Zubi, Sosok Terlupakan dalam Sukses Barca
Senin, 08 Juni 2015 - 17:05 WIB
Zubi, Sosok Terlupakan dalam Sukses Barca
A
A
A
BARCELONA - Ada sosok yang terlupakan dalam sukses luar biasa Barcelona pada musim 2014-2015 ini ketika skuat besutan Luis Enrique sukses menggandeng gelar Liga Spanyol dengan trofi Copa del Rey dan Liga Champions. Seperti diketahui kejelian transfer tim berjuluk La Blaugrana menjadi kunci kehebatan Barca musim ini dengan tidak hanya mendominasi di kompetisi domestik, tapi juga Eropa. Adalah Andoni Zubizarreta yang ketika itu menjabat sebagai Direktur Olahraga Barca, merupakan aktor di balik pembelian cerdas skuat Catalan dalam empat tahun terakhir.
Kedatangan pemain seperti Ivan Rakitic dari Sevilla, Luis Suarez, Marc-Andre ter Stegen, Claudio Bravo, hingga Jeremy Mathieu adalah buah kerja keras Zubi sebelum ia dipecat pada awal Januari lalu. Kejelian Zubi dalam melihat pemain potensial terbukti setelah mayoritas pemain yang ia datangankan menjadi tulang punggung kesuksesan skuat besutan Luis Enrique pada musim ini. Neymar dan Suarez yang juga buah kejelian Zubi, berhasil tampil impresif bersama Lionel Messi untuk membuat trio MSN milik Barca jadi tridente paling menakutkan di Eropa dengan koleksi lebih dari 120 gol pada semua kompetisi.
Ditambah kehadiran dua penjaga gawang kelas dunia seperti Bravo dan Ter Stegen jadi kunci kesuksesan Barca mengunci gelar Liga Spanyol dan Liga Champions. Kehadiran keduanya membuat Enrique lebih leluasa untuk melakukan rotasi hingga berbuah tiga gelar musim ini. Ditambah Rakitic yang didatangkan Zubi pada musim panas 2014, perlahan mulai menjadi pemain krusial dalam skuat besutan Enrique. Bahkan ketiga pemain yang didatangkan Zubi yakni Neymar, Suarez dan Rakitic sukses membawa Barca menghancurkan Juventus di Final Liga Champions musim 2014-2015.
Barcelona menjadi klub dengan belanja terbesar di Liga Spanyol pada musim panas 2014 lalu. Lewat kedatangan beberapa pemain termasuk Luis Suarez, yang berbaderol 80 juta euro, kubu Catalan total membelanjakan uang senilai 165,7 juta euro atau sekira Rp 2,5 triliun. Barca memang butuh banyak pemain baru setelah beberapa pilarnya pensiun dan pergi serta hasil buruk di musim lalu. Langkah Barca tersebut dengan Zubi sebagai aktor di belakangnya terbukti berbuah manis musim ini. Namun sayang Zubi tidak bisa menikmati buah kerja kerasnya, setelah dipaksa mengundurkan diri pada awal tahun ini.
Seperti diketahui posisi divisi olahraga Barcelona dalam beberapa bulan terakhir kerap mendapat sorotan tajam setelah Barcelona mengalami sejumlah kasus masalah transfer. Salah satu masalah transfer itu adalah proses kepindahan Neymar dari Santos. Barcelona mengklaim membeli Neymar seharga 57 juta euro, namun ada sebuah bukti bahwa harga transfer Neymar ke Barcelona sebenarnya mencapai 90 juta euro. Masalah itu, pada akhirnya dikabarkan menjadi penyebab utama Sandro Rosell mundur sebagai Presiden Barcelona pada Januari 2014.
Selain masalah Neymar, Barcelona juga tersangkut kasus pelanggaran regulasi transfer internasional untuk pemain di bawah umur. Karena kasus tersebut, meski sudah mengajukan banding, Barcelona tetap dijatuhi sanksi oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tidak bisa melakukan aktivitas transfer pemain selama 2015. Akibatnya Zubi juga mengikuti jejal Rosell dengan mundur sebagai Direktur Olahraga Barcelona karena merasa bertanggung jawab. Zubizarreta menjadi direktur olahraga pada 2010 saat Sandro Rosell mengambil alih kursi presiden Barcelona dari Joan Laporta.
