Djanur Minta Maaf, Persikabo 1973 Tak Pernah Menang di Sistem Bubble
Minggu, 25 Desember 2022 - 02:02 WIB
loading...
A
A
A
"Saya sebagai pemain mewakili seluruh pemain kami minta maaf kepada seluruh suporter Persikabo kami belum bisa kasih hadiah spesial di ulang tahun di Persikabo ini," kata pemain Persikabo 1973, Ali Koroy dalam jumpa pers setelah pertandingan, Sabtu (24/12/2022) malam.
"Tapi kalian bisa lihat perjuangan teman-teman di dalam lapangan meski kebobolan di menit akhir. Tapi perjuangan teman-teman di dalam lapangan ini semoga ke depannya kami lebih baik lagi dan lebih baik lagi," ungkapnya menambahkan.
Hasil imbang melawan Persib juga memastikan Persikabo 1973 mencatat hasil tanpa kemenangan selama enam pekan pertandingan sisa putaran pertama yang dilaksanakan secara bubble atau gelembung di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Dari enam laga sejak Liga 1 kembali bergulir pada 5 Desember 2022, Persikabo 1973, hanya mampu meraih hasil 4 kali imbang dan dua kali kalah.
Pelatih Persikabo 1973, Djadjang 'Djanur' Nurdjaman pun meminta maaf kepada suporter Persikabo 1973, karena selama bertanding di Jateng dan Yogya, Laskar Pajajaran selalu gagal meraih kemenangan.
"Sampai menyelesaiakan 6 pertandingan di sistem bubble ini, hanya meraih 4 poin dari 4 hasil seri. Kami memohon maaf kepada suporter kami, UPCS dan Kabomania karena belum memberikan hasil yang maksimal, mohon maaf akan hal ini," ujar Djanur.
Djanur mencoba membela diri. Menurutnya kegagalan Persikabo 1973 meraih kemenangan selama kompetisi digelar dengan sistem bubble, juga tak lepas dari faktor non teknis. Djanur mencontohkan kontroversi yang terjadi di laga kontra RANS Nusantara FC, ketika dua gol Gustavo Tocantins dianulir wasit karena dianggap belum melewati garis dan dinilai offside.
"Tapi kalian bisa lihat perjuangan teman-teman di dalam lapangan meski kebobolan di menit akhir. Tapi perjuangan teman-teman di dalam lapangan ini semoga ke depannya kami lebih baik lagi dan lebih baik lagi," ungkapnya menambahkan.
Hasil imbang melawan Persib juga memastikan Persikabo 1973 mencatat hasil tanpa kemenangan selama enam pekan pertandingan sisa putaran pertama yang dilaksanakan secara bubble atau gelembung di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Dari enam laga sejak Liga 1 kembali bergulir pada 5 Desember 2022, Persikabo 1973, hanya mampu meraih hasil 4 kali imbang dan dua kali kalah.
Pelatih Persikabo 1973, Djadjang 'Djanur' Nurdjaman pun meminta maaf kepada suporter Persikabo 1973, karena selama bertanding di Jateng dan Yogya, Laskar Pajajaran selalu gagal meraih kemenangan.
"Sampai menyelesaiakan 6 pertandingan di sistem bubble ini, hanya meraih 4 poin dari 4 hasil seri. Kami memohon maaf kepada suporter kami, UPCS dan Kabomania karena belum memberikan hasil yang maksimal, mohon maaf akan hal ini," ujar Djanur.
Djanur mencoba membela diri. Menurutnya kegagalan Persikabo 1973 meraih kemenangan selama kompetisi digelar dengan sistem bubble, juga tak lepas dari faktor non teknis. Djanur mencontohkan kontroversi yang terjadi di laga kontra RANS Nusantara FC, ketika dua gol Gustavo Tocantins dianulir wasit karena dianggap belum melewati garis dan dinilai offside.
Lihat Juga :