Arema, Persela, Persegres Tolak Iming-iming Rp10 Miliar
Selasa, 09 Juni 2015 - 14:40 WIB
Arema, Persela, Persegres Tolak Iming-iming Rp10 Miliar
A
A
A
MALANG - Rencana Menpora menghelat Piala Kemerdekaan pada Agustus nanti tak cukup mampu membangkitkan gairah klub. Walau hadiah yang ditawarkan mencapai total Rp10 miliar plus uang pembinaan Rp100 juta bagi peserta, itu iuga tak membuat klub di Jawa Timur berselera. Alasannya cukup kompleks, mulai keabsahan hajatan tersebut hingga persiapan tim.
"Belum ada rencana apa-apa. Kami masih melihat situasinya bagaimana nanti. Belum ada arahan untuk tim," kata Sekretaris Persela Lamongan Muji Santoso.
Pihaknya juga merasa perlu melihat bagaimana rupa kompetisi nanti. Jika klub-klub level satu serempak tidak mengikutinya, maka Persela mengambil pilihan sama. "Siapa dulu pesertanya, kami tidak mau kalau kompetisi nantinya justru membuat rumit situasi,"demikian Muji.
Asisten Pelatih Persela Didik Ludiyanto pun mengakui belum ada komunikasi dengan manajemen soal Piala Kemerdekaan. "Manajemen belum memberikan apa-apa. Saya sendiri juga masih belum paham bagaimana bentuk kompetisinya nanti," kata Didik.
Sikap serupa ditunjukkan Persegres Gresio United. Sejak semula klub ini memang tidak tertarik mengikuti kompetisi atau turnamen di luar federasi alias PSSI. Sampai sekarang sikap tersebut rupanya masih tetap sama.
"Persegres tidak akan terlibat di kompetisi yang berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari. Kalau ada kompetisi di luar federasi resmi dan dipaksakan digelar, maka sudah jelas masalah sepak bola Indonesia belum selesai, bahkan bisa semakin ruwet," cetus Manager Persegres Bagoes Cahyo Yuwono.
Dirinya berkeinginan Menpora dan PSSI bergandengan untuk membangun sepak bola Indonesia dari nol, setelah terkena sanksi FIFA. "Kalau masing-masing pihak ngotot berjalan sendiri-sendiri, jadinya tambah parah. Kompetisi kan tidak bisa dilakukan dengan cara seperti itu," imbuh Bagoes.
Dari wilayah selatan, Arema Cronus belum berkomentar banyak soal rencana Menpora tersebut. Manajemen pilih konsentrasi menggelar laga persahabatan untuk tim agar ada pemasukan finansial. "Kami belum bisa berkomentar apa-apa," kata Ruddy Widodo, General Manager Arema.
Arema sebelumnya sempat melontarkan sikap tidak akan ikut hajatan yang digelar di bawah kendali Menpora tanpa keterlibatan PSSI. Sebab semua elemen dan perangkat untuk pertandingan berada di bawah naungan PSSI.
"Belum ada rencana apa-apa. Kami masih melihat situasinya bagaimana nanti. Belum ada arahan untuk tim," kata Sekretaris Persela Lamongan Muji Santoso.
Pihaknya juga merasa perlu melihat bagaimana rupa kompetisi nanti. Jika klub-klub level satu serempak tidak mengikutinya, maka Persela mengambil pilihan sama. "Siapa dulu pesertanya, kami tidak mau kalau kompetisi nantinya justru membuat rumit situasi,"demikian Muji.
Asisten Pelatih Persela Didik Ludiyanto pun mengakui belum ada komunikasi dengan manajemen soal Piala Kemerdekaan. "Manajemen belum memberikan apa-apa. Saya sendiri juga masih belum paham bagaimana bentuk kompetisinya nanti," kata Didik.
Sikap serupa ditunjukkan Persegres Gresio United. Sejak semula klub ini memang tidak tertarik mengikuti kompetisi atau turnamen di luar federasi alias PSSI. Sampai sekarang sikap tersebut rupanya masih tetap sama.
"Persegres tidak akan terlibat di kompetisi yang berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari. Kalau ada kompetisi di luar federasi resmi dan dipaksakan digelar, maka sudah jelas masalah sepak bola Indonesia belum selesai, bahkan bisa semakin ruwet," cetus Manager Persegres Bagoes Cahyo Yuwono.
Dirinya berkeinginan Menpora dan PSSI bergandengan untuk membangun sepak bola Indonesia dari nol, setelah terkena sanksi FIFA. "Kalau masing-masing pihak ngotot berjalan sendiri-sendiri, jadinya tambah parah. Kompetisi kan tidak bisa dilakukan dengan cara seperti itu," imbuh Bagoes.
Dari wilayah selatan, Arema Cronus belum berkomentar banyak soal rencana Menpora tersebut. Manajemen pilih konsentrasi menggelar laga persahabatan untuk tim agar ada pemasukan finansial. "Kami belum bisa berkomentar apa-apa," kata Ruddy Widodo, General Manager Arema.
Arema sebelumnya sempat melontarkan sikap tidak akan ikut hajatan yang digelar di bawah kendali Menpora tanpa keterlibatan PSSI. Sebab semua elemen dan perangkat untuk pertandingan berada di bawah naungan PSSI.
(aww)