PSSI Anggap Surat Djohar ke FIFA Sebagai Rumor Murahan
Rabu, 13 Mei 2015 - 14:18 WIB
PSSI Anggap Surat Djohar ke FIFA Sebagai Rumor Murahan
A
A
A
JAKARTA - Tim pembela hukum PSSI, Togar Manahan Nero menganggap beredarnya surat dari Djohar Arifin Husein kepada FIFA yang sampai ke tangan beberapa awak media, hanyalah isyu murahan yang sengata dihembuskan pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Saat dihubungi sindonews.com, Rabu (13/5/2014), Togar bahkan menganggap kalau surat tersebut terlalu janggal untuk bisa dibenarkan.
''Mana mungkin (Djohar Arifin meminta FIFA tidak mengakui KLB PSSI), malah dia sendiri yang membuka dan menutup kongres tanggal 18. Terlalu janggal untuk bisa dibenarkan,'' ujar Togar.
''Ini hanya rumor yang dihembuskan orang-orang tidak bertanggung jawab. Rumor ini sengaja disebar biar suasana di PSSI panas,'' sambungnya.
Sebelumnya, beredar luas sebuah kutipan surat yang isinya meminta FIFA untuk tidak mengakui kongres PSSI yang berlangsung di Surabaya (18/4/2015). Yang mengejutkan, dalam kutipan tersebut dituliskan kalau sang pengirim adalah Djohar Arifin yang merupakan Ketua PSSI periode 2011-2015. Namun, hingga kini tidak ada satupun yang pernah melihat bentuk fisik surat yang katanya ditulis oleh Djohar tersebut.
Berikut kutipan surat yang beredar luas di sejumlah media:
Kepada Mr Joseph S. Blatter
Presiden FIFA
Yang Terhormat Mr Presiden
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah membekukan PSSI dan tidak lagi mengakui kegiatan PSSI melalui surat yang dikirimkan oleh Kemenpora pada 17 April. Maka, seluruh jajaran pemerintah di tingkat pusat dan daerah termasuk Kepolisian Negara Republik Indonesia, tidak dapat lagi memberikan pelayanan dan fasilitas untuk pengelolaan PSSI.
Karena surat skorsing yang telah diterbitkan pada 17 April 2015 tepat sebelum PSSI memilih ketua umum yang baru dan sesuai dengan itu, saya masih tetap sebagai Ketua Umum PSSI.
Saya berharap FIFA memperhatikan hal ini dengan tidak mengakui kongres luar biasa PSSI pada 18 April 2015 karena PSSI diskors oleh pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga sejak 17 April 2015.
Salam Hormat
Prof Dr Ir Djohar Arifin Husein
Presiden FA Indonesia
''Mana mungkin (Djohar Arifin meminta FIFA tidak mengakui KLB PSSI), malah dia sendiri yang membuka dan menutup kongres tanggal 18. Terlalu janggal untuk bisa dibenarkan,'' ujar Togar.
''Ini hanya rumor yang dihembuskan orang-orang tidak bertanggung jawab. Rumor ini sengaja disebar biar suasana di PSSI panas,'' sambungnya.
Sebelumnya, beredar luas sebuah kutipan surat yang isinya meminta FIFA untuk tidak mengakui kongres PSSI yang berlangsung di Surabaya (18/4/2015). Yang mengejutkan, dalam kutipan tersebut dituliskan kalau sang pengirim adalah Djohar Arifin yang merupakan Ketua PSSI periode 2011-2015. Namun, hingga kini tidak ada satupun yang pernah melihat bentuk fisik surat yang katanya ditulis oleh Djohar tersebut.
Berikut kutipan surat yang beredar luas di sejumlah media:
Kepada Mr Joseph S. Blatter
Presiden FIFA
Yang Terhormat Mr Presiden
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah membekukan PSSI dan tidak lagi mengakui kegiatan PSSI melalui surat yang dikirimkan oleh Kemenpora pada 17 April. Maka, seluruh jajaran pemerintah di tingkat pusat dan daerah termasuk Kepolisian Negara Republik Indonesia, tidak dapat lagi memberikan pelayanan dan fasilitas untuk pengelolaan PSSI.
Karena surat skorsing yang telah diterbitkan pada 17 April 2015 tepat sebelum PSSI memilih ketua umum yang baru dan sesuai dengan itu, saya masih tetap sebagai Ketua Umum PSSI.
Saya berharap FIFA memperhatikan hal ini dengan tidak mengakui kongres luar biasa PSSI pada 18 April 2015 karena PSSI diskors oleh pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga sejak 17 April 2015.
Salam Hormat
Prof Dr Ir Djohar Arifin Husein
Presiden FA Indonesia
(rus)