubah menjadi kekecewaan. Itu hanya berlangsung singkat alias dalam hitungan hari saja. Lantas, faktor apa saja yang menyebabkan inkonsistensi Barcelona pasca kompetisi bergulir pertengahan bulan lalu?

Berikut 3 Isu Utama Inkonsistensi Barcelona yang Jadi Bahan Pembicaraan:



1. Pergerakan Lini Depan
Penampilan terbaik Barcelona terjadi ketika Antoine Griezmann dan Luis Suarez bergerak dalam serangan, mencoba menghasilkan dan mengeksploitasi ruang. Ketika tidak ada gerakan, itu tergantung pada Lionel Messi untuk menghasilkan gerakan individu yang akan mengancam lawan.

2. Konsentrasi tanpa bola
Reaksi Barcelona dalam serangan balik cepat pada musim ini dinilai buruk, karena mereka berjuang untuk secara efektif menekan lawan mereka setelah kehilangan bola. Sebaliknya, seperti yang terjadi terhadap Espanyol, pertahanan mereka ada di seluruh lapangan meskipun Marc-Andre Ter Stegen biasanya ada untuk menyelamatkan timnya.

3. Produktivitas Gol
Blaugrana mencetak gol awal melawan Villarreal dan bereaksi cepat setelah tim tuan rumah menyamakan kedudukan. Ketika Barcelona menemukan gol awal, semuanya lebih mudah, seperti yang terjadi melawan Real Mallorca.

Jika waktu berlalu tanpa mereka mencetak gol, lawan mereka tumbuh ke dalam permainan dan membuatnya lebih sulit bagi Blaugrana untuk menggetarkan gawang lawan. Sementara itu, kekeringan mencetak gol Messi, inkonsistensi Luis Suarez dan penurunan gelandang mereka juga bisa menjadi faktor penting yang bisa merugikan Barcelona dalam perburuan gelar Liga Spanyol musim ini.
(bbk)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak