Menpora-PSSI Lihatlah Klub dan Pemain Frustrasi
Kamis, 21 Mei 2015 - 14:50 WIB
Menpora-PSSI Lihatlah Klub dan Pemain Frustrasi
A
A
A
GRESIK - Pembatalan turnamen pramusim QNB Indonesia Champions Cup 2015 membuat klub maupun pemain frustrasi. Sudah tak ada harapan lagi mereka bisa bermain di kompetisi resmi pada 2015, kecuali kisruh sepak bola nasional selesai.
Turnamen pramusim yang digagas PT Liga Indonesia itu sejatinya menjadi harapan terakhir bagi klub-klub QNB League untuk menjaga eksistensi tim. Pembatalan tersebut membuat klub yakin pembentukan tim selama ini percuma.
Pembatalan ini sesuai dengan prediksi Manager Persegres Gresik United Bagoes Cahyo Yuwono. Dia menjadi sosok pertama yang tidak antusiasi dengan turnamen pramusim tersebut dan sempat mempertanyakan izin keamanan yang menjadi problem sepak bola saat ini.
"Saya sudah menduga sebelumnya, bahwa turnamen akan seperti ini (dibatalkan). Makanya Persegres tidak terburu-buru mengumpulkan pemain. Selama PSSI dan Menpora tidak ada kekompakan, ya begini situasinya,"cetus Bagoes.
Persegres pun menganggap tak ada lagi aktivitas sepak bola pada 2015 yang berencana membubarkan tim. Dia juga belum yakin sepenuhnya wacana PT Liga Indonesia menggelar musim 2015-2016 pada September bisa berjalan mulus.
"Kondisi ini semakin membuat pelaku sepak bola frustrasi. Bahkan untuk bertanding pun sudah sangat sulit, apalagi mengelola sepak bola dan klub dengan baik. Kami tak punya pilihan lain kecuali membubarkan tim," sebut Bagoes.
Tim Persegres kebetulan masih belum sempat menggelar latihan jelang turnamen pra musim. Manajemen dan pelatih sebenarnya baru mengagendakan latihan pekan depan atau hanya beberapa hari sebelum turnamen digelar.
Kini manajemen mengurungkan niat memanggil pemain dan belum ada keputusan terkait masa depan Laskar Jaka Samudra. Walau begitu, sudah ada indikasi manajemen Persegres membebaskan pemainnya untuk mencari klub baru, termasuk pemain asing jika ingin bermain di luar Indonesia.
Situasi berbeda dialami Persela Lamongan, tetangga terdekat Persegres. Persela kadung memulai latihan pada awal pekan kemarin dan terpaksa harus meliburkan pemainnya lagi, karena pembatalan turnamen pra musim bertajuk Indonesia Champions Cup 2015.
Frustrasi? Jelas. Manajemen, staf pelatih dan pemain, menyatakan kecewa dengan pembatalan turnamen tersebut. "Kami sudah susah payah memanggil pemain, sudah memulai latihan, sekarang harus meliburkan pemain lagi," kata Sekretaris Persela Muji Santoso.
"Kasihan pemain, secara psikologis jelas sangat kecewa dan frustrasi dengan kondisi ini. Tidak ada jalan lain kecuali vakum lagi," imbuhnya. Asisten Pelatih Persela Didik Ludiyanto sebenarnya sudah mempersiapkan tes VO2Max pada Kamis (21/5).
"Sebenarnya sudah ada tahapan latihan agar tim siap bertanding pekan depan. Saya kasihan dengan pemain yang sudah jauh-jauh datang untuk latihan. Saya akan berbicara dengan manajemen terkait nasib Persela ke depannya," sebut Didik.
Turnamen pramusim yang digagas PT Liga Indonesia itu sejatinya menjadi harapan terakhir bagi klub-klub QNB League untuk menjaga eksistensi tim. Pembatalan tersebut membuat klub yakin pembentukan tim selama ini percuma.
Pembatalan ini sesuai dengan prediksi Manager Persegres Gresik United Bagoes Cahyo Yuwono. Dia menjadi sosok pertama yang tidak antusiasi dengan turnamen pramusim tersebut dan sempat mempertanyakan izin keamanan yang menjadi problem sepak bola saat ini.
"Saya sudah menduga sebelumnya, bahwa turnamen akan seperti ini (dibatalkan). Makanya Persegres tidak terburu-buru mengumpulkan pemain. Selama PSSI dan Menpora tidak ada kekompakan, ya begini situasinya,"cetus Bagoes.
Persegres pun menganggap tak ada lagi aktivitas sepak bola pada 2015 yang berencana membubarkan tim. Dia juga belum yakin sepenuhnya wacana PT Liga Indonesia menggelar musim 2015-2016 pada September bisa berjalan mulus.
"Kondisi ini semakin membuat pelaku sepak bola frustrasi. Bahkan untuk bertanding pun sudah sangat sulit, apalagi mengelola sepak bola dan klub dengan baik. Kami tak punya pilihan lain kecuali membubarkan tim," sebut Bagoes.
Tim Persegres kebetulan masih belum sempat menggelar latihan jelang turnamen pra musim. Manajemen dan pelatih sebenarnya baru mengagendakan latihan pekan depan atau hanya beberapa hari sebelum turnamen digelar.
Kini manajemen mengurungkan niat memanggil pemain dan belum ada keputusan terkait masa depan Laskar Jaka Samudra. Walau begitu, sudah ada indikasi manajemen Persegres membebaskan pemainnya untuk mencari klub baru, termasuk pemain asing jika ingin bermain di luar Indonesia.
Situasi berbeda dialami Persela Lamongan, tetangga terdekat Persegres. Persela kadung memulai latihan pada awal pekan kemarin dan terpaksa harus meliburkan pemainnya lagi, karena pembatalan turnamen pra musim bertajuk Indonesia Champions Cup 2015.
Frustrasi? Jelas. Manajemen, staf pelatih dan pemain, menyatakan kecewa dengan pembatalan turnamen tersebut. "Kami sudah susah payah memanggil pemain, sudah memulai latihan, sekarang harus meliburkan pemain lagi," kata Sekretaris Persela Muji Santoso.
"Kasihan pemain, secara psikologis jelas sangat kecewa dan frustrasi dengan kondisi ini. Tidak ada jalan lain kecuali vakum lagi," imbuhnya. Asisten Pelatih Persela Didik Ludiyanto sebenarnya sudah mempersiapkan tes VO2Max pada Kamis (21/5).
"Sebenarnya sudah ada tahapan latihan agar tim siap bertanding pekan depan. Saya kasihan dengan pemain yang sudah jauh-jauh datang untuk latihan. Saya akan berbicara dengan manajemen terkait nasib Persela ke depannya," sebut Didik.
(aww)