Sriwijaya FC Belajar Kelola Industri Sepak Bola Ke Madrid
Selasa, 16 Juni 2015 - 11:28 WIB
Sriwijaya FC Belajar Kelola Industri Sepak Bola Ke Madrid
A
A
A
MADRID - Manajemen Sriwijaya FC belajar mengelola industri sepak bola dan organisasi klub ke Madrid di tengah mandeknya kompetisi di Indonesia. Direktur Kompetisi dan Pertandingan PT. Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Augie Bunyamin mengunjungi Spanyol sebagai negara maju industri persepakbolaan dunia.
"Tidak sia-sia saya datang ke sini jauh-jauh untuk belajar. Banyak sekali ilmu dan pemahaman yang saya dapatkan,"kata Augie.
Terlebih lagi soal tata kelola manajemen pertandingan sebuah kompetisi sepakbola. Augie melihat sistem yang dilakukan mereka sangat terorganisir tentunya rapi. "Tata kelola manajemen pertandingannya sangat keren dan sempurna sekali. Saya pelan-pelan pelajari itu agar bisa di praktekan untuk SFC bertanding di Palembang,"ucapnya.
Hal lain yang juga di cermati Augie, terkait persoalan kenyamanan penonton. Penonton di ibaratkan sebagai konsumen yang disebut-sebut sebagai raja. Disana penonton mendapatkan kenyamanan dan kemananan bak raja.
"Bagaimana membuat penonton menjadi nyaman dan aman. Disana penonton sangat puas terkait pelayanan diberikan manajemen dan panpel pertandingan,"ungkapnya.
Menurut kolektor pernak-pernik Ferrari itu, ia datang kesana menyaksikan secara langsung pertandingan amal bertajuk Corazon Classic Match 2015, Minggu (14/6) atau Senin (15/6) dini hari WIB, yang mempertemukan Real Madrid Legend versus Liverpool Legend. Dari sanalah Augie melihat bagaimana apiknya sebuah industri olahraga. ''Kreativitas dan inovasi baru menjadi penting dalam era industri sepak bola saat ini,''pungkasnya.
"Tidak sia-sia saya datang ke sini jauh-jauh untuk belajar. Banyak sekali ilmu dan pemahaman yang saya dapatkan,"kata Augie.
Terlebih lagi soal tata kelola manajemen pertandingan sebuah kompetisi sepakbola. Augie melihat sistem yang dilakukan mereka sangat terorganisir tentunya rapi. "Tata kelola manajemen pertandingannya sangat keren dan sempurna sekali. Saya pelan-pelan pelajari itu agar bisa di praktekan untuk SFC bertanding di Palembang,"ucapnya.
Hal lain yang juga di cermati Augie, terkait persoalan kenyamanan penonton. Penonton di ibaratkan sebagai konsumen yang disebut-sebut sebagai raja. Disana penonton mendapatkan kenyamanan dan kemananan bak raja.
"Bagaimana membuat penonton menjadi nyaman dan aman. Disana penonton sangat puas terkait pelayanan diberikan manajemen dan panpel pertandingan,"ungkapnya.
Menurut kolektor pernak-pernik Ferrari itu, ia datang kesana menyaksikan secara langsung pertandingan amal bertajuk Corazon Classic Match 2015, Minggu (14/6) atau Senin (15/6) dini hari WIB, yang mempertemukan Real Madrid Legend versus Liverpool Legend. Dari sanalah Augie melihat bagaimana apiknya sebuah industri olahraga. ''Kreativitas dan inovasi baru menjadi penting dalam era industri sepak bola saat ini,''pungkasnya.
(aww)