Klub Cemas Sponsor Tak Mau Investasi Lagi
Minggu, 31 Mei 2015 - 16:32 WIB
Klub Cemas Sponsor Tak Mau Investasi Lagi
A
A
A
MALANG - Sanksi FIFA yang dijatuhkan kepada sepak bola Indonesia memunculkan kekhawatiran dari berbagai aspek. Salah satunya kepercayaan sponsor yang menjadi elemen penting bagi eksistensi klub. Sejumlah klub mengaku cemas terkait kepercayaan sponsor dalam berinvestasi di tim musim depan.
Apalagi, jika semua hal tentang pengelolaan sepak bola di tanah air nantinya mengalami perubahan total yang sulit diterima banyak kalangan. Dengan adanya sanksi FIFA, klub memprediksi sponsor bakal berpikir dua kali untuk bekerjasama dengan klub. Itu berkaitan dengan prospek sepak bola Indonesia yang sedang dalam masa transisi karena kegaduhan PSSI dan Menpora.
"Kekhawatiran jelas menyangkut berbagai aspek. Sponsor misalnya, kami takut mereka akan ragu-ragu dalam bekerjasama dengan klub ke depannya. Apalagi setelah adanya sanksi, kemungkinan adanya perubahan tatanan sepak bola cukup besar," tutur General Manager Arema Cronus Ruddy Widodo.
Rasa khawatir yang cukup beralasan karena dalam beberapa bulan terakhir sepak bola Indonesia sudah kacau balau. Rasa frustrasi bisa saja dirasakan pihak sponsor karena menganggap sementara ini sepak bola bukan ladang menjanjikan.
Arema pun berharap sanksi FIFA secepatnya bisa dicabut dan tidak berlarut-larut agar nasib persepakbolaan Indonesia tak semakin parah. "Bagaimana pun sanksi sudah dijatuhkan. Kami hanya bisa melihat bagaimana upaya penataan sepak bola Indonesia," demikian Ruddy.
Sikap sama juga ditunjukkan Persegres Gresik United. Kepercayaan sponsor menjadi pemikiran utama walau belum jelas bagaimana rupa sepak bola ke depannya. Persegres pun meminta sanksi secepatnya dilunturkan dengan berbagai upaya.
"Dampak dalam waktu dekat memang belum terasa, karena semua belum tahu sampai kapan sanksi berlaku. Tapi kalau berlangsung lama, akan mempersulit sepak bola Indonesia sendiri. Persegres tak menginginkan ini terjadi," sebut Bagoes Cahyo Yuwono, Manager Persegres.
Sponsorship menurutnya menjadi salah satu aspek yang terkait langsung sebagai imbas sanksi FIFA. Perubahan besar pada tatanan sepak bola Indonesia diperkirakan akan membuat sponsor menahan diri sebelum berinvestasi.
"Kami lihat bersama bagaimana perubahan kondisinya setelah ada sanksi seperti ini. Klub selalu berharap yang terbaik untuk sepak bola Indonesia. Semoga kondisi akan pulih dan tak memengaruhi sponsor dalam membantu pendanaan klub," harap dia.
Apalagi, jika semua hal tentang pengelolaan sepak bola di tanah air nantinya mengalami perubahan total yang sulit diterima banyak kalangan. Dengan adanya sanksi FIFA, klub memprediksi sponsor bakal berpikir dua kali untuk bekerjasama dengan klub. Itu berkaitan dengan prospek sepak bola Indonesia yang sedang dalam masa transisi karena kegaduhan PSSI dan Menpora.
"Kekhawatiran jelas menyangkut berbagai aspek. Sponsor misalnya, kami takut mereka akan ragu-ragu dalam bekerjasama dengan klub ke depannya. Apalagi setelah adanya sanksi, kemungkinan adanya perubahan tatanan sepak bola cukup besar," tutur General Manager Arema Cronus Ruddy Widodo.
Rasa khawatir yang cukup beralasan karena dalam beberapa bulan terakhir sepak bola Indonesia sudah kacau balau. Rasa frustrasi bisa saja dirasakan pihak sponsor karena menganggap sementara ini sepak bola bukan ladang menjanjikan.
Arema pun berharap sanksi FIFA secepatnya bisa dicabut dan tidak berlarut-larut agar nasib persepakbolaan Indonesia tak semakin parah. "Bagaimana pun sanksi sudah dijatuhkan. Kami hanya bisa melihat bagaimana upaya penataan sepak bola Indonesia," demikian Ruddy.
Sikap sama juga ditunjukkan Persegres Gresik United. Kepercayaan sponsor menjadi pemikiran utama walau belum jelas bagaimana rupa sepak bola ke depannya. Persegres pun meminta sanksi secepatnya dilunturkan dengan berbagai upaya.
"Dampak dalam waktu dekat memang belum terasa, karena semua belum tahu sampai kapan sanksi berlaku. Tapi kalau berlangsung lama, akan mempersulit sepak bola Indonesia sendiri. Persegres tak menginginkan ini terjadi," sebut Bagoes Cahyo Yuwono, Manager Persegres.
Sponsorship menurutnya menjadi salah satu aspek yang terkait langsung sebagai imbas sanksi FIFA. Perubahan besar pada tatanan sepak bola Indonesia diperkirakan akan membuat sponsor menahan diri sebelum berinvestasi.
"Kami lihat bersama bagaimana perubahan kondisinya setelah ada sanksi seperti ini. Klub selalu berharap yang terbaik untuk sepak bola Indonesia. Semoga kondisi akan pulih dan tak memengaruhi sponsor dalam membantu pendanaan klub," harap dia.
(sha)