Nova Widianto: Ganda Campuran Pelatnas Indonesia Berpeluang Lolos ke Olimpiade 2024
Jum'at, 23 Desember 2022 - 05:02 WIB
loading...
Nova Widianto menyebut ganda campuran pelatnas Indonesia berpeluang lolos ke Olimpiade Paris 2024 ketimbang Malaysia. Ini mengacu pada ranking yang lebih baik ketimbang pasangan Negeri Jiran / Foto: MPI
A
A
A
JAKARTA - Nova Widianto menyebut ganda campuran pelatnas Indonesia berpeluang lolos ke Olimpiade Paris 2024 ketimbang Malaysia. Ini mengacu pada ranking yang lebih baik ketimbang pasangan Negeri Jiran.
Pernyataan itu disampaikannya usai Nova Widianto resmi bergabung dengan Asosiasi Bulutangkis Malaysia (BAM). Dia dikontrak selama dua tahun ke depan dan bakal memulai tugasnya pada 1 Januari 2023 mendatang.
Kehadiran Nova Widianto diharapkan dapat membantu ganda campuran Malaysia lolos ke Olimpiade Paris 2024, yang kualifikasinya bakal dimulai pada tahun depan. Kendati mengaku optimistis dengan pekerjaan berat tersebut, namun pelatih berusia 45 tahun itu menuturkan bahwa hal itu sulit untuk dilakukan lantaran tiga pasangan Malaysia, yakni Cheng Tang Jie/Peck Yen Wei (ranking 23), Hoo Pang Ron/Toh Ee Wei (27) dan Chang Peng Soon/Cheah Yee See (44), masih kalah jauh dari segi peringkat oleh duet non-pelatnas, Tan Kian Meng/Lai Pei Jing (5) dan Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie (9) dan juga kalah pengalaman karena mereka masih pasangan baru.
BACA JUGA: Sambil Meneteskan Air Mata, Nova Widianto Titip Pesan untuk Ganda Campuran Indonesia
Nova pun menilai dua pasangan andalan Pelatnas PBSI, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari dan Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati, punya peluang yang lebih besar untuk mendapat tiket ke Paris 2024. Sebab, dari segi ranking, mereka sudah dekat dengan posisi 10 besar dunia.
"Kalau di pelatnas ini (PBSI) lebih bagus kan daripada di Malaysia. Walaupun umurnya sama-sama muda, tapi di pelatnas ini kan Rinov/Pitha sudah di ranking 11, Rehan/Lisa sudah di rank 16, jadi harusnya mereka lebih mudah (lolos ke Paris 2024),” kata Nova.
Lebih lanjut, juara dunia dua kali itu menilai Rinov/Pitha dan Rehan/Lisa mungkin malah bakal saling bersaing untuk lolos ke Paris 2024. Selain itu, menurutnya ancaman juga akan datang dari dua pasangan non-pelatnas, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (ranking 22), yang akan comeback di Indonesia Masters 2023 usai Praveen cedera panjang, dan juga Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja (25), yang meraih empat gelar di musim 2022.
Pernyataan itu disampaikannya usai Nova Widianto resmi bergabung dengan Asosiasi Bulutangkis Malaysia (BAM). Dia dikontrak selama dua tahun ke depan dan bakal memulai tugasnya pada 1 Januari 2023 mendatang.
Kehadiran Nova Widianto diharapkan dapat membantu ganda campuran Malaysia lolos ke Olimpiade Paris 2024, yang kualifikasinya bakal dimulai pada tahun depan. Kendati mengaku optimistis dengan pekerjaan berat tersebut, namun pelatih berusia 45 tahun itu menuturkan bahwa hal itu sulit untuk dilakukan lantaran tiga pasangan Malaysia, yakni Cheng Tang Jie/Peck Yen Wei (ranking 23), Hoo Pang Ron/Toh Ee Wei (27) dan Chang Peng Soon/Cheah Yee See (44), masih kalah jauh dari segi peringkat oleh duet non-pelatnas, Tan Kian Meng/Lai Pei Jing (5) dan Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie (9) dan juga kalah pengalaman karena mereka masih pasangan baru.
BACA JUGA: Sambil Meneteskan Air Mata, Nova Widianto Titip Pesan untuk Ganda Campuran Indonesia
Nova pun menilai dua pasangan andalan Pelatnas PBSI, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari dan Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati, punya peluang yang lebih besar untuk mendapat tiket ke Paris 2024. Sebab, dari segi ranking, mereka sudah dekat dengan posisi 10 besar dunia.
"Kalau di pelatnas ini (PBSI) lebih bagus kan daripada di Malaysia. Walaupun umurnya sama-sama muda, tapi di pelatnas ini kan Rinov/Pitha sudah di ranking 11, Rehan/Lisa sudah di rank 16, jadi harusnya mereka lebih mudah (lolos ke Paris 2024),” kata Nova.
Lebih lanjut, juara dunia dua kali itu menilai Rinov/Pitha dan Rehan/Lisa mungkin malah bakal saling bersaing untuk lolos ke Paris 2024. Selain itu, menurutnya ancaman juga akan datang dari dua pasangan non-pelatnas, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (ranking 22), yang akan comeback di Indonesia Masters 2023 usai Praveen cedera panjang, dan juga Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja (25), yang meraih empat gelar di musim 2022.
Lihat Juga :