Quique Setien, Pengagum Tiki Taka sejak Lama
Selasa, 28 April 2020 - 13:43 WIB
loading...
A
A
A
Sayang, gaya Barca kadang memberi tekanan dan ancaman kepada pelatih. Seperti Ernesto Valverde yang dikritik karena gaya permainannya saat bersama Barca tak mencerminkan tiki-taka. Valverde mengungkapkan, Barca asuhannya memiliki kepemilikan bola, bukan peluang dan tanpa peluang.
Demi peluang, pemain harus memiliki bola dan itu diakuinya tidak berjalan efektif dalam beberapa kesempatan. “Saya suka menjadi penguasa bola karena Anda melepaskannya dari lawan. Pertanyaannya, apakah Anda dalam atau tidak dengan bola itu? Setiap orang harus melihat bagaimana mereka merasa nyaman untuk dapat menyampaikan pesan mereka,” ujar Valverde.
Tapi, Valverde menilai Barca seharusnya tidak terpaku dengan satu strategi. Dia sebenarnya ingin menjadikan Blaugrana sebagai tim yang kuat dan memiliki banyak alternatif permainan untuk mengalahkan lawan. Juru taktik berusia 56 tahun tersebut bahkan mengklaim media kerap menyudutkannya, meski selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi tim.
“Pada akhirnya, kepemilikan adalah cara memenangkan permainan. Sedikit diperbesar media, tapi itu tidak lebih dari kriteria. Jika Anda ingin menjadi agresif dengan bola, Anda juga harus menjadi agresif ketika tanpa bola. Dalam kasus saya, ini tentang ingin mengambil inisiatif dari permainan dan itu terjadi karena lawan tidak mau bermain," tandas Valverde. (Alimansyah)
Demi peluang, pemain harus memiliki bola dan itu diakuinya tidak berjalan efektif dalam beberapa kesempatan. “Saya suka menjadi penguasa bola karena Anda melepaskannya dari lawan. Pertanyaannya, apakah Anda dalam atau tidak dengan bola itu? Setiap orang harus melihat bagaimana mereka merasa nyaman untuk dapat menyampaikan pesan mereka,” ujar Valverde.
Tapi, Valverde menilai Barca seharusnya tidak terpaku dengan satu strategi. Dia sebenarnya ingin menjadikan Blaugrana sebagai tim yang kuat dan memiliki banyak alternatif permainan untuk mengalahkan lawan. Juru taktik berusia 56 tahun tersebut bahkan mengklaim media kerap menyudutkannya, meski selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi tim.
“Pada akhirnya, kepemilikan adalah cara memenangkan permainan. Sedikit diperbesar media, tapi itu tidak lebih dari kriteria. Jika Anda ingin menjadi agresif dengan bola, Anda juga harus menjadi agresif ketika tanpa bola. Dalam kasus saya, ini tentang ingin mengambil inisiatif dari permainan dan itu terjadi karena lawan tidak mau bermain," tandas Valverde. (Alimansyah)
(ysw)
Lihat Juga :