La Nyalla Tantang Tangkap Oknum PSSI Jika Terbukti Atur Skor
Kamis, 28 Mei 2015 - 19:33 WIB
La Nyalla Tantang Tangkap Oknum PSSI Jika Terbukti Atur Skor
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti menantang pihak yang menuduh PSSI sarang mafia dan pengaturan skor untuk menangkap oknum yang melakukan praktek tersebut. La Nyalla minta kasus FIFA dijadikan contoh. Tak perlu gembar-gembor berantas mafia, pengaturan skor, dan tuduhan, tapi langsung tangkap oknum yang melakukan praktek tersebut jika terbukti.
"Sudah berulang kali saya menyatakan, PSSI sangat berterima kasih bila ada pihak, atau siapapun, yang membantu memerangi praktek match fixing (pengaturan skor)," kata La Nyalla lewat akun resmi Twitter miliknya, Kamis (28/5/2015).
"PSSI dengan tegas mengecam segala tindak kecurangan, termasuk pemerasan, korupsi, dan konspirasi. Sepak bola menjunjung tinggi azas fairplay," imbuh La Nyalla yang saat ini tengah menghadiri Kongres FIFA di Zurich, Swiss.
La Nyalla menegaskan tidak ada tempat bagi segala bentuk kecurangan dan kejahatan di sepak bola. Itu sebabnya dia mendukung upaya pihak kepolisian Swiss bersama FBI menggerebek hotel bintang lima Baur au Lac di Zurich, Swiss, guna menangkap para petinggi FIFA. (Baca juga: FBI Resmi Keluarkan Kartu Merah untuk FIFA)
"Ayo, bantu saya untuk memberantas. Bukan sebaliknya, justru seolah memberi stigma, kami atau sayalah pelakunya. Contoh dong kasus FIFA. Tak perlu gembar-gembor berantas mafia, pengaturan skor dan tuduhan semata. Tapi. langsung tangkap orangnya," katanya.
Menurut La Nyalla, kasus korupsi yang melibatkan FIFA jelas menggemparkan jagat sepak bola dunia, sekaligus menyedihkan. Pihak berwajib, kata La Nyalla, harus mengusut masalah ini hingga tuntas. PSSI, sebagai anggota FIFA, mengecam tindak kejahatan yang dilakukan oknum FIFA tersebut
"Satu hal yang patut diapresiasi dalam kasus FIFA adalah penindakan hukum yang memiliki bukti yang kuat bukan hanya tuduhan semata. Siapapun yang terlibat, harus segera diberantas agar wibawa FIFA di mata dunia dan anggotanya, termasuk PSSI, bisa kembali tegak. Saya pribadi sepakat bahwa tindakan tersebut telah mencoreng FIFA dan sepak bola secara umum. Karena itu,FIFA harus mengambil tindakan tegas."
La Nyalla menyayangkan upaya pihak-pihak tertentu yang mengaitkan dua isu yang berbeda untuk menjatuhkan PSSI menjelang Kongres FIFA. La Nyalla menduga di Indonesia, kasus korupsi di FIFA dimanfaatkan pihak tertentu untuk mendiskreditkan PSSI. Padahal, penangkapan pejabat FIFA terkait bidding tuan rumah Piala Dunia.
Mayoritas kasus di FIFA, kata La Nyalla, bermuara pada pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 di Rusia dan 2022 di Qatar, serta Piala Dunia 2010 lalu di Afrika Selatan. Jaksa penuntut di Amerika Serikat, imbuhnya, tidak menyebutkan adanya isu pengaturan skor dalam tindak kejahatan ini. Para tersangka juga menerima suap terkait pengaturan hak siar dan penunjukan organisasi yang mengawasi penyelenggaraannya.
"Kecurangan pada lelang dapat terjadi di mana saja dan di institusi manapun. Bukan hanya di sepak bola, jadi jangan kait-kaitkan hal ini dengan PSSI. Saya sangat menyayangkan upaya pihak-pihak tertentu yang mengaitkan dua isu yang berbeda untuk menjatuhkan PSSI menjelang Kongres FIFA," ungkapnya.
"Sudah berulang kali saya menyatakan, PSSI sangat berterima kasih bila ada pihak, atau siapapun, yang membantu memerangi praktek match fixing (pengaturan skor)," kata La Nyalla lewat akun resmi Twitter miliknya, Kamis (28/5/2015).
"PSSI dengan tegas mengecam segala tindak kecurangan, termasuk pemerasan, korupsi, dan konspirasi. Sepak bola menjunjung tinggi azas fairplay," imbuh La Nyalla yang saat ini tengah menghadiri Kongres FIFA di Zurich, Swiss.
La Nyalla menegaskan tidak ada tempat bagi segala bentuk kecurangan dan kejahatan di sepak bola. Itu sebabnya dia mendukung upaya pihak kepolisian Swiss bersama FBI menggerebek hotel bintang lima Baur au Lac di Zurich, Swiss, guna menangkap para petinggi FIFA. (Baca juga: FBI Resmi Keluarkan Kartu Merah untuk FIFA)
"Ayo, bantu saya untuk memberantas. Bukan sebaliknya, justru seolah memberi stigma, kami atau sayalah pelakunya. Contoh dong kasus FIFA. Tak perlu gembar-gembor berantas mafia, pengaturan skor dan tuduhan semata. Tapi. langsung tangkap orangnya," katanya.
Menurut La Nyalla, kasus korupsi yang melibatkan FIFA jelas menggemparkan jagat sepak bola dunia, sekaligus menyedihkan. Pihak berwajib, kata La Nyalla, harus mengusut masalah ini hingga tuntas. PSSI, sebagai anggota FIFA, mengecam tindak kejahatan yang dilakukan oknum FIFA tersebut
"Satu hal yang patut diapresiasi dalam kasus FIFA adalah penindakan hukum yang memiliki bukti yang kuat bukan hanya tuduhan semata. Siapapun yang terlibat, harus segera diberantas agar wibawa FIFA di mata dunia dan anggotanya, termasuk PSSI, bisa kembali tegak. Saya pribadi sepakat bahwa tindakan tersebut telah mencoreng FIFA dan sepak bola secara umum. Karena itu,FIFA harus mengambil tindakan tegas."
La Nyalla menyayangkan upaya pihak-pihak tertentu yang mengaitkan dua isu yang berbeda untuk menjatuhkan PSSI menjelang Kongres FIFA. La Nyalla menduga di Indonesia, kasus korupsi di FIFA dimanfaatkan pihak tertentu untuk mendiskreditkan PSSI. Padahal, penangkapan pejabat FIFA terkait bidding tuan rumah Piala Dunia.
Mayoritas kasus di FIFA, kata La Nyalla, bermuara pada pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 di Rusia dan 2022 di Qatar, serta Piala Dunia 2010 lalu di Afrika Selatan. Jaksa penuntut di Amerika Serikat, imbuhnya, tidak menyebutkan adanya isu pengaturan skor dalam tindak kejahatan ini. Para tersangka juga menerima suap terkait pengaturan hak siar dan penunjukan organisasi yang mengawasi penyelenggaraannya.
"Kecurangan pada lelang dapat terjadi di mana saja dan di institusi manapun. Bukan hanya di sepak bola, jadi jangan kait-kaitkan hal ini dengan PSSI. Saya sangat menyayangkan upaya pihak-pihak tertentu yang mengaitkan dua isu yang berbeda untuk menjatuhkan PSSI menjelang Kongres FIFA," ungkapnya.
(sha)