Tapi, kemudian Zubizarreta menjadi sosok yang tidak populer di mata fans Barcelona karena masalah kiprahnya di bursa transfer dalam beberapa tahun terakhir. Namun siapa yang menyangka bila kesuksesan Barca musim ini tidak lain karena kebijakan transfer yang diterapkan Zubi selama menjabat. "Terima kasih kepada (mantan direktur olahraga Barca, Andoni) Zubizarreta, klub dan orang lain yang berperan mendatangkan saya ke sini karena ini kemenangan yang gila dan luar biasa," ucap Rakitic setelah gol pembukanya menjadikan Barca juara Liga Champions.
Tidak ketinggalan mantan kapten Barcelona, Carles Puyol juga melayangkan pujian kepada Andoni Zubizarreta, setelah menyaksikan kesuksesan Barca musim ini. Lewat media twitter, Puyol menyebutkan gelar treble winners Barca layak untuk dipersembahkan kepada Zubizarreta. Meski pada beberapa proses transfernya kerap menuai kontroversial, namun tidak bisa menutup mata bila penampilan luar biasa Barca musim ini adalah karena tangan dingin Zubi dalam hal mendatangkan pemain.
Catatan Lengkap Aktivitas Transfer Barca Musim Panas 2014:
Masuk
Rafinha Alcantara (Celta Vigo)
Claudio Bravo (Real Sociedad)
Jeremy Mathieu (Valencia)
Ivan Rakitic (Sevilla)
Marc-Andre ter Stegen (Borussia Monchengladbach)
Luis Suarez (Liverpool)
Thomas Vermaelen (Arsenal)
Douglas Pereira dos Santos (Sao Paulo)
Keluar
Ibrahim Afellay (Olympiacos)
Isaac Cuenca (Deportivo La Coruna)
Jonathan dos Santos (Villarreal)
Cesc Fabregas (Chelsea)
Oier Olazabal (Granada)
Jose Manuel Pinto (-)
Carles Puyol (pensiun)
Alexis Sánchez (Arsenal)
Cristian Tello (FC Porto)
Victor Valdes (Manchester United)
Gerard Deulofeu (Sevilla)
Kedatangan pemain seperti Ivan Rakitic dari Sevilla, Luis Suarez, Marc-Andre ter Stegen, Claudio Bravo, hingga Jeremy Mathieu adalah buah kerja keras Zubi sebelum ia dipecat pada awal Januari lalu. Kejelian Zubi dalam melihat pemain potensial terbukti setelah mayoritas pemain yang ia datangankan menjadi tulang punggung kesuksesan skuat besutan Luis Enrique pada musim ini. Neymar dan Suarez yang juga buah kejelian Zubi, berhasil tampil impresif bersama Lionel Messi untuk membuat trio MSN milik Barca jadi tridente paling menakutkan di Eropa dengan koleksi lebih dari 120 gol pada semua kompetisi.
Ditambah kehadiran dua penjaga gawang kelas dunia seperti Bravo dan Ter Stegen jadi kunci kesuksesan Barca mengunci gelar Liga Spanyol dan Liga Champions. Kehadiran keduanya membuat Enrique lebih leluasa untuk melakukan rotasi hingga berbuah tiga gelar musim ini. Ditambah Rakitic yang didatangkan Zubi pada musim panas 2014, perlahan mulai menjadi pemain krusial dalam skuat besutan Enrique. Bahkan ketiga pemain yang didatangkan Zubi yakni Neymar, Suarez dan Rakitic sukses membawa Barca menghancurkan Juventus di Final Liga Champions musim 2014-2015.
Barcelona menjadi klub dengan belanja terbesar di Liga Spanyol pada musim panas 2014 lalu. Lewat kedatangan beberapa pemain termasuk Luis Suarez, yang berbaderol 80 juta euro, kubu Catalan total membelanjakan uang senilai 165,7 juta euro atau sekira Rp 2,5 triliun. Barca memang butuh banyak pemain baru setelah beberapa pilarnya pensiun dan pergi serta hasil buruk di musim lalu. Langkah Barca tersebut dengan Zubi sebagai aktor di belakangnya terbukti berbuah manis musim ini. Namun sayang Zubi tidak bisa menikmati buah kerja kerasnya, setelah dipaksa mengundurkan diri pada awal tahun ini.
Seperti diketahui posisi divisi olahraga Barcelona dalam beberapa bulan terakhir kerap mendapat sorotan tajam setelah Barcelona mengalami sejumlah kasus masalah transfer. Salah satu masalah transfer itu adalah proses kepindahan Neymar dari Santos. Barcelona mengklaim membeli Neymar seharga 57 juta euro, namun ada sebuah bukti bahwa harga transfer Neymar ke Barcelona sebenarnya mencapai 90 juta euro. Masalah itu, pada akhirnya dikabarkan menjadi penyebab utama Sandro Rosell mundur sebagai Presiden Barcelona pada Januari 2014.
Selain masalah Neymar, Barcelona juga tersangkut kasus pelanggaran regulasi transfer internasional untuk pemain di bawah umur. Karena kasus tersebut, meski sudah mengajukan banding, Barcelona tetap dijatuhi sanksi oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tidak bisa melakukan aktivitas transfer pemain selama 2015. Akibatnya Zubi juga mengikuti jejal Rosell dengan mundur sebagai Direktur Olahraga Barcelona karena merasa bertanggung jawab. Zubizarreta menjadi direktur olahraga pada 2010 saat Sandro Rosell mengambil alih kursi presiden Barcelona dari Joan Laporta.
Tapi, kemudian Zubizarreta menjadi sosok yang tidak populer di mata fans Barcelona karena masalah kiprahnya di bursa transfer dalam beberapa tahun terakhir. Namun siapa yang menyangka bila kesuksesan Barca musim ini tidak lain karena kebijakan transfer yang diterapkan Zubi selama menjabat. "Terima kasih kepada (mantan direktur olahraga Barca, Andoni) Zubizarreta, klub dan orang lain yang berperan mendatangkan saya ke sini karena ini kemenangan yang gila dan luar biasa," ucap Rakitic setelah gol pembukanya menjadikan Barca juara Liga Champions.
Tidak ketinggalan mantan kapten Barcelona, Carles Puyol juga melayangkan pujian kepada Andoni Zubizarreta, setelah menyaksikan kesuksesan Barca musim ini. Lewat media twitter, Puyol menyebutkan gelar treble winners Barca layak untuk dipersembahkan kepada Zubizarreta. Meski pada beberapa proses transfernya kerap menuai kontroversial, namun tidak bisa menutup mata bila penampilan luar biasa Barca musim ini adalah karena tangan dingin Zubi dalam hal mendatangkan pemain.
Catatan Lengkap Aktivitas Transfer Barca Musim Panas 2014:
Masuk
Rafinha Alcantara (Celta Vigo)
Claudio Bravo (Real Sociedad)
Jeremy Mathieu (Valencia)
Ivan Rakitic (Sevilla)
Marc-Andre ter Stegen (Borussia Monchengladbach)
Luis Suarez (Liverpool)
Thomas Vermaelen (Arsenal)
Douglas Pereira dos Santos (Sao Paulo)
Keluar
Ibrahim Afellay (Olympiacos)
Isaac Cuenca (Deportivo La Coruna)
Jonathan dos Santos (Villarreal)
Cesc Fabregas (Chelsea)
Oier Olazabal (Granada)
Jose Manuel Pinto (-)
Carles Puyol (pensiun)
Alexis Sánchez (Arsenal)
Cristian Tello (FC Porto)
Victor Valdes (Manchester United)
Gerard Deulofeu (Sevilla)
(akr)