Kontribusi Bruno VAR-nandes Saat Kalahkan Aston Villa
Senin, 13 Juli 2020 - 10:36 WIB
loading...
Bruno Fernandes. Foto/Live Score
A
A
A
MANCHESTER - Kontroversi penalti yang didapatkan Manchester United (MU) saat menang 3-0 atas Aston Villa, Jumat (10/7/2020), terus mendapatkan sorotan. Kinerja video assistant referee (VAR) dianggap buruk lantaran tidak membantu wasit melakukan keputusan tepat.
Seperti diketahui, MU diberikan penalti oleh wasit Jonathan Moss di babak pertama setelah Bruno Fernandes dijatuhkan bek Villa, Ezri Konsa. Berdasarkan tayangan ulang, sebelum terjatuh, Fernandes terlihat menginjak engkel kanan Konsa. Fernandes kemudian mengeksekusi penalti tersebut dengan baik. Tak pelak, hal itu menimbulkan polemik.
Seusai pertandingan, Liga Primer bahkan mengakui bahwa VAR tidak melakukan pekerjaannya dengan baik dan wasit mengambil keputusan keliru. Pelatih Villa Dean Smith juga begitu kecewa karena penalti yang dianggapnya memalukan. (Baca: Bertaruh Liverpool Juara, Fans Man United Menang Rp1,6 Miliar)
Sebenarnya bukan hanya MU, Liga Primer juga mengonfirmasi jika VAR juga membuat keputusan salah dengan memberikan penalti kepada Southampton saat melawan Everton serta tidak memberikan penalti kepada Tottenham Hotspur ketika menghadapi AFC Bournemouth.
Meski menimbulkan kontroversi, kubu MU bersiteguh bahwa keputusan wasit tepat. Fernandes mengatakan timnya layak mendapatkan penalti ke-13 sepanjang musim ini. Mereka sejajar dengan Leicester City (2015/16) dan Crystal Palace (2004/05) sebagai klub terbanyak yang mendapatkan penalti dalam satu musim Liga Primer.
“Semua orang berhak menyatakan pendapatnya. Itu adalah penalti dan wasit melihatnya sebagai penalti. Kontak yang terjadi normal. Saya tidak memprovokasi lawan dan hanya mendapatkan bola kembali dan memberikan sentuhan pertama. Konsa mencoba mengambil bola, tetapi kakinya tetap di bawah saya,” ungkap Fernandes dilansir mirror.co.uk.
Kepercayaan diri Fernandes merepresentasikan betapa besarnya kontribusinya. Gelandang Portugal itu telah terlibat langsung dalam 13 gol dalam 10 pertandingan Liga Primer pertamanya untuk MU (tujuh gol, enam assist).
Seperti diketahui, MU diberikan penalti oleh wasit Jonathan Moss di babak pertama setelah Bruno Fernandes dijatuhkan bek Villa, Ezri Konsa. Berdasarkan tayangan ulang, sebelum terjatuh, Fernandes terlihat menginjak engkel kanan Konsa. Fernandes kemudian mengeksekusi penalti tersebut dengan baik. Tak pelak, hal itu menimbulkan polemik.
Seusai pertandingan, Liga Primer bahkan mengakui bahwa VAR tidak melakukan pekerjaannya dengan baik dan wasit mengambil keputusan keliru. Pelatih Villa Dean Smith juga begitu kecewa karena penalti yang dianggapnya memalukan. (Baca: Bertaruh Liverpool Juara, Fans Man United Menang Rp1,6 Miliar)
Sebenarnya bukan hanya MU, Liga Primer juga mengonfirmasi jika VAR juga membuat keputusan salah dengan memberikan penalti kepada Southampton saat melawan Everton serta tidak memberikan penalti kepada Tottenham Hotspur ketika menghadapi AFC Bournemouth.
Meski menimbulkan kontroversi, kubu MU bersiteguh bahwa keputusan wasit tepat. Fernandes mengatakan timnya layak mendapatkan penalti ke-13 sepanjang musim ini. Mereka sejajar dengan Leicester City (2015/16) dan Crystal Palace (2004/05) sebagai klub terbanyak yang mendapatkan penalti dalam satu musim Liga Primer.
“Semua orang berhak menyatakan pendapatnya. Itu adalah penalti dan wasit melihatnya sebagai penalti. Kontak yang terjadi normal. Saya tidak memprovokasi lawan dan hanya mendapatkan bola kembali dan memberikan sentuhan pertama. Konsa mencoba mengambil bola, tetapi kakinya tetap di bawah saya,” ungkap Fernandes dilansir mirror.co.uk.
Kepercayaan diri Fernandes merepresentasikan betapa besarnya kontribusinya. Gelandang Portugal itu telah terlibat langsung dalam 13 gol dalam 10 pertandingan Liga Primer pertamanya untuk MU (tujuh gol, enam assist).
Lihat Juga